"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Mac Studio resmi gantikan Mac Pro, bawa chip Apple Silicon lebih unggul dengan suhu stabil

Penghentian Produksi Mac Pro dan Kehadiran Mac Studio sebagai Pengganti

Apple resmi menghentikan produksi dan penjualan Mac Pro pada 26 Maret 2026, menandai akhir dari perjalanan perangkat yang telah hadir sejak tahun 2006. Sebagai penggantinya, Apple menetapkan Mac Studio sebagai workstation utama yang dirancang untuk memberikan performa lebih tinggi, efisiensi energi yang lebih baik, dan desain yang lebih ringkas dibandingkan Mac Pro lama.

Mac Pro adalah komputer desktop profesional yang dirancang khusus untuk kebutuhan kerja berat dengan chip Apple Silicon (sekarang M2 Ultra), banyak core CPU/GPU, memori besar, dan slot ekspansi PCIe. Namun, setelah meluncur di pasaran sejak tahun 2006, perangkat ini resmi “dipensiunkan” dan tidak lagi diproduksi.

Sementara itu, Mac Studio hadir sebagai solusi modern yang dirancang untuk menggantikan peran Mac Pro. Berikut adalah beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Mac Studio dibandingkan Mac Pro:

  • Kinerja generasi chip Apple Silicon yang lebih unggul

    Mac Studio menggunakan chip keluarga M Ultra (M1 Ultra, M2 Ultra, dan terkini M3 Ultra) yang dirancang khusus untuk beban komputasi tinggi. Benchmarks menunjukkan bahwa bahkan konfigurasi M1 Ultra sudah melampaui performa multi-core Mac Pro Intel dalam banyak skenario, termasuk rendering video dan susun kode di Xcode. Dengan hadirnya M3 Ultra, performa CPU hingga 32-core dan kemampuan AI machine-learning meningkat signifikan.

  • Efisiensi energi dan suhu yang jauh lebih baik

    Salah satu kelemahan Mac Pro berbasis Intel adalah konsumsi daya besar dan panas tinggi. Sebaliknya, Mac Studio dengan chip M Ultra dibangun dengan fabrikasi nanometer yang lebih canggih dan arsitektur low-power, sehingga mampu menghasilkan performa setinggi itu dengan konsumsi daya yang jauh lebih rendah. Hal ini membuat Mac Studio tetap stabil pada suhu yang lebih rendah dan nyaman digunakan sepanjang hari.

  • Desain yang lebih ringkas tanpa mengorbankan kualitas

    Mac Pro dikenal dengan desain tower tinggi yang besar, sedangkan Mac Studio hadir dengan form-factor yang jauh lebih kompak, mirip dengan Mac mini yang diperbesar. Meski ukuran lebih kecil, Mac Studio tetap memiliki material aluminium high-end dan kualitas struktur yang baik.

  • Konektivitas dan I/O yang sudah cukup untuk kebanyakan profesional

    Mac Studio dilengkapi port-port yang sangat lengkap untuk kebutuhan kreator, termasuk Thunderbolt (USB-C), HDMI 2.1, USB-A, Ethernet 10Gb, dan slot SDXC. Meskipun Mac Pro lama menawarkan lebih banyak slot PCI Express, bagi sebagian besar pengguna profesional, Mac Studio sudah cukup untuk kebutuhan mereka.

  • Dukungan layar multipel dan resolusi tinggi

    Mac Studio dirancang untuk multiple-display workflow, dengan dukungan hingga lima layar bersamaan beresolusi hingga 6K. Dengan media engine berbasis Apple Silicon, Mac Studio mampu menangani H.264, HEVC, ProRes, dan ProRes RAW dengan hardware-accelerated decode/encode.

  • Skema upgrade dan konfigurasi yang lebih sederhana

    Mac Pro lama dikenal sangat fleksibel, tetapi konfigurasinya kompleks dan harganya bisa sangat mahal. Mac Studio mengubah paradigma ini dengan menyederhanakan konfigurasi: pengguna hanya memilih level chip, kapasitas memori, dan SSD, tanpa perlu memikirkan kartu GPU atau slot PCIe.

  • Harga relatif lebih terjangkau untuk performa yang lebih tinggi

    Mac Studio menawarkan nilai “price-to-performance” yang jauh lebih besar dibanding Mac Pro lama. Misalnya, sebuah Mac Studio dengan M1 Ultra sudah melampaui performa dari Mac Pro 28-core dengan GPU AMD Radeon Pro, namun harganya biasanya jauh lebih rendah.

  • Dukungan ekosistem Apple dan optimasi software

    Mac Studio memanfaatkan sepenuhnya ekosistem Apple Silicon, dengan aplikasi seperti Final Cut Pro, Logic Pro, dan Adobe Premiere Pro sudah dioptimalkan untuk arsitektur M. Neural Engine dan media engine yang terintegrasi memungkinkan fitur seperti deteksi wajah dan AI-based masking berjalan lebih cepat.

  • Cocok untuk ruang kerja modern dan fleksibel

    Kombinasi form-factor kecil, desain tenang, dan kinerja tinggi membuat Mac Studio sangat cocok untuk berbagai skenario, seperti home studio, ruang broadcast kecil, meeting room, dan studio audio profesional.

  • Jalur pengembangan masa depan yang lebih jelas

    Apple jelas menunjukkan bahwa Mac Studio adalah workstation masa depan, sementara Mac Pro lama tidak lagi mendapatkan pembaruan chip Apple Silicon yang setara. Dengan M3 Ultra dan generasi M Ultra selanjutnya, Mac Studio akan terus mendapatkan peningkatan performa, fitur AI, dan optimasi software.

Harga Mac Studio di Indonesia cukup beragam tergantung varian dan tempat pembelian. Secara umum, perangkat ini dibanderol mulai Rp35–45 juta untuk model entry-level, sementara konfigurasi tertinggi dapat mencapai lebih dari Rp70 juta. Di toko resmi seperti iBox dan Digimap, Mac Studio dengan konfigurasi M3 Ultra (28-core CPU, 60-core GPU, 96 GB RAM, 1 TB SSD) tercatat dijual pada kisaran Rp70–72 juta.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *