"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kenangan Terakhir Istri Praka Farizal di Instagram

Kehidupan Sehari-hari dan Kenangan Terakhir Praka Farizal

Praka Farizal Rhomadhon, seorang prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda, gugur saat menjalankan tugas perdamaian di Lebanon. Duka yang mendalam dirasakan oleh keluarganya, khususnya istrinya, Fafa Nur Azila. Di balik kabar duka tersebut, tersimpan kisah haru yang menunjukkan kedekatan pasangan muda ini.

Dalam unggahan Instagram Praka Farizal (@farizalrmdn17) pada 17 Januari 2026, ia menulis kata sederhana “Suamii” yang dilengkapi dengan simbol hati berwarna merah. Komentar tersebut kemudian dibalas oleh Praka Farizal Romadhon dengan dua emotikon hati merah. Percakapan singkat itu kini menjadi kenangan terakhir yang menyentuh, menggambarkan kedekatan pasangan muda tersebut.

Selain itu, pada unggahan terakhir Azila saat mengajak anak mereka bermain di sebuah tempat permainan di Bireuen pada 28 Maret 2026, sehari sebelum kejadian tragis, Praka Farizal juga sempat meninggalkan komentar singkat. “Nayol,” tulisnya yang dibarengi emotikon wajah dengan senyum lebar dan mata berbentuk love merah. Emotikon tersebut menjadi simbol kasih sayang, rasa kagum yang mendalam, antusiasme, maupun perhatian besar terhadap sang buah hati.

Peristiwa Tragis yang Mengakhiri Kehidupan Praka Farizal

Praka Farizal meninggal dunia setelah terkena proyektil dari serangan militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang menghantam salah satu pos kontingen Indonesia pada Minggu (29/3/2026). Berdasarkan informasi dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), proyektil tersebut meledak di sekitar Desa Adchit al Qusayr, wilayah Lebanon selatan.

Praka Farizal merupakan bagian dari Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL 2025 yang bertugas menjaga stabilitas di kawasan perbatasan Lebanon selatan. Ia berasal dari Batalyon Infanteri 113 Jaya Sakti, satuan yang bermarkas di Kabupaten Bireuen di bawah Kodam Iskandar Muda.

Penanganan Kecelakaan dan Pernyataan Resmi

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengonfirmasi kabar mengenai gugurnya satu prajurit TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Selain satu personel yang meninggal dunia, terdapat tiga anggota TNI lainnya yang mengalami luka akibat serangan artileri dari pihak Israel.

“Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Rico menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi akibat meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon. Sebelumnya, seperti diberitakan Kompas.tv, Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) melalui akun X menyampaikan bahwa gugurnya satu prajurit TNI itu terjadi setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.

“Insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan,” demikian keterangan Kemlu. Dalam hal ini, Kemlu mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan.

“Keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai dengan hukum internasional. Setiap tindakan yang membahayakan peacekepeer tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas,” ungkap Kemlu.

Tanggapan Pemerintah Indonesia

Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *