"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Macet 3 Jam, Suami Stres Gara-Gara Istri Lupa Bawa Makeup

Perjalanan Mudik yang Penuh Dilema dan Pengalaman Tak Terduga

Perjalanan mudik Lebaran 2026 di Malaysia menjadi momen yang tidak terlupakan bagi seorang pasangan suami istri. Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam dalam kemacetan lalu lintas menuju kampung halaman, sang istri tiba-tiba menyadari bahwa ia lupa membawa tas makeup-nya. Hal ini membuat situasi semakin membingungkan, terutama bagi sang suami yang harus mengambil keputusan sulit.

Dalam unggahan viral di media sosial Threads, pria tersebut membagikan cerita tentang dilemata yang dihadapinya. Ia harus memilih antara kembali menempuh perjalanan pulang-pergi selama enam jam untuk mengambil kosmetik yang tertinggal atau mengeluarkan dana sekitar 300 ringgit Malaysia (sekitar Rp 1,2 juta) untuk membeli perlengkapan baru. Di tengah situasi ini, ia mencari dukungan dari warganet.

Banyak saran yang masuk, dengan mayoritas menyarankan agar ia memilih opsi kedua. Alasan utamanya adalah prinsip “Happy wife, happy life”. Bahkan, penyanyi ternama Malaysia, Siti Nurhaliza, memberikan komentar yang menarik perhatian. Ia menyarankan agar sang suami membeli makeup baru sebagai hadiah Lebaran untuk istrinya. Menurutnya, “Sedekah terbaik adalah yang diberikan kepada istri dan keluarga. Insya Allah rezekinya akan dilipatgandakan.”

Beberapa warganet lain menilai bahwa biaya penggantian seluruh perlengkapan makeup “hanya” sekitar 300 ringgit. Namun, ada juga yang memberi solusi lebih hemat. Salah satu pengguna menyarankan agar ia membeli produk secukupnya di apotek dengan biaya di bawah 50 ringgit, selama tetap membuat sang istri merasa percaya diri.

Pada unggahan lanjutan, pria tersebut mengungkapkan bahwa setelah berdiskusi dengan istrinya, mereka akhirnya sepakat untuk membeli perlengkapan makeup baru di apotek terdekat. Kisah ini pun menjadi pengingat bagi para pemudik agar lebih teliti sebelum berangkat, termasuk dengan membuat daftar barang bawaan agar tidak ada yang tertinggal.

Pemudik Tersesat di Hutan

Selain kisah pasangan suami istri tersebut, ada juga kisah pemudik asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang tersesat di kawasan hutan pada malam hari, Senin (23/3/2026). Mudik yang awalnya lancar berubah menjadi situasi menegangkan.

Pemudik itu adalah Arif Irawan (37) bersama istri dan anaknya. Mereka tersesat di kawasan hutan setelah nekat mengikuti jalur alternatif. Jalur tersebut direkomendasikan oleh aplikasi peta demi memangkas waktu tempuh menuju Kabupaten Pekalongan. Kapolsek Bodeh Iptu Santosa mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari pemudik yang mengalami kesulitan di tengah hutan.

Awal diketahui, pemudik itu meminta bantuan call center 110 dan kami pun langsung bergegas mendatangi lokasi untuk mengevakuasi saudara Arif bersama istri dan anaknya,” kata Santosa melalui keterangan resminya pada Senin (23/3/2026).

Setelah ditemukan, Arif dan keluarganya langsung dibawa ke rumah perangkat desa setempat untuk beristirahat. Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Sepeda motor yang digunakan korban sempat tertinggal di lokasi karena kondisi jalan yang sulit dilalui. Personel Polsek Bodeh bersama warga mengevakuasi sepeda motor milik saudara Arif yang masih berada di kawasan hutan, mengingat kondisi jalan yang berlumpur karena selesai hujan.

Setelah kondisi membaik, Arif dan keluarga kemudian diantar oleh polisi hingga sampai ke tujuan di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Pendaki Tersesat di Bukit Klotok

Kisah lainnya terjadi pada dua pendaki yang tersesat di kawasan Bukit Klotok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (29/12/2025) malam. Niat mengambil jalan pintas membuat mereka tersesat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Joko Ariyanto, menjelaskan, laporan awal diterima melalui layanan darurat 112 sekitar pukul 20.04 WIB.

Laporan dua pendaki tersesat tersebut masuk ke Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri sebagai laporan penyelamatan manusia. Dua pendaki tersebut dalam kondisi selamat. Setelah menerima tiket laporan dari 112, petugas kami langsung melakukan verifikasi dengan menghubungi survivor untuk memastikan kondisi dan lokasi kejadian,” kata Joko saat dikonfirmasi Selasa (30/12/2025).

Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui kedua pendaki awalnya turun dari Jalur Selogajah. Namun, karena ingin segera sampai ke bawah, mereka memutuskan mengambil jalur pintas yang dianggap lebih cepat. Survivor ini terburu-buru ingin turun sehingga memilih jalur pintas. Karena tidak memahami medan dan hanya mengikuti jalur yang terlihat, mereka akhirnya menemui jalan buntu di kawasan Lembah Tretes,” jelasnya.

Merasa tersesat dan situasi mulai tidak aman, kedua pendaki kemudian memutuskan kembali ke titik awal di Puncak Bengkah. Sambil bergerak kembali, mereka menghubungi layanan 112 sebagai langkah antisipasi jika kondisi darurat kembali terjadi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Kediri langsung bergerak menuju kawasan Bukit Klotok. Tim pendaki dikerahkan hingga ke Pos 1 Proliman untuk berjaga sekaligus mempermudah proses pencarian. Kami lakukan assessment awal dan terus berkomunikasi dengan survivor agar pergerakan mereka terpantau dan evakuasi bisa dilakukan dengan aman,” terang Joko.

Sekitar pukul 21.40 WIB, kedua survivor akhirnya berhasil bertemu dengan tim URC BPBD Kota Kediri dalam kondisi selamat. Cuaca saat kejadian dilaporkan hujan ringan di sebagian wilayah Kota Kediri, namun situasi tetap terkendali.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *