Perkembangan Industri Pertahanan di Bengaluru, India
Bengaluru, kota yang dikenal sebagai pusat teknologi di India, menjadi tempat yang menarik untuk mengamati perkembangan industri pertahanan (indhan) negara tersebut. Dalam kunjungan ke beberapa perusahaan indhan di kota ini, terlihat bahwa baik perusahaan pemerintah maupun swasta saling berkompetisi dalam memenuhi kebutuhan militer nasional.
Salah satu perusahaan yang dikunjungi adalah Bharat Electronics Limited (BEL). Di sini, para jurnalis internasional diajak melihat langsung berbagai produk yang digunakan oleh Angkatan Bersenjata India. Salah satu contohnya adalah komponen penting dalam produksi Kapal Induk INS Vikrant (R 11), yang merupakan kapal induk pertama buatan dalam negeri. Direktur Eksekutif BEL, K Kumar, menjelaskan bahwa perusahaan ini menjadi mitra strategis bagi militer dan juga bekerja sama dengan perusahaan global seperti Boeing dan Safran. “Pertumbuhan kami berlandaskan pada inovasi berkelanjutan dan kemitraan yang terpercaya,” ujarnya.
BEL tidak hanya menyediakan sistem radar militer, tetapi juga sistem komunikasi taktis dan strategis, serta fasilitas manufaktur presisi canggih. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan teknologi drone, termasuk drone kamikaze. Pengembangan ini semakin memperkuat posisi BEL sebagai pemain utama dalam industri pertahanan India.
Sementara itu, kunjungan juga dilakukan ke SSS Defence, sebuah perusahaan swasta yang fokus pada desain, produksi, pengujian, dan sertifikasi senjata secara internal. Para jurnalis diberi kesempatan untuk mencoba berbagai jenis senapan sniper yang digunakan oleh pasukan khusus. Di antara senjata yang tersedia adalah 338 Saber, 308 Viper, T72 Viper DMR, hingga Raptor 300 Blackout. Semua senjata ini bisa dicoba dengan pengawasan petugas.
CEO SSS Defence Vivek Krishnan menjelaskan bahwa perusahaan ini menghasilkan berbagai jenis senjata, mulai dari senapan sniper hingga amunisi dan peredam. Ia menekankan bahwa reformasi kebijakan sejak 2016 telah membuka peluang bagi partisipasi sektor swasta. Akibatnya, SSS Defence mampu mengekspor senjata ke berbagai negara, termasuk Armenia, sambil menjajaki transfer teknologi.
Di luar kedua perusahaan tersebut, Astrome Technologies Pvt. Ltd., sebuah startup, juga menunjukkan kemampuannya dalam pengembangan teknologi komunikasi nirkabel. Perusahaan ini mengembangkan sistem backhaul serat optik nirkabel GigaMesh, modem satelit berbasis perangkat lunak, serta terminal satelit multiorbit panel datar ZetaSat. CEO Astrome Technologies Venkatesh Kumaran menjelaskan bahwa pengembangan teknologi ini mengutamakan kebutuhan India, dengan klaim paten dalam antena susunan bertahap dan optimasi konstelasi komunikasi.

CEO Astrome Technologies Venkatesh Kumaran di Bengaluru, India. – (/Erik Purnama Putra)











