Ringkasan Gempa Bumi di Kalimantan Timur
Pada hari Jumat, 13 Maret 2026 pukul 10.31.32 WIB, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 2,8 di wilayah timur laut Bontang, Kalimantan Timur. Berdasarkan data yang diperoleh, pusat gempa berada pada kedalaman 7 kilometer di bawah permukaan bumi. Lokasi gempa ini berada pada koordinat 0,99 Lintang Utara (LU) dan 118,82 Bujur Timur (BT), atau sekitar 177 kilometer dari kota Bontang.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG menyampaikan bahwa informasi awal ini ditujukan untuk kecepatan penyampaian data, sehingga hasil pengolahan bisa berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk.
Rincian Data Gempa BMKG
Berikut rincian lengkap tentang gempa bumi yang terjadi:
- Magnitudo: 2,8
- Tanggal: 13 Maret 2026
- Waktu: 10:31:32 WIB
- Koordinat: 0,99 LU – 118,82 BT
- Lokasi: 177 km Timur Laut Bontang, Kalimantan Timur
- Kedalaman: 7 km
BMKG juga memberikan peringatan bahwa informasi ini masih dalam proses pemrosesan dan dapat berubah jika data tambahan tersedia.
Sumber Informasi Resmi untuk Memantau Gempa
BMKG menyediakan beberapa sumber resmi untuk memantau gempa bumi secara cepat dan langsung, antara lain:
-
Gempa Bumi Real-time BMKG – Menampilkan daftar gempa terbaru termasuk waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, dan lokasi.
Link -
Halaman Gempa Bumi Terkini BMKG – Informasi gempa bumi terbaru yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Link -
InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) – Situs inti untuk informasi gempa signifikan dan potensi tsunami, termasuk katalog kejadian penting.
Link -
Aplikasi Resmi Info BMKG – Aplikasi mobile untuk Android dan iOS yang menyediakan informasi gempa bumi real-time, prakiraan cuaca, kualitas udara, serta potensi tsunami.
Download di Play Store / App Store (Info BMKG App)
BMKG juga aktif membagikan update gempa melalui akun media sosialnya (@infoBMKG) di platform seperti X, Facebook, dan Instagram.
Cara Cek Info Gempa di Situs Resmi BMKG
Untuk mengecek informasi gempa terkini, ikuti langkah-langkah berikut:
- Buka situs utama BMKG:
Link - Pilih menu “Gempabumi & Tsunami”.
- Klik “Gempabumi Terkini” atau “Real-time” untuk melihat daftar gempa terbaru.
- Informasi gempa muncul lengkap dengan data magnitudo, lokasi, dan waktu kejadian.
Dengan aplikasi Info BMKG, Anda juga dapat menyalakan notifikasi gempa di ponsel, sehingga mendapat peringatan dini ketika kejadian terjadi.
Mengapa Informasi Gempa BMKG Penting?
BMKG mengoperasikan jaringan seismograf luas dan sistem peringatan dini gempa serta tsunami untuk memberi informasi cepat dan akurat kepada publik. Dalam sistem InaTEWS, informasi gempa dan potensi tsunami dapat terbit hanya dalam beberapa menit setelah gempa terjadi, dengan parameter seperti:
- Waktu kejadian
- Magnitudo
- Kedalaman
- Peta guncangan (shakemap)
Info ini sangat penting untuk langkah keselamatan.
Langkah Keselamatan Saat Gempa
Berikut langkah keselamatan yang disarankan jika terjadi gempa:
Sebelum Gempa
- Siapkan alat darurat seperti senter, radio, dan P3K.
- Identifikasi titik aman di rumah (bawah meja yang kuat, sudut ruangan).
- Lakukan latihan evakuasi secara berkala.
Saat Gempa
- Drop, Cover, and Hold On — turun ke lantai, berlindung di bawah meja kokoh, dan pegang posisi sampai getaran berhenti.
- Jauhi jendela kaca, rak tinggi, dan peralatan yang bisa jatuh.
Setelah Gempa
- Periksa keselamatan diri dan orang sekitar.
- Waspadai gempa susulan.
- Jika di daerah pesisir dan merasa gempa kuat berkepanjangan, siaga potensi tsunami — segera menjauhi pantai.
Mengetahui lokasi titik aman dan rencana evakuasi keluarga dapat menyelamatkan nyawa saat kejadian.
Arti Skala I–X pada Informasi Gempa BMKG
Dalam setiap rilis gempa bumi, BMKG tidak hanya menyebut magnitudo, tetapi juga menampilkan skala intensitas I–X. Skala ini dikenal sebagai Skala Intensitas MMI (Modified Mercalli Intensity), yang menggambarkan seberapa kuat gempa dirasakan di permukaan, bukan besar energi gempanya.
-
Skala I–II (Tidak Dirasakan – Sangat Lemah)
I: Tidak dirasakan manusia, hanya terekam alat seismograf.
II: Dirasakan sangat lemah oleh beberapa orang dalam kondisi diam. -
Skala III–IV (Lemah)
III: Dirasakan nyata di dalam rumah, benda gantung sedikit bergoyang.
IV: Dirasakan banyak orang, pintu dan jendela berderik. -
Skala V–VI (Sedang)
V: Hampir semua orang merasakan, barang ringan jatuh, jam dinding berhenti.
VI: Kerusakan ringan mulai terjadi, retak rambut pada dinding. -
Skala VII–VIII (Kuat – Merusak)
VII: Kerusakan sedang, bangunan kualitas rendah rusak.
VIII: Kerusakan berat, dinding runtuh, perabot besar bergeser. -
Skala IX–X (Sangat Kuat – Hancur)
IX: Kerusakan sangat berat, bangunan roboh sebagian besar.
X: Kehancuran hampir total, tanah retak, infrastruktur lumpuh.
Penting Dipahami
- Magnitudo ≠ Intensitas
Magnitudo: energi gempa (satu nilai).
Intensitas (I–X): dampak gempa di suatu lokasi (bisa berbeda tiap daerah).
Gempa magnitudo kecil bisa terasa kuat jika: - Dangkal
- Dekat pemukiman
- Struktur tanah lunak
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











