Pengakuan Dokter Tifa tentang Ajakan Bertemu Jokowi
Dokter Tifa, tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mengungkapkan bahwa dirinya pernah dibujuk oleh dua orang yang disebutnya sebagai “Termul” atau “ternak Mulyono” untuk datang ke Solo dan bertemu langsung dengan Jokowi. Istilah “Termul” sering digunakan oleh pihak kritis terhadap pemerintah untuk menyebut loyalis Presiden Jokowi, merujuk pada nama masa kecilnya, Mulyono.
Peristiwa ini terjadi saat Dokter Tifa sedang menjalani wajib lapor di Mapolda Metro Jaya terkait kasus yang menjeratnya. Dalam kesempatan itu, ia didatangi oleh dua orang berinisial AA dan FA. Mereka menawarkan agar Dokter Tifa datang ke Solo untuk bertemu Jokowi guna membahas penyelesaian perkara melalui restorative justice (RJ).
Penolakan Dokter Tifa atas Ajakan tersebut
Menurut Dokter Tifa, ia tidak pernah meminta untuk bertemu Jokowi. Ia juga mengaku tidak percaya bahwa Rismon Sianipar telah menandatangani kesepakatan RJ. Namun, ia mengatakan bahwa dua orang tersebut menekankan bahwa Rismon sudah melakukan hal itu.
“Nah, ingat ya ditunggu sama Pak Jokowi di Solo. Jadi saya sama sekali tidak pernah minta minta untuk ketemu Pak Jokowi,” tegas Dokter Tifa.
Adapun Dokter Tifa dan Rismon Sianipar sama-sama menjadi tersangka dalam klaster pertama kasus ijazah bersama Roy Suryo. Rismon akhirnya mengajukan RJ setelah meminta maaf kepada Jokowi dan mengakui bahwa ijazah Jokowi asli. Namun, hingga saat ini Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Rismon belum diterbitkan.
Perbedaan Pendapat antara Dokter Tifa dan Rismon
Sementara Rismon mengajukan RJ, Dokter Tifa dan Roy Suryo tetap melanjutkan proses hukum yang berjalan dan tidak mengajukan RJ. Dokter Tifa membantah isu bahwa dirinya mengikuti jejak Rismon. Ia juga enggan meminta maaf kepada Jokowi seperti yang dilakukan Rismon.
“Yang terjadi pada saya selama kurang lebih satu tahun ini adalah kriminalisasi atas karya ilmiah, atas pekerjaan saya sebagai peneliti,” ujar Tifa. Ia mengklaim hasil penelitian yang dituangkan dalam Jokowi’s White Paper valid karena telah melalui proses ulasan oleh peneliti lain (peer review).
Keputusan Dokter Tifa yang Tidak Berubah
Meskipun sempat dibujuk oleh AA dan FA untuk mengikuti langkah Rismon, Dokter Tifa tetap mempertahankan pendiriannya. Ia juga menyebut ada pihak lain yang diduga menyamar sebagai dirinya dan menghubungi tim Jokowi menggunakan foto profil WhatsApp miliknya untuk membahas RJ.
“Saya tidak pernah quit. Saya tidak pernah satu kali pun mundur atau keluar satu langkah pun,” tegas dia.
Munculnya isu Dokter Tifa akan mengajukan RJ setelah ia tidak terlihat di publik sejak puasa lalu. Kuasa hukum Dokter Tifa, Muhammad Taufik, menegaskan bahwa kliennya tidak akan meminta RJ terkait kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi.
Taufik menjelaskan bahwa kegagalan kepolisian dalam membuktikan keaslian ijazah Jokowi menjadi alasan utama pengajuan RJ. Selain itu, ia menduga getolnya kubu Jokowi meminta agar para tersangka mengajukan RJ karena kehendak dari Jokowi sendiri.
“Karena memang Pak Jokowi yang menghendaki damai karena tidak yakin perkaranya naik sebab kalau naik, tidak mungkin Pak Jokowi itu berani hadir,” tegas Taufik.











