"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Ibu di Sukabumi Menyindir Pahlawan Kesiangan Usai Dituduh Bunuh Anak Tiri

Penjelasan Ibu Tiri Terkait Kematian Anak Tirinya

Ibu tiri TR akhirnya buka suara terkait kematian NS (12), anak tirinya yang meninggal dunia. Dalam pernyataannya, ia membantah bahwa dirinya melakukan penganiayaan terhadap korban. Menurut TR, NS meninggal karena mengidap penyakit parah yang disebut kanker darah atau leukimia.

TR menjelaskan bahwa NS memang memiliki riwayat sakit sejak lama. “Anak itu sakit aja, sakit panas. Kalau kemarin sih informasinya dari saksi pak Surahmat yang diperiksa di Polsek tapi tidak memberikan bukti otentiknya ya hanya melihat dari HP,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa NS didiagnosa menderita kanker darah dan autoimun.

Selain itu, TR menyampaikan bahwa luka bakar yang dialami NS disebabkan oleh panas dalam, bukan karena penganiayaan. “Karena kanker darah itu, informasi dari saksi,” tambahnya.

Persoalan Awal Mula

Menurut TR, awal mula isu penganiayaan bermula dari ayah korban, Anwar Satibi. Ia menyebut bahwa ayah NS adalah orang pertama yang memviralkan kematian putranya. TR mengungkap bahwa Anwar langsung mengirimkan video ke guru ngajinya, kemudian diteruskan ke Haji Isep.

Dari situ, Haji Isep datang ke rumah sakit dan langsung menginterogasi NS saat dalam kondisi sekarat. “Bapaknya itu langsung video, dikirim ke pak ustaz guru ngajinya, sama guru ngajinya diteruskan lagi ke haji Isep. Haji Isep langsung datang ke situ (rumah sakit), langsung interogasi anak, padahal anak sudah dalam keadaan sekarat lah gitu,” jelas TR.

Alasan NS Memanggil “Mama”

TR juga menjelaskan alasan NS memanggil “mama” saat ditanya tentang penganiayaan. Menurutnya, itu bukan pengakuan atas penganiayaan, tetapi hanya untuk meminta dirinya menjelaskan kondisi penyakit NS. “Jadi mungkin itu (ketika anak bilang) ‘mama, mama’ menurut saya itu karena manggil aja, biar saya yang jelaskan, namanya anak udah selang-seling (sekarat) mungkin,” ujar TR.

Ia menyatakan bahwa keterlibatan netizen dalam menggoreng isu ini membuat situasi semakin memburuk. “Belum ada apa-apa langsung diupload, sama Haji Isep, ya itulah sama netizen digoreng,” tambahnya.

Emosi dan Kekecewaan

TR mengaku sangat syok dengan tuduhan penganiayaan yang dilayangkan kepadanya. Ia menyatakan bahwa dirinya pasrah kepada Tuhan. “Kalau saya kan pasrah aja, Allah yang Maha Tahu. Kalau memang ini membuat anak saya tenang, ya apa boleh buat,” ujarnya.

Namun, TR juga menyampaikan ketidakpuasan terhadap cara kematian NS dibahas di media sosial. Ia menilai bahwa memviralkan kematian tidak akan mengembalikan nyawa NS. “Toh anak saya kan sudah hilang, sudah tidak ada, saya berduka ini. Apa dengan diautopsi, diviralkan, apa keuntungan buat saya? Anak tidak bisa hidup lagi,” ujarnya dengan nada emosional.

Bantahan Pihak Ayah

Di sisi lain, paman korban, Isep Mahesa, menyampaikan pandangan berbeda. Menurut Isep, NS sempat mengalami luka bakar di berbagai bagian tubuh. “Banyak luka bakar, ada yang di tangan, ada yang di paha, di belakang, pinggang, kaki, di mukanya juga di hidungnya, banyak,” katanya.

Isep menjelaskan bahwa NS menunjuk ibu tirinya sebagai pelaku penganiayaan. “Anak tersebut bisa menjawab sesuai dengan bukti yang ada di video. Almarhum disuruh minum air panas katanya sama mamanya,” tambahnya.

Kesimpulan

Peristiwa kematian NS menjadi sorotan publik, dengan dua narasi yang saling bertolak belakang. TR membantah tuduhan penganiayaan dan menyatakan bahwa NS meninggal karena penyakit. Sementara itu, pihak ayah dan keluarga menilai ada indikasi kekerasan yang dilakukan oleh ibu tiri. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan belum menemui titik terang.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *