Kerja Sama Strategis Telkom, NeutraDC, dan F5 dalam Pengembangan Solusi Konektivitas AI

Telkom, NeutraDC, serta F5, Inc. (NASDAQ: FFIV) secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam acara Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Selasa (3/3). Kolaborasi ini bertujuan untuk membangun solusi konektivitas berbasis kecerdasan buatan (AI) yang aman, skalabel, dan siap menghadapi masa depan di Indonesia.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh CEO NeutraDC Andreuw Th.A.F., Chief Revenue Officer F5 Chad Whalen, serta disaksikan oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan kapabilitas data center dan managed services NeutraDC dengan solusi keamanan AI dan pengiriman aplikasi milik F5. Tujuannya adalah menghadirkan layanan konektivitas berbasis AI yang tidak hanya andal, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pelanggan di era digital saat ini.
MWC merupakan ajang global yang mempertemukan para pelaku industri digital dunia untuk saling berbagi tren, inovasi, serta peluang kolaborasi. Acara ini juga menjadi momen penting bagi TelkomGroup untuk memperluas kemitraan internasional sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem digital global.
Dalam rangkaian MWC, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, melakukan sejumlah pertemuan strategis dengan mitra teknologi global. Tujuan dari pertemuan ini adalah memperkuat ekosistem kemitraan TelkomGroup dalam pengembangan infrastruktur digital yang didorong oleh AI.
Agenda yang dibahas mencakup penjajakan kolaborasi pada pengembangan data center hyperscale, penguatan solusi konektivitas, serta eksplorasi model bisnis baru berbasis managed services dan platform digital. Menurut Seno, TelkomGroup tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga integrasi layanan digital bernilai tambah tinggi.
“Salah satu inisiatif yang didorong adalah pengembangan ekosistem digital di Indonesia melalui integrasi antara data center, konektivitas, cloud environment, serta kapabilitas keamanan aplikasi berbasis AI,” jelas Seno. Ia menambahkan bahwa NeutraDC sebagai penyedia layanan data center nasional memiliki kemampuan dalam menyediakan layanan colocation, compute, dan connectivity. Melalui kolaborasi ini, NeutraDC akan memperkuat nilai tambah ekosistem layanannya dengan dukungan terhadap keamanan aplikasi dan pengelolaan lingkungan multi-cloud bagi pelanggan.
CEO NeutraDC Andreuw Th.A.F. menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi NeutraDC untuk memperkuat posisi sebagai AI-ready digital infrastructure provider. “Kolaborasi dengan F5 menjadi langkah strategis NeutraDC dalam memperkuat kapabilitas AI Connectivity di atas infrastruktur data center kami. Dengan mengintegrasikan solusi AI security dan application delivery F5 ke dalam managed services NeutraDC, kami dapat menghadirkan layanan yang tidak hanya andal dari sisi infrastruktur, tetapi juga aman, adaptif, serta mampu mendukung kebutuhan workload AI dan aplikasi mission-critical pelanggan,” ujar Andreuw.
Ia menambahkan bahwa sinergi ini akan memperkaya portofolio layanan NeutraDC, khususnya dalam mendukung pelanggan enterprise yang mengadopsi arsitektur hybrid dan multi-cloud. “Kami melihat kebutuhan pelanggan terhadap keamanan aplikasi, visibilitas trafik, serta optimalisasi performa semakin meningkat seiring adopsi AI dan cloud. Melalui kolaborasi ini, NeutraDC siap menjadi mitra strategis dalam perjalanan transformasi digital pelanggan dari hulu ke hilir,” ucapnya.
Sementara itu, Chief Revenue Officer F5 Chad Whalen menyebut Indonesia sebagai pasar strategis dengan pertumbuhan ekonomi digital yang signifikan. “F5 berkomitmen menghadirkan solusi keamanan aplikasi dan pengiriman yang mampu melindungi aplikasi modern di lingkungan multi-cloud dan AI-driven. Melalui kolaborasi dengan NeutraDC, kami dapat mengintegrasikan teknologi F5 lebih dekat dengan infrastruktur data center lokal sehingga pelanggan di Indonesia memperoleh solusi AI Connectivity yang terintegrasi, aman, dan memiliki performa optimal,” ujarnya.
“Inisiatif ini juga sejalan dengan agenda strategis pemerintah Indonesia dalam mempercepat transformasi digital nasional, memperkuat kedaulatan dan keamanan data, serta membangun fondasi infrastruktur digital yang resilien,” tambah Seno. Ke depan, para pihak akan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk menyusun rencana implementasi yang terstruktur, termasuk aspek teknis, operasional, komersial, serta tata kelola, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, NeutraDC dan F5 berharap dapat menghadirkan fondasi AI Connectivity yang kokoh bagi pelaku industri di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing nasional dalam menghadapi era transformasi digital berbasis kecerdasan buatan.












