Kepulangan Motor yang Dicuri, Seorang Guru Merasa Lega
Seorang guru SD di Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, bernama Elpiah (45), akhirnya bisa merasa lega setelah motor yang dirampas oleh pelaku begal berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian dalam waktu kurang dari 24 jam. Kejadian ini sempat viral di media sosial dan menjadi sorotan masyarakat.
Elpiah, yang mengenakan seragam dinas cokelat (PNS/Guru), menunjukkan reaksi emosional yang kuat saat menjadi korban begal. Video yang beredar luas menunjukkan ia menangis tersedu-sedu karena syok. Kejadian tersebut terjadi pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, di Jalan Simpang 4 PT BAU, Desa Negeri Agung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.
Pelaku diketahui bernama Diki Restu Septiawan (24), warga Kota Palembang. Sebelumnya, sekitar pukul 10.30 WIB, pelaku mengambil sepeda motor Honda Beat Street warna biru BG 2103 EAF milik Arsal Efendi yang terparkir di depan rumahnya di Desa Lubuk Betung, Kecamatan Merapi Selatan. Setelah itu, di persimpangan jalan PT BAU, pelaku kembali melakukan aksi dengan menodongkan senjata tajam jenis parang kepada korban Elpiah (45), seorang guru, dan merampas sepeda motor Honda Scoopy warna putih BG 4050 EAW yang dikendarainya, lalu melarikan diri sambil meninggalkan motor hasil curian pertama di lokasi kejadian.
Penangkapan Pelaku dalam Waktu Singkat
Mendapat laporan dari masyarakat serta beredarnya video kejadian melalui WhatsApp, Kapolsek Merapi Barat, Iptu Chandra Kirana, segera memerintahkan Kanit Reskrim, Ipda Andriko, bersama Tim Amfibi Unit Reskrim untuk melakukan olah TKP dan pengejaran. Petugas melakukan penyekatan di sejumlah titik jalur lintas Muara Enim–Lahat.
Pelaku sempat mencoba melarikan diri saat akan dihentikan di Simpang Servo, namun akhirnya berhasil diamankan saat bersembunyi di Desa Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui seluruh perbuatannya dan langsung dibawa ke Polsek Merapi Barat untuk proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek Merapi Barat, Iptu Chandra Kirana, menjelaskan bahwa modus pelaku mencuri motor korban. “Seorang wanita yang berprofesi sebagai guru di Kecamatan Merapi Selatan, yang saat itu sedang mengendarai motor warna putih merek Scoopy, dicuri oleh pelaku dengan modus menyetop kendaraan korban dengan senjata tajam,” kata Iptu Chandra.
Pelaku melancarkan aksinya dengan modus yang cukup unik namun merugikan. Pelaku meninggalkan sepeda motor Beat Street miliknya yang kondisinya sudah tua atau sudah bongkar pasang, kemudian membawa lari motor milik korban. “Pelaku ini juga sebelumnya sudah mengambil satu unit sepeda motor Beat warna biru, kemudian di perjalanan ketemulah korban kedua guru tersebut. Pelaku berniat mencuri honda guru tersebut sementara motor Beat pelaku ditinggalnya di lokasi,” sambungnya.
Tangis Histeris Ibu Guru
Sebelumnya, video saat korban yang bernama Elpiah menangis histeris setelah menjadi korban begal beredar luas di media sosial. Dalam potongan video yang diunggah akun Baturaja Update, terlihat korban yang mengenakan seragam dinas cokelat (PNS/Guru) menangis tersedu-sedu karena syok. Dari narasi yang diunggah, mengatakan bahwa peristiwa terjadi pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, saat korban bernama Elpiah hendak pulang dari sekolah.
Sambil terisak, guru tersebut berusaha menjelaskan ciri-ciri pelaku yang saat itu mengenakan topi berwarna putih. Ibu guru tersebut juga mengungkapkan rasa sedihnya mengingat ia baru saja bisa mengendarai sepeda motor. “Kami ini baru bisa membawa motor tiga bulan inilah,” ungkapnya sambil ditenangkan oleh warga sekitar.
Melalui unggahan resmi Polsek Merapi Barat, Elpiah menyampaikan apresiasi mendalam setelah berhasil menangkap pelaku dan motornya kembali. “Saya Elpiah asal Desa Gunung Agung, saya berdinas di SD Negeri 1 Merapi Selatan, saya banyak mengucapkan terima kasih kepada Polsek Merapi dan Polres Lahat yang telah bekerja keras untuk menemukan pelaku pencurian motor kami dan alhamdulillah motor beserta pelakunya sudah tertangkap,” kata Elpiah.











