Presiden Prabowo Subianto Minta TNI dan Polri Segera Berbenah
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya pembenahan internal di TNI dan Polri. Ia meminta institusi tersebut segera membersihkan diri dari oknum yang merusak kehormatan lembaga. Pernyataan ini disampaikan dalam dialog bersama tokoh dan jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Prabowo menyatakan bahwa kehormatan lembaga seperti TNI dan Polri harus dijaga dari dalam. Baginya, pembenahan bukan sekadar kewajiban struktural, tetapi juga tanggung jawab moral yang tidak bisa ditawar. Ia menekankan bahwa reformasi internal tidak bisa ditunda dan harus dilakukan secara tegas.
Tindakan terhadap Pejabat Tinggi yang Melanggar Aturan
Dalam pernyataannya, Prabowo mengungkapkan bahwa langkah penindakan terhadap pejabat tinggi yang bermasalah sudah dilakukan. Ia menyebut ada sejumlah jenderal yang telah dicopot dan diserahkan ke proses hukum. Menurutnya, pangkat dan jabatan tidak boleh menjadi tameng untuk menghindari penegakan hukum.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak memberi perlakuan khusus kepada pejabat tinggi yang diduga melanggar aturan. Langkah hukum harus tetap berjalan, meskipun yang terlibat merupakan pejabat tinggi.
Pengalaman Saat Menjabat sebagai Menteri Pertahanan
Prabowo juga menyinggung pengalamannya ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Ia mengaku pernah mendorong penanganan kasus korupsi besar yang sebelumnya disebut-sebut sulit disentuh karena melibatkan banyak pihak berpengaruh. Ia menegaskan bahwa langkah hukum harus tetap berjalan, bahkan jika yang terlibat adalah pejabat tinggi.
Reformasi Sesuai dengan Tuntutan Rakyat
Menurut Prabowo, langkah pembenahan terhadap TNI dan Polri bukan semata keinginan pemerintah, melainkan juga merupakan tuntutan publik. Ia menilai masyarakat menghendaki hadirnya aparat yang profesional, bersih, dan berintegritas. Baginya, reformasi institusi aparat merupakan bentuk jawaban atas harapan rakyat terhadap negara.
Kesempatan bagi Lembaga untuk Membersihkan Diri
Meski berbicara tegas, Prabowo tetap menekankan bahwa ia ingin memberi kesempatan kepada masing-masing lembaga untuk melakukan pembenahan internal secara mandiri. Ia memahami bahwa di balik kasus-kasus yang mencuat, masih banyak aparat yang bekerja baik dan tetap menjaga integritas.
Pernyataan ini menunjukkan pendekatan yang ingin ia bangun, yaitu kombinasi antara ketegasan dan kepercayaan terhadap mekanisme internal lembaga. Pembenahan, menurut dia, sebaiknya dimulai dari dalam agar perubahan bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Jaga Kehormatan Institusi dan Kepercayaan Publik
Bagi Prabowo, menjaga nama baik TNI dan Polri berarti menjaga kepercayaan rakyat. Ia menilai legitimasi institusi negara sangat ditentukan oleh perilaku aparat di dalamnya. Karena itu, ulah segelintir oknum tidak boleh dibiarkan merusak citra lembaga secara keseluruhan.
Dorongan pembenahan yang ia sampaikan di Hambalang menegaskan bahwa reformasi bukan semata soal memperbaiki sistem, tetapi juga soal memulihkan kehormatan institusi. Dalam pandangannya, aparat negara harus berdiri di atas prinsip profesionalisme, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat.
Lewat pesan tersebut, Prabowo ingin memastikan bahwa TNI dan Polri tetap menjadi institusi yang kuat, bersih, dan layak mendapat kepercayaan penuh dari rakyat Indonesia.











