JAKARTA – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pernyataan tegas yang menunjukkan dukungan penuh bangsa Indonesia terhadap rakyat Iran dalam menolak agresi militer yang mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Perasaan ini disampaikan melalui surat dukacita yang diberikan kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, yang ditujukan kepada Pemimpin Tertinggi Sementara, Presiden, dan seluruh rakyat Republik Islam Iran.
Dalam surat tersebut, Megawati menegaskan bahwa bangsa Indonesia berdiri bersama rakyat Iran dalam menolak segala bentuk agresi militer sepihak yang dianggap melanggar kedaulatan negara dan membahayakan perdamaian dunia. Surat ini disampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, sebagai perwakilan dari Presiden ke-5 Republik Indonesia.
- Dalam surat yang ditulis atas kapasitasnya sebagai Presiden ke-5 Republik Indonesia, mewakili keluarga besar Bung Karno, dan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati secara eksplisit menyebutkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan militer mendadak yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026.
- “Dengan hati terkejut dan sangat berduka, saya Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer mendadak yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026,” tulis Megawati dalam suratnya.
Megawati menekankan bahwa sikap ini sejalan dengan prinsip yang dipegang Indonesia sejak era Bung Karno, yaitu penyelesaian konflik harus ditempuh melalui dialog, perundingan yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional, bukan melalui kekerasan dan penggunaan kekuatan bersenjata.
- Atas nama pribadi dan keluarga besar Bung Karno, serta mewakili bangsa dan rakyat Indonesia yang mencintai perdamaian, keadilan, dan kedaulatan negara merdeka, Megawati menyampaikan simpati dan solidaritas yang tulus bagi keluarga, pemerintah, dan seluruh rakyat Iran.
- “Kepada keluarga besar Almarhum Ayatullah Ali Khamenei, para pemimpin dan ulama Iran, serta seluruh rakyat Iran, izinkan saya menyampaikan doa agar Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang melapangkan tempat beliau di sisi-Nya, menerima segala amal perjuangannya, serta mengampuni segala kekhilafannya,” tulis Megawati dalam suratnya.
Selain itu, Megawati juga mendoakan agar rakyat Iran dikaruniai kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melewati masa-masa sulit ini serta mampu menjaga kemerdekaan, kehormatan, martabat, dan kedaulatan negerinya.
Dalam suratnya, Megawati juga mengungkapkan kedekatan historis dan ideologis antara Indonesia dan Iran. Ia menyebut Ayatollah Ali Khamenei memiliki kedekatan batin dan pemikiran dengan perjuangan Bung Karno. Berbagai kesaksian menunjukkan bagaimana sejak usia muda almarhum mengagumi Bung Karno, membaca pemikirannya, dan menjadikan pengalaman Indonesia, terutama Pancasila dan semangat Dasa Sila Bandung, sebagai referensi.
- “Sebagai putri tertua Bung Karno, seorang penggagas Konferensi Asia-Afrika dan salah satu arsitek Gerakan Non-Blok, saya merasakan secara mendalam ikatan historis dan ideologis antara rakyat Indonesia dan rakyat Iran. Persaudaraan ini terjalin bukan hanya melalui diplomasi formal, melainkan juga melalui kesamaan nasib sebagai sesama bangsa yang menentang berbagai bentuk penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan, serta menginginkan tatanan dunia yang lebih adil dan bermartabat,” kenang Megawati.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











