"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Israel vs Iran: Siapa yang Lebih Kuat Militernya?

Perang Israel vs Iran pada Juni 2025: Ujian Kekuatan Militer yang Berlangsung Singkat

Perang antara Israel dan Iran pada bulan Juni 2025 menjadi ujian besar pertama bagi kedua negara dalam menghadapi konflik militer langsung. Momentum ini menunjukkan kemampuan Israel untuk mengatasi pertahanan udara Iran serta menyabotase aset militer Iran secara efektif. Aliansi Israel dengan Amerika Serikat juga berperan penting dalam mempercepat pencapaian tujuan dalam konfrontasi singkat tersebut.

Menurut data dari Encyclopaedia Britannica, baik Iran maupun Israel memiliki kekuatan militer yang kuat. Namun, belum ada kepastian tentang bagaimana situasi akan berjalan jika konflik terus berkepanjangan. Perang pada Juni 2025 menjadi momen penting yang menguji kemampuan masing-masing pihak dalam skala yang lebih luas.

Sistem Pertahanan Udara Israel dan Dukungan Internasional

Sistem pertahanan udara Israel seperti Arrow, David’s Sling, dan Iron Dome, bersama bantuan dari Amerika Serikat dan sekutu lainnya, telah berhasil menangkis sebagian besar rudal yang datang dari Iran dalam beberapa konfrontasi sejak tahun 2024. Meskipun demikian, masih ada ketidakpastian tentang bagaimana Iran akan menghadapi konflik jangka panjang dengan Israel.

Iran memiliki keunggulan dalam hal wilayah yang jauh lebih luas dibandingkan Israel. Luas daratan Iran hampir 74 kali lipat dari wilayah Israel. Selain itu, jumlah pasukan aktif Iran mencapai sekitar 600.000 personel, dengan tambahan 350.000 pasukan cadangan. Sementara itu, Israel hanya memiliki sekitar 170.000 pasukan aktif dan 450.000 pasukan cadangan.

Kekuatan militer Israel juga bisa terpengaruh oleh tingkat kelelahan perang setelah bertahun-tahun konflik di Jalur Gaza. Di sisi lain, Iran memiliki jumlah tank, artileri, dan angkatan laut yang lebih besar. Mereka juga telah mengembangkan jaringan luas kelompok militan sekutu dan angkatan bersenjata yang dikendalikan negara, dikenal sebagai Poros Perlawanan yang didukung oleh Pasukan Quds rahasia.

Meskipun Israel memiliki keunggulan teknologi dan angkatan udara, serta dinas intelijen yang canggih, ukuran relatif dan jangkauan regional Iran dapat membantunya bertahan dalam perang yang lebih lama.

Iran Tidak Akan Bernegosiasi dengan AS

Sebelumnya, kepala keamanan Iran, Ali Larijani, menyampaikan pernyataan di X bahwa negaranya tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini merespons laporan bahwa pejabat Teheran berencana menghidupkan kembali pembicaraan dengan Washington. Larijani, yang merupakan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pernah menjadi penasihat mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelumnya, Iran telah memperingatkan akan pembalasan besar setelah serangan oleh AS dan Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Pada hari Sabtu, Teheran membalas dengan serangan yang dilaporkan terjadi di seluruh Timur Tengah. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa mereka akan menyerang Israel dan pangkalan militer AS dalam operasi serangan dahsyat.

Sebagai tanggapan, Trump memperingatkan Teheran untuk tidak membalas, dengan mengatakan: “Jika mereka melakukannya, kami akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya”.

Konflik Meluas ke Lebanon

Pada hari ketiga, pertempuran melebar ke Lebanon. Perang Amerika Serikat-Israel vs Iran telah memasuki hari ketiga dan konfliknya meluas ke negara-negara Teluk. Pertempuran menyebar ke Lebanon semalam ketika Israel dan Hizbullah saling baku tembak. Ledakan dilaporkan terjadi di Beirut selatan, sementara Israel memerintahkan penduduk di 50 kota dan desa di Lebanon untuk mengungsi menjelang serangan.

Fakta-Fakta Terbaru

Donald Trump menyatakan bahwa pertempuran terhadap Iran akan terus berlanjut sampai semua tujuannya tercapai, dalam sebuah pidato video. Dia mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak korban jiwa dari pihak AS setelah Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa tiga anggota militer AS telah tewas dan lima lainnya luka parah dalam serangan Iran.

Pada dini hari Senin, Israel mulai melancarkan serangan terhadap target yang menurut mereka adalah sasaran Hizbullah di Lebanon, setelah kelompok militan tersebut menembakkan roket ke arah Israel. Para pejabat Iran melaporkan sedikitnya 153 orang tewas setelah serangan terhadap sebuah sekolah perempuan, dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut insiden itu sebagai tindakan barbar.

Rudal Iran telah menghantam kota Beit Shemesh dan menewaskan sedikitnya sembilan orang, menurut layanan ambulans Israel, Magen David Adom. Ini adalah serangan paling mematikan terhadap Israel sejak perang ini dimulai.

Uni Emirat Arab melaporkan tiga orang tewas sejak Sabtu akibat serangan balasan Iran, sementara ledakan juga dilaporkan terjadi di Bahrain, kota Erbil di Irak, dan Yordania.

Harga minyak global melonjak saat pasar dibuka di Asia pada Senin pagi. Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengatakan Inggris akan mengizinkan AS untuk mengambil tindakan defensif dari pangkalan militer Inggris tetapi tidak akan bergabung dalam tindakan ofensif sekarang.

Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) telah mengonfirmasi bahwa mereka menanggapi dugaan serangan pesawat tak berawak terhadap sebuah pangkalan di Siprus.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *