"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Drama Restoran Bibi Kelinci: Zendhy Kusuma Diduga Curangi Makanan, Pemilik Jadi Tersangka

Perkembangan Terbaru dalam Kasus Nabilah O’Brien dan Zendhy Kusuma

Kasus yang melibatkan Nabilah O’Brien, pemilik restoran Bibi Kelinci, dan gitaris Zendhy Kusuma kini memasuki babak baru yang mengejutkan. Awalnya, Nabilah merasa dirugikan setelah video yang menunjukkan Zendhy Kusuma dan istrinya tidak membayar makanan di restorannya viral di media sosial. Namun, situasi justru berbalik arah ketika Nabilah resmi menyandang status tersangka.

Video tersebut menjadi bahan utama yang memicu perdebatan dan konflik antara kedua belah pihak. Dalam rekaman yang beredar, Zendhy Kusuma dan istrinya disebut-sebut meninggalkan restoran tanpa menyelesaikan pembayaran. Tuduhan ini kemudian memicu tindakan hukum dari pihak Zendhy Kusuma.

Tindakan Hukum yang Berawal dari Video Viral

Setelah video tersebut viral, Zendhy Kusuma memilih untuk melaporkan Nabilah O’Brien atas dugaan pencemaran nama baik. Hal ini dilakukan setelah ia merasa dirugikan oleh penyebaran informasi yang menurutnya tidak benar. Laporan tersebut akhirnya membuat Nabilah O’Brien menjadi tersangka dalam kasus ini.

Nabilah O’Brien mengungkapkan kekecewaannya terhadap langkah yang diambil oleh Zendhy Kusuma. Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Jumat (6/3/2026), ia menyampaikan rasa herannya terhadap peningkatan kasus ini.

“Kenapa klien kami menjadi tersangka ketika banyak sekali akun CCTV di mana-mana? Saya juga nggak tahu. Kita semua sama-sama bingung satu Indonesia ini mungkin dengan penetapan tersangka klien saya,” ujar Goldie Natasya, kuasa hukum Nabilah O’Brien.

Tuntutan Ganti Rugi yang Fantastis

Selain menjadi tersangka, Nabilah O’Brien juga dihadapkan dengan ancaman ganti rugi sebesar Rp1 miliar. Namun, Nabilah menilai nominal tersebut tidak sebanding dengan nilai makanan yang diambil oleh Zendhy Kusuma dan istrinya.

“Uang 1 miliar itu sangat tidak masuk akal dibandingkan dengan makanan yang kalian ambil,” ujar Nabilah O’Brien.

Goldie Natasya menjelaskan kronologi laporan yang dilakukan oleh Zendhy Kusuma. Awalnya, Nabilah O’Brien hanya menuntut permintaan maaf secara publik dan personal kepada karyawan restoran. Namun, Zendhy Kusuma justru memberikan balasan somasi yang menuntut ganti rugi sebesar Rp1 miliar.

“Mereka mengakui melalui balasan somasi, bahwa mengambil makanan dan minuman tersebut,” terang Goldie Natasya.

Konflik yang Berlanjut ke Ranah Hukum

Tuntutan yang diajukan oleh Zendhy Kusuma tidak ditanggapi positif oleh pihak Nabilah O’Brien. Konflik pun berlanjut ke ranah hukum. Nabilah O’Brien kemudian melaporkan Zendhy Kusuma ke Polsek Mampang Prapatan.

Namun, Zendhy Kusuma tidak tinggal diam. Ia melayangkan laporan balik terhadap Nabilah O’Brien atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

“Bu Nabilla dilaporkan atas pencemaran nama baik dan menyerang kehormatan serta melakukan fitnah melalui media elektronik, gitu,” terang Goldie Natasya terkait kasus hukum Nabilah O’Brien dan gitaris Zendhy Kusuma.

Kesimpulan

Perkembangan kasus ini menunjukkan bagaimana sebuah video bisa memicu konflik yang semakin kompleks. Dari awalnya dugaan pencurian makanan, kasus ini kini berubah menjadi tuntutan hukum yang saling berlawanan. Bagaimana perkembangan selanjutnya masih harus menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *