TEHERAN — Pakistan kembali melakukan serangan udara terhadap ibu kota Afghanistan, Kabul, serta dua provinsi lainnya pada Jumat (27/2/2026), beberapa jam setelah serangan lintas perbatasan. Peristiwa ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik antara kedua negara tetangga yang sebelumnya telah menandatangani gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar pada tahun 2025.
Serangan tersebut terjadi setelah berbulan-bulan bentrokan saling balas antara pasukan Afghanistan dan Pakistan. Pada Kamis malam, pasukan Afghanistan disebut melakukan serangan terhadap pos-pos perbatasan Pakistan, sebagai respons atas serangan udara mematikan yang sebelumnya dilakukan oleh pihak Pakistan. Pemerintah Taliban menggambarkan tindakan ini sebagai pembalasan atas serangan-serangan sebelumnya.
Beberapa jam kemudian, tiga ledakan terdengar di wilayah ibu kota Afghanistan, Kabul. Namun, hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai lokasi spesifik serangan atau jumlah korban jiwa. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu memiliki kemampuan untuk “menghancurkan” para agresor yang melancarkan serangan ke wilayah negara tetangga.
“Pasukan kami memiliki kemampuan penuh untuk menghancurkan ambisi agresif apa pun,” kata Sharif, seperti dikutip dari halaman X pemerintah Pakistan. Ia juga menambahkan bahwa seluruh bangsa berdiri bahu-membahu dengan angkatan bersenjata Pakistan.
Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Penyeberangan perbatasan darat antara kedua negara sebagian besar ditutup sejak pertempuran mematikan pada Oktober 2025, yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua belah pihak. Islamabad menuduh pemerintahan Taliban gagal bertindak terhadap kelompok militan yang melakukan serangan di wilayah Pakistan, sementara pihak Taliban membantah tudingan tersebut.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, meminta kedua pihak untuk menjaga perlindungan warga sipil sesuai dengan hukum internasional. “Kedua pihak harus terus berupaya menyelesaikan perbedaan melalui diplomasi,” ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, mengatakan bahwa serangan terhadap Afghanistan merupakan respons yang setimpal terhadap agresi Taliban. Sementara itu, juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menyatakan bahwa Pakistan juga melakukan serangan udara di Kandahar dan daerah lainnya di provinsi tenggara Pakistan.
Afghanistan mengklaim bahwa militer mereka meluncurkan serangan lintas perbatasan ke Pakistan pada Kamis malam sebagai balasan atas serangan udara Pakistan di daerah perbatasan Afghanistan pada hari Minggu. Negara tersebut juga menyatakan bahwa mereka berhasil merebut lebih dari 12 pos militer Pakistan.
Upaya untuk mencapai kesepakatan jangka panjang antara kedua negara tampaknya semakin sulit. Gencatan senjata awal yang ditengahi oleh Qatar dan Turki pada bulan Oktober terlihat semakin goyah.
Korban dan Laporan Kematian
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengungkapkan bahwa 55 tentara Pakistan tewas dalam serangan pada Kamis, termasuk beberapa jenazah yang dibawa ke Afghanistan. Beberapa lainnya ditangkap hidup-hidup. Di sisi lain, delapan tentara Afghanistan tewas dan 11 lainnya luka-luka.
Namun, Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menyatakan bahwa jumlah tentara Pakistan yang tewas hanya dua orang, dengan tiga lainnya terluka. Ia juga menyebutkan bahwa 36 pejuang Afghanistan dilaporkan tewas. Mosharraf Ali Zaidi, juru bicara Perdana Menteri Pakistan, membantah adanya penangkapan tentara Pakistan.
Perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan sepanjang 2.611 km, dikenal sebagai Garis Durand, masih belum diakui secara resmi oleh Afghanistan. Otoritas Afghanistan sedang melakukan evakuasi kamp pengungsi di dekat perbatasan Torkham setelah beberapa pengungsi terluka dan 13 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas. Di sisi Pakistan, penduduk juga dievakuasi ke daerah yang lebih aman, sementara beberapa pengungsi Afghanistan yang menunggu untuk kembali ke Afghanistan juga dipindahkan.
Ketegangan antara kedua negara tetangga ini telah berlangsung selama beberapa bulan, dengan bentrokan perbatasan yang mematikan pada Oktober 2025, yang menewaskan puluhan tentara, warga sipil, dan tersangka militan. Kekerasan ini terjadi setelah ledakan di Kabul yang oleh pejabat Afghanistan dituduhkan kepada Pakistan. Saat itu, Islamabad melakukan serangan jauh di dalam Afghanistan untuk menargetkan tempat persembunyian militan.











