"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Podcast Tribun: Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Ketahanan Pangan Sulawesi Utara

Podcast Tribun Manado dengan Aster Kasdam XIII/Merdeka

Pada hari Rabu, 25 Februari 2026 pagi, podcast Tribun Manado kembali menghadirkan pembicara yang menarik. Kali ini, berlangsung di Studio Tribun Manado yang terletak di Jalan AA Maramis, Kelurahan Kairagi 2, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut. Topik yang dibahas dalam edisi kali ini adalah “Sinergi TNI dan Masyarakat Menjaga Ketahanan Pangan Lokal”.

Podcast ini dipandu oleh Jurnalis Tribun Manado, Ferdi Guhuhuku, dan turut hadir sebagai narasumber yaitu Kolonel Inf Daniel E. S Lalawi, yang merupakan Aster Kasdam XIII/ Merdeka. Pembahasan dilakukan secara mendalam dan informatif, memberikan wawasan tentang peran TNI dalam membangun ketahanan pangan serta menjaga lingkungan.

Peran Aster Kasdam XIII/Merdeka dalam Pembinaan Teritorial

Kolonel Inf Daniel E. S Lalawi menjelaskan bahwa tugasnya sebagai Aster (Asisten Teritorial) Kodam 13 Merdeka adalah untuk membantu Panglima Kodam dalam melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial. Dalam konteks ini, TNI tidak bekerja sendiri, tetapi bekerja sama dengan masyarakat. Hal ini sangat penting karena sesuai dengan sistem pertahanan rakyat semesta, di mana seluruh elemen masyarakat terlibat langsung dalam upaya pertahanan negara.

Ia juga menyampaikan bahwa sejak tahun 2025, wilayah teritorial Kodam 13 Merdeka telah mengalami perubahan. Di wilayah Sulawesi Tengah, sudah ada Kodam baru bernama Kodam 23 Palakawira. Oleh karena itu, kini wilayah teritorial Kodam 13 Merdeka hanya mencakup dua provinsi, yaitu Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Peran TNI dalam Ketahanan Pangan

TNI memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan. Menurut Kolonel Daniel, hal ini berkaitan erat dengan ketahanan wilayah dan nasional. Suatu negara yang kuat dalam ketahanan pangan akan lebih mandiri dan bisa menghasilkan pangan sendiri tanpa bergantung pada impor.

Ia mencontohkan bagaimana TNI dapat menangani bencana seperti yang terjadi di Aceh beberapa waktu lalu. Dengan ketahanan pangan yang baik, TNI dapat mendistribusikan bantuan pangan ke daerah-daerah yang terkena dampak bencana tanpa harus mengandalkan bantuan dari luar. Ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan adalah bagian penting dari stabilitas bangsa.

Fokus pada Pengembangan Pertanian di Sulawesi Utara

Di Sulawesi Utara, TNI fokus pada pengembangan pertanian, terutama sawah. Sebab, padi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. TNI bekerja sama dengan komunitas lokal dan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, untuk membuka lahan pertanian baru. Selain itu, TNI juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka bisa menanam di pekarangan sendiri, sehingga bisa menghemat biaya dan meningkatkan kemandirian.

Selain padi, TNI juga memperhatikan komoditas lain seperti cabai. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan menghindari inflasi. Ia juga menyampaikan bahwa TNI tidak bekerja sendiri, tetapi bekerja sama dengan Babinsa dan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan).

Gerakan Asri: Bersih, Aman, Rapi, dan Indah

Gerakan asri yang dicanangkan oleh Presiden juga menjadi salah satu fokus TNI. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk mengubah mindset masyarakat terhadap kebersihan dan lingkungan. TNI tidak hanya melakukan pembersihan sampah, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menjaga lingkungan.

Program 3 bulan dan 6 bulan dijalankan untuk mengatasi masalah sampah. Dalam 3 bulan pertama, fokus pada pembersihan fisik, sedangkan dalam 6 bulan ke depan, fokus pada sistem pengolahan sampah. TNI juga bekerja sama dengan dinas-dinas terkait, seperti DLH (Dinas Lingkungan Hidup), untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif.

Koordinasi dengan Instansi dan Masyarakat

Kolonel Daniel menjelaskan bahwa TNI hadir untuk membantu, bukan mengambil alih tugas instansi-instansi lain. Koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting dalam menjalankan program-program tersebut. Misalnya, dalam pembersihan sampah, TNI bekerja sama dengan Pemprov dan Pemkot Manado.

Sama halnya dalam program ketahanan pangan, TNI bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Bulog. Program LTT (Luas Tambah Tanam) dan Sergab Gabah (Sosialisasi Gabah) dilakukan untuk meningkatkan produksi pangan dan menjaga stabilitas harga.

Respon Masyarakat dan Target Ke Depan

Respon masyarakat terhadap program-program TNI cukup positif. Meskipun ada tantangan, TNI terus berupaya untuk memberikan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya ketahanan pangan dan lingkungan.

Target ke depan dari Kodam 13 Merdeka adalah meningkatkan ketahanan pangan hingga mencapai swasembada dan menciptakan lingkungan yang bersih, aman, rapi, dan indah. Dengan sinergi yang baik antara TNI dan masyarakat, harapan besar tercipta kesejahteraan dan stabilitas bagi seluruh rakyat Indonesia.






Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *