"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Sports  

Kisah Baim Wong yang Hancur Akibat Kesulitan Ekonomi

Kehidupan Baim Wong yang Penuh Perjuangan

Di balik kesuksesannya saat ini, Baim Wong pernah mengalami masa terendah dalam hidupnya. Pada masa itu, ia kehilangan sumber penghasilan utamanya dan harus membangun kembali kehidupannya dari nol. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga baginya.

Masa Kelam yang Tak Terlupakan

Periode kelam yang dialami Baim Wong terjadi sekitar tahun 2018 hingga 2020. Saat itu, dunia sinetron yang selama ini menjadi sumber penghasilannya tiba-tiba terhenti. Keputusan untuk keluar dari sinetron menjadi titik balik yang penuh risiko bagi dirinya.

Tanpa pemasukan tetap, Baim harus mencari cara untuk bertahan hidup. Ia mengakui bahwa pada masa itu, ia tidak mampu memenuhi kewajiban finansialnya, termasuk cicilan rumah yang selama ini menjadi tanggungannya. Hal ini menjadi momen yang sangat menyesakkan baginya.

Perjuangan Tanpa Henti

Baim tidak memilih untuk menyerah di tengah keterpurukan. Ia justru menjadikan masa sulit tersebut sebagai awal untuk bangkit. Dari berbagai usaha hingga merambah dunia digital, Baim mencoba segala cara untuk keluar dari keterpurukan.

Ia sempat membuka banyak restoran, namun sebagian besar tidak memberikan keuntungan yang stabil. “Saya sebenarnya banyak bangun restoran, sudah 10 restoran lah. Saya buka restoran dari tahun 2007 sampai balik modal, ya uangnya kebanyakan habis di situ,” jelasnya.

Tidak Bergantung pada Orang Tua

Baim mengaku tidak terbiasa meminta bantuan finansial kepada keluarganya. Ia lebih memilih bertahan sendiri tanpa bergantung pada orang tua. “Susahnya itu karena nggak pernah minta lagi uang dari papa mama. Ya itu nggak terbiasa untuk minta,” katanya.

Karena tidak memiliki pemasukan tetap saat itu, Baim bahkan sempat berniat menjual mobil pribadinya, sebuah Alphard, demi bertahan hidup. “Ya akhirnya nggak punya uang, ya maunya jual barang,” bebernya.

Titik Balik dalam Karier

Beruntung, niat tersebut akhirnya urung dilakukan setelah ia mendapatkan pekerjaan baru. Dari situlah perlahan kondisinya mulai berubah. “Akhirnya dapat kerjaan, ya nggak jadi jual,” katanya.

Dari situ, Baim mulai membangun karier di dunia digital melalui YouTube. “Dari nggak ada kerjaan sampai buat YouTube karena nggak ada kerjaan,” ujarnya.

Namun tanpa diduga, kanal YouTube miliknya justru berkembang pesat dan menjadi titik balik dalam kehidupannya. “Sangat. Sangat. YouTube jadi titik balik,” ujarnya.

Pelajaran Berharga dari Pengalaman

Konten yang ia buat saat itu, terutama yang menampilkan aksi berbagi kepada orang lain, ternyata mendapat respons besar dari masyarakat. “Nggak sengaja karena kita video yang suka bagi-bagi buat orang senang. Dulu kan namanya social experiment,” tutur Baim.

Dari pengalaman tersebut, Baim belajar bahwa karier di dunia hiburan membutuhkan keberanian untuk terus beradaptasi. “Kalau saya tambah lama tambah berumur, masih menunggu pekerjaan dari orang kayaknya agak takut. Harus memikirkan pekerjaan yang kita buat sendiri,” ujarnya.

“Dari sinetron ke film, dari film ke YouTube, dari YouTube ke TikTok, sekarang jadi director, producer. Itu perjalanan yang butuh keberanian,” kata Baim.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *