Upacara Militer untuk Pemakaman Wakil Presiden Ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno
Jenazah Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh kesan haru dan khidmat, mengiringi jenazah yang dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Rintik hujan turun sesaat saat upacara militer berlangsung, menambah suasana kelabu yang menggambarkan rasa duka. Meski cuaca tidak mendukung, prosesi pemakaman tetap berjalan lancar. Tenda-tenda yang telah disiapkan di sekitar lokasi membuat para pelayat dan pasukan tetap dapat mengikuti upacara dengan tertib.
Setelah beberapa saat hujan reda, langit tetap berwarna kelabu ketika Presiden Prabowo Subianto selaku inspektur upacara melangkah menuju pusara untuk meletakkan karangan bunga. Momen ini berlangsung dalam suasana hening, dengan suara trompet yang mengalun mengiringi penghormatan terakhir.
Jenazah Try Sutrisno tiba di TMP Kalibata dengan peti yang dibalut bendera Merah Putih dan disambut oleh pasukan TNI dari satuan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres). Iring-iringan jenazah memasuki kompleks makam diiringi drum marching band dan tembakan salvo sebagai bentuk penghormatan militer.
Puncak prosesi ditandai dengan pembacaan naskah apel persada oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa duka cita atas wafatnya almarhum dan mengapresiasi jasa-jasa yang telah diberikan.
“Kami Presiden Republik Indonesia atas nama negara bangsa dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum,” ucap Prabowo dengan lantang.
Dia kemudian menyebutkan nama dan riwayat jabatan almarhum, mulai dari Panglima ABRI periode 1988-1993 hingga Wakil Presiden RI periode 1993-1998. Prabowo juga menyampaikan doa agar arwah almarhum mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar.
Sesaat setelah pembacaan apel persada, dentuman tembakan salvo kembali pecah di udara, menandai penghormatan terakhir bagi Try Sutrisno yang wafat pada usia 90 tahun. Liang lahat almarhum disiapkan di sisi makam Pramono Edhie Wibowo dan Ani Yudhoyono, tidak jauh dari pusara Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Besari.
Sejak Senin siang, suasana di sekitar area pemakaman telah tertata rapi. Prajurit TNI berjaga di sejumlah titik pengamanan, sementara para pelayat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah mantan presiden dan wakil presiden hadir dalam upacara tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa para mantan presiden dan mantan wapres hadir sekitar pukul 13.30 di area pemakaman. Tokoh-tokoh yang hadir antara lain Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), serta Wapres ke-11 RI Boediono. Mereka tampak memakai jas hitam dan langsung duduk di kursi barisan tamu VVIP lainnya.
Selain itu, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir di area pemakaman. Mereka antara lain Mensesneg, Prasetyo Hadi; Menlu, Sugiono; Menteri Kebudayaan, Fadli Zon; Menteri Agama, Nasaruddin Umar; dan Utusan Presiden, Hashim Djojohadikusumo.
Kondisi Kesehatan Almarhum
Putra almarhum, Taufik Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan ayahnya menurun karena faktor usia dan tidak memiliki riwayat penyakit khusus. “Bapak sih karena memang sudah usia, semuanya kan menurun, umur segitu, enggak ada yang spesial sakit khusus ya karena memang sudah usia ya, menurun dari kemampuan napasnya, atau semacamnya,” ujar Taufik.
Menurutnya, Try telah menjalani perawatan sejak 16 Februari karena mengalami penurunan nafsu makan. Tim dokter RSPAD bersama tim kepresidenan disebut telah memberikan penanganan medis secara maksimal.
Kenangan dari Mantan Panglima ABRI
Mantan Panglima ABRI, Jenderal (purn) Wiranto, mengenang Try Sutrisno sebagai sosok yang sederhana dan patuh terhadap konstitusi. “Kesederhanaannya, kepatuhan terhadap konstitusi, perjuangan yang selalu membela kebenaran dan berkiblat kepada sesuatu yang menjadi keyakinan beliau,” ujar Wiranto, saat melayat ke rumah duka Try Sutrisno, Senin (2/3).
Wiranto menambahkan bahwa Try Sutrisno selalu mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi dan golongan. “Dan saya kira, itu satu sikap yang memang harus kita teladani. Sikap yang perlu dicontoh bagi, baik sebagai prajurit maupun bagi teman-teman yang saat ini duduk ya di dalam jabatan-jabatan kenegaraan,” kata Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan itu.











