CO.ID – Jakarta. ABB meluncurkan program Automation Extended, sebuah inovasi strategis yang merupakan pengembangan dari sistem kontrol terdistribusi (DCS) yang dirancang untuk membantu industri melakukan modernisasi tanpa mengganggu operasional atau menyebabkan disrupsi. Program ini didukung oleh pengalaman ABB yang telah teruji dalam instalasi DCS terbesar di dunia serta visinya tentang otomatisasi masa depan. Automation Extended menjelaskan bagaimana kapabilitas otomatisasi di masa depan dapat diperkenalkan secara bertahap, sambil tetap mempertahankan integritas sistem sekaligus memberikan fleksibilitas, skalabilitas, dan efisiensi yang dibutuhkan untuk memasuki era baru operasional industri.
Operasional industri saat ini menghadapi tantangan seperti pasar yang volatil, ancaman keamanan siber, tekanan regulasi, serta perubahan dinamika tenaga kerja yang cepat. Automation Extended dari ABB dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan inovasi yang tepat dan cepat tanpa mengganggu produksi. Program ini juga mendukung analisis dan integrasi IoT, sekaligus menyederhanakan sistem operasional agar lebih mudah dikendalikan.
Operator tetap dapat mengandalkan sistem ABB yang sudah teruji seperti ABB Ability System 800xA®, ABB Ability Symphony Plus, dan ABB Freelance, sambil secara bertahap mengadopsi teknologi baru tanpa mengganggu operasional. Pendekatan ini menciptakan jalur modernisasi yang terstruktur dan minim risiko, menjaga kesinambungan operasional sekaligus membuka ruang bagi inovasi.
Automation Extended menawarkan pendekatan modernisasi sistem yang terstruktur bagi pelaku industri Indonesia di berbagai sektor, termasuk pembangkitan listrik hingga minyak dan gas. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk bertransformasi sesuai ritme dan kesiapan masing-masing tanpa risiko gangguan operasional.
Berdasarkan platform ABB yang telah terpercaya, Automation Extended memberikan peningkatan kinerja yang langsung terasa, sehingga operasional menjadi lebih efisien, lebih bersih, dan lebih cerdas. Program ini juga memberikan kepercayaan jangka panjang melalui jalur transformasi yang terarah menuju operasi yang semakin otonom, guna mendukung pencapaian tujuan bisnis perusahaan.
“Di berbagai industri yang kami layani, banyak dari mereka mengoperasikan infrastruktur berskala besar dan kompleks dalam penyediaan sumber daya penting—pelaku industri yang kami dukung mengandalkan modernisasi yang tidak mengganggu operasional,” ujar Peter Terwiesch, President, ABB Automation business area, Rabu (25/2) lalu.
Menurutnya, Automation Extended membawa kapabilitas yang siap untuk masa depan ke dalam sistem yang telah mereka kenal dan percaya, dengan keamanan dan interoperabilitas sebagai fondasi utama.
Program Automation Extended diimplementasikan melalui lingkungan yang modern, terbuka, dan modular, yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas, skalabilitas, serta integrasi yang mulus di berbagai sektor industri. Berlandaskan prinsip separation of concerns, ekosistem otomatisasi ini mencakup dua lingkungan yang terpisah namun saling terhubung secara aman, yaitu:
- Kontrol lingkungan, sebuah domain berbasis perangkat lunak yang dirancang untuk menjamin kontrol proses kritis berjalan secara stabil, presisi, dan dapat diprediksi.
- Lingkungan digital, terintegrasi secara aman dengan lapisan sistem kontrol, memungkinkan penerapan aplikasi tingkat lanjut, edge intelligence, serta sistem analitik secara real-time. Lingkungan ini memanfaatkan AI dan machine learning guna mendukung pengambilan keputusan tanpa mengganggu struktur kontrol yang telah terbukti.
Pendekatan layanan otomatisasi yang terpadu, menyeluruh, dan terintegrasi diterapkan untuk pengelolaan serta pemeliharaan berbagai lingkungan teknologi tersebut, guna memastikan manajemen siklus hidup ekosistem dan optimalisasi berjalan secara efektif.
Dengan mengintegrasikan teknologi baru seperti Open Platform Communications Unified Architecture (OPC UA) sebagai sarana komunikasi utama, serta arsitektur cloud-native untuk mengelola kedua lingkungan yang memanfaatkan kontainerisasi, orkestrasi, dan layanan modular, ekosistem ini memungkinkan berbagai peningkatan kapabilitas.
Peningkatan tersebut mencakup kemampuan mendeteksi dan mengoreksi adanya anomali dalam proses secara proaktif, mengoptimalkan strategi pemeliharaan melalui pemantauan kondisi aset kritis secara berkelanjutan, hingga meningkatkan praktik rekayasa melalui pendekatan modular yang efisien dan siap diterapkan di berbagai platform perangkat keras. Arsitektur ini menghadirkan skalabilitas dan kelincahan, sekaligus memastikan kinerja yang tangguh dan andal.











