"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Krisis Minyak di Iran dan AS-Israel, Pertamina Akui Kondisi Stok BBM

Kekhawatiran Krisis Energi Global Akibat Konflik Iran, AS, dan Israel

Konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel kian memanas dan menimbulkan kekhawatiran akan krisis energi global. Kawasan Timur Tengah, yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia, kini berada dalam situasi yang tidak menentu. Salah satu titik kritis adalah Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Dampaknya mulai terasa hingga ke Indonesia, di mana isu ketersediaan dan stabilitas harga BBM menjadi sorotan publik.

Kabar tentang kapal tanker yang terancam serta potensi gangguan pada rantai pasok energi semakin memperkeruh kekhawatiran masyarakat. Namun, di tengah situasi yang memanas, Pertamina akhirnya angkat bicara dan memberikan penjelasan mengenai kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Pihak perusahaan memastikan bahwa cadangan BBM dalam negeri masih dalam kondisi aman meski konflik terus bereskalasi. Meskipun demikian, pemerintah dan pelaku energi tetap melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk mencari jalur distribusi alternatif dan sumber impor baru.

Pernyataan Pertamina Mengenai Stok BBM Nasional

Komisaris Pertamina, Hasan Nasbi, mengungkapkan bahwa stok BBM di Indonesia saat ini masih aman untuk 20 hari ke depan. Hal ini disampaikan setelah silaturahmi ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah pada Rabu (25/3/2026). Menurut Hasan Nasbi, Pertamina sebagai pelaksana mengikuti kebijakan yang dibuat pemerintah untuk distribusi BBM.

Meski ada kenaikan harga minyak dunia, pemerintah sendiri belum berencana menaikan harga BBM untuk masyarakat. Untuk meminimalisir krisis energi, pemerintah pun disebut akan melakukan sejumlah solusi jangka pendek seperti menerapkan Work From Home (WFH) bagi sejumlah pekerja di beberapa sektor.

Hasan Nasbi juga menyampaikan bahwa Pertamina akan mencari solusi dan alternatif pembelian BBM di luar negara Timur Tengah. Afrika dan Amerika Serikat (AS) menjadi alternatif utama.

Imbauan kepada Masyarakat

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan panic buying terhadap BBM. Menurut Hasan Nasbi, hingga saat ini, pasokan dan stok BBM di Indonesia masih dalam kondisi aman. “Pemerintah kan selalu mengupayakan antisipasi jauh-jauh hari, jadi tidak perlu panic buying,” imbaunya.

Diketahui sejumlah negara mulai merasakan dampak krisis energi akibat perang Iran Vs AS-Israel. India, misalnya, telah mengalami panic buying untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di tengah perang Timur Tengah yang tidak kunjung reda. Video antrean BBM di India viral dibagikan oleh akun X media nasional Iran Press Tv pada Rabu (25/3/2026).

Antrean BBM di India bahkan mencapai berjam-jam akibat krisis energi yang terkait dengan perang AS-Israel di Iran. Para pengendara sepeda motor India mengantre berjam-jam di sebuah SPBU yang terendam banjir — dampak dari krisis energi tersebut.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengakui kondisi BBM di India juga mengkhawatirkan karena perang di Asia Barat. Namun demikian, Modi memastikan bahwa pasokan energi India aman meski harus dikendalikan secara ketat. Antrean BBM di India sudah berlangsung sejak Selasa (24/3/2026) pagi dan berlanjut hingga larut malam.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *