"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kronologi data Rio Haryanto bocor di Solo, ini motifnya hingga sang pembalap F1 kecewa

Pembalap Mobil Indonesia, Rio Haryanto Kecewa Data Pribadinya Disebar oleh Pegawai Kelurahan di Solo

Pembalap mobil ternama asal Indonesia, Rio Haryanto, mengungkapkan kekecewaannya setelah data pribadinya disebar oleh seorang pegawai kelurahan di Solo. Kejadian ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama karena data yang dibocorkan merupakan surat keterangan pengantar pernikahan yang dibuat pada tahun 2024.

Kronologi Penyebaran Data Pribadi Rio Haryanto

Berdasarkan informasi yang beredar, penyebaran data pribadi Rio Haryanto dilakukan oleh seorang pegawai kelurahan di Solo. Ia mengunggah foto yang berisi dokumen tersebut ke media sosial dengan caption yang menyebutkan nama Rio Haryanto. Caption tersebut mencerminkan rasa bangga atas layanan yang diberikan kepada pembalap ternama tersebut.

Unggahan tersebut langsung menjadi viral dan mendapat banyak respons dari netizen. Salah satu akun media sosial, @abeliaelora, memberikan komentar yang menyoroti ketidaksesuaian tindakan tersebut. Ia menilai bahwa pegawai pemerintah tidak seharusnya membagikan foto-foto yang bersifat pribadi tanpa sensor atau perlindungan privasi.

“Guys, sebenernya pegawai pemerintah tuh boleh ngeshare ky gini gak sih? Bukannya trmsuk privasi ya? Yg bersangkutan sering bgt ngeshare kerjaannya ky gini dan seringnya tanpa sensor. Ngeri juga kalau semisal kita ngurus berkas tp pegawainya ky gini yg ada stiker mataharinya itu aku yg edit krna isinya data pribadi orang tp gak ditutup/disensor,” tulis akun tersebut.

Tindakan Tegas dari Wali Kota Solo

Mengetahui hal tersebut, Wali Kota Solo, Respati Ardi, segera mengambil tindakan tegas. Pegawai yang diduga melakukan penyebaran data pribadi Rio Haryanto langsung meminta maaf melalui akun media sosialnya.

“Selamat siang, matur nuwun atas aduannya, saat ini petugas sudah ditindak lanjuti nggih,” tulis akun @respatiardi.

Motif Petugas Kelurahan Solo dalam Menyebar Data Rio Haryanto

BKPSDM Kota Solo menjelaskan motif dari tindakan petugas kelurahan tersebut. Petugas yang berinisial A merasa bangga bisa melayani publik figur seperti Rio Haryanto. Hal ini terlihat dari komentar yang ia tuliskan dalam unggahan tersebut.

“Kebanggaan tersendiri ketika melayani seorang public figur. Karena di komen yang dibuat dia itu kan juga ada kebanggaan bahwa melayani Mas Rio dan ibunya juga ramah dan lain lain begitu,” jelas Beni, dikutip dari Kompas.com.

Meskipun telah meminta maaf, petugas tersebut tetap terancam sanksi disiplin. Sanksi yang diberikan bisa berupa teguran lisan, teguran tertulis, hingga pemecatan jika tingkat kesalahannya cukup berat.

“Ringan itu, teguran lisan, teguran tertulis. Yang sedang itu nanti ada pemotongan gaji dari mulai 6 bulan sampai dengan 9 bulan. Terus yang berat itu nanti pemberhentian karena untuk PPPK itu kalau beratnya tidak ada penurunan jabatan, tidak ada penurunan apapun, maka kalau untuk berat langsung ke pemberhentian,” ungkap Beni.

Rio Haryanto Merasa Kecewa

Beni menyampaikan bahwa Rio Haryanto merasa kecewa karena data pribadinya dibocorkan. Ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi, baik di tempatnya sendiri maupun di lingkungan masyarakat lainnya.

“Dari Mas Rio ya kecewa berkaitan dengan pelayanan yang dilakukan. Karena itu kan data yang privasi ya tidak perlu untuk diumbar di media. Tetapi secara prinsip kami kemarin mewakili pemerintah kota memohon maaf kepada Mas Rio,” katanya, Jumat (20/2/2026).

Rio Haryanto juga ingin memastikan bahwa tidak ada lagi tindakan serupa yang terjadi. Ia berharap semua pihak dapat menjaga privasi dan memberikan pelayanan yang profesional serta etis.

“Mas Rio ingin memastikan tidak boleh ada lagi yang seperti itu terjadi baik di tempatnya Mas Rio sendiri atau kepada orang lain atau masyarakat yang meminta pelayanan di masing masing kelurahan dan OPD ya. Terus kepastian jaminan bahwa dari pelayanan itu mempunyai komitmen yang sama untuk tidak melakukan hal hal yang seperti itu,” ungkapnya.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *