Keluarga Meminta Penyelidikan Kasus Kematian Anak di Tumpukan Sampah
Pasangan suami istri dari Desa Sungai Pinang, Sumatera Selatan (Sumsel), mengajukan permohonan kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut dan mengungkap misteri kematian putrinya yang ditemukan di tumpukan sampah. Orang tua dari almarhumah Sopiah (22) ini meminta keadilan atas kematian tragis putrinya yang masih misterius.
Kematian Sopiah berawal dari hilangnya korban selama beberapa hari. Orang tua korban terus mencari dan menemukan bahwa anak mereka tidak kembali ke rumah. Tangis dan kesedihan terus terdengar dari pasangan suami istri Sahimin (65) dan Rusila (61) karena kematian anak mereka yang masih menjadi teka-teki.
Jasad Sopiah ditemukan secara mengenaskan di tumpukan sampah pinggir Jalan Lintas Liku 9, Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, pada Selasa (10/3/2026). Namun hingga Jumat (27/3/2026), penyebab pasti kematian remaja tersebut belum juga terungkap. Melalui unggahan video di akun Facebook Yan Kemis Nakan Putin, Rusila menyampaikan kesedihan mendalam atas nasib yang menimpa anaknya.
Ia merasa terpukul melihat putrinya diperlakukan tidak manusiawi. “Kami orang susah, kami orang tidak mampu Pak Polisi. Anak kami dibuang di situ seperti buang anak ayam. Kami minta tuntut Pak Polisi, kami tunggu sampai dapat orang (pelaku) itu,” ujar Rusila sembari terisak menggunakan bahasa daerah setempat.
Pihak keluarga berharap keterbatasan ekonomi mereka tidak menjadi penghalang bagi aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini.
Kronologi Hilangnya Korban
Sopiah dilaporkan hilang sejak Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat meninggalkan rumah, korban mengenakan kaos ungu dan celana panjang hitam serta membawa satu unit ponsel. Kakak korban, Dedi (31), sempat melapor ke Polsek Muara Lakitan setelah adiknya tak kunjung pulang selama lima hari.
Menurut keterangan keluarga, tidak ada permasalahan internal yang memicu Sopiah pergi dari rumah. Nasib malang menimpa korban lima hari pasca dilaporkan hilang, saat ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh yang sudah membengkak di antara tumpukan sampah di wilayah hukum Kepahiang, Bengkulu.
Kasus Serupa Terjadi di Jawa Timur
Penemuan jasad gegerkan warga Dusun Krajan, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Jasad ini ditemukan dalam kondisi telungkup di antara tumpukan sampah, tak jauh dari jembatan di sisi barat Jalan Nasional Soekarno Hatta. Jasad tersebut juga telah membusuk.
Korban diketahui mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan jaket hoodie yang menutupi kepalanya. Tak jauh dari lokasi penemuan, sebuah sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi L-2419-CAM warna hitam, yang diduga milik korban, turut ditemukan.
Kasi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Untoro, SH, membenarkan penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan. “Laporan dari masyarakat ditemukan sekitar pukul 05.00 WIB pagi. Petugas langsung melakukan evakuasi, jenazah lalu dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Haryoto untuk proses identifikasi,” Ujar Untoro, Selasa (7/10/2025).
Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah dalam keadaan membengkak dan dipenuhi belatung. Berdasarkan hasil identifikasi dari kendaraan yang ditemukan di lokasi, korban diketahui bernama M. Robi Yudika (19), warga Desa Semedi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Dugaan awal menyebutkan korban mengalami kecelakaan tunggal karena mengantuk hingga terjatuh ke jurang di dekat jembatan. Hingga kini, pihak keluarga korban masih dalam perjalanan menuju kamar jenazah RSUD dr. Haryoto untuk menjemput dan membawa pulang jasadnya.
“Korban meninggalkan rumah pamit malam mingguan. Saat perjalanan pulang, korban mengantuk dan jatuh ke jurang. Ditangani unit laka. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi,” Tandas Untoro.











