"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Rocky Gerung Dukung Ketua BEM UGM, Ingatkan Tiyo: Tak Perlu Takut, Presiden Prabowo Tak Mungkin

Peran Rocky Gerung dalam Melindungi Kebebasan Berpendapat

Pengamat politik sekaligus mantan dosen Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung, memberikan dukungan kuat terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. Ia menegaskan bahwa Tiyo tidak perlu takut menghadapi ancaman dan tekanan yang dialaminya setelah menyampaikan kritik tajam terhadap pemerintah terkait kasus anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Teror yang diterima oleh Tiyo berupa penguntitan, penyebaran isu tidak benar, hingga ancaman pembunuhan. Rocky Gerung yakin bahwa aksi teror tersebut tidak berasal dari lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai bahwa ancaman itu justru datang dari kelompok the fifth column atau koloni kelima, yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan sendiri.

“Jika dia (Tiyo) diancam, saya tidak percaya yang mengancam itu adalah presiden. Tidak mungkin Presiden Prabowo mengancam,” ujar Rocky Gerung dalam wawancara di kanal YouTube Rocky GerungOfficial.

Ia juga menekankan bahwa kritik yang disampaikan Tiyo adalah bentuk pendapat akademis yang didasarkan pada data, bukan karena kebencian personal terhadap Presiden Prabowo. Tiyo hanya menggunakan haknya sebagai mahasiswa untuk menyampaikan pandangan dalam konteks demokrasi.

“Sekali lagi, itu adalah pendapat akademis dengan menguji data, dengan memperhatikan opini publik. Teman ini (Tiyo) proporsional untuk mengucapkan itu di dalam kapasitasnya sebagai manusia akademis.”

Rocky Gerung menyarankan agar Tiyo tidak perlu takut, karena apa yang dialaminya adalah hal biasa bagi siapa pun yang berjuang untuk menegakkan demokrasi. Ia juga meminta pemerintah tidak merespons kritik secara berlebihan, karena ada pihak lain yang sengaja memicu suasana agar terjadi krisis politik.

Kritik Akademik dan Respons Istana

Tiyo Ardianto menegaskan bahwa kritik yang ia lontarkan tidak berasal dari rasa benci terhadap pemerintahan Prabowo. Ia hanya ingin menyampaikan pandangan dari perspektif seorang mahasiswa, tanpa niatan melakukan makar.

“Sebenarnya tidak ada yang membenci Bapak. Kita hanya membenci imajinasi terhadap Indonesia yang harus hancur karena apa yang Bapak lakukan atau mungkin juga Bapak tidak sadar sedang lakukan.”

Ia juga meminta Presiden Prabowo untuk rendah hati dan belajar, serta menjaga telinga terbuka agar bisa menerima masukan dengan baik.

Di sisi lain, Istana Kepresidenan merespons kabar adanya tindakan teror yang dialami Tiyo Ardianto. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa meskipun kritik adalah hal yang konstitusional, penyampaiannya harus tetap mengedepankan etika dan adab.

“Menyampaikan kritik atau masukan itu selalu kami sampaikan bahwa itu sah-sah saja. Nah, tetapi tentu kita mengimbau kepada semuanya untuk menyampaikan segala sesuatu itu dengan penuh tanggung jawab juga, kemudian juga mengedepankan etika, adab, adat-adat ketimuran gitu lho.”

Prasetyo Hadi juga menekankan pentingnya pemilihan diksi dalam berpendapat, termasuk menghindari kata-kata yang dianggap tidak sopan. Meski belum mengetahui pasti pelaku teror, ia memastikan bahwa konstitusi tetap menjamin kebebasan berpendapat.

“Kalau teror kita enggak tahulah siapa yang meneror ya. Tapi kalau berkenaan dengan apa yang disampaikan konstitusi kan menjamin kebebasan berpendapatnya ya. Maka sekali lagi yang bisa kita sarankan ya sampaikanlah dengan arif caranya, jalurnya yang bijak dan pemilihan diksi mungkin juga itu penting.”

Kesimpulan

Peristiwa teror terhadap Ketua BEM UGM menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pengamat politik dan tokoh akademik. Rocky Gerung menegaskan bahwa kritik yang disampaikan Tiyo adalah bentuk partisipasi demokratis yang sah. Sementara itu, respons dari Istana Kepresidenan menekankan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat.




Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *