Tahun Pertama Pemimpinan Wali Kota Jambi: Capaian dan Tantangan
Satu tahun pemerintahan pasangan Maulana–Diza Hazra Aljosha sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi telah membawa berbagai perubahan di berbagai sektor. Mulai dari kesehatan hingga transformasi birokrasi, kebijakan yang dijalankan menunjukkan progres yang cukup signifikan.
Seorang pengamat pemerintahan dari Universitas Jambi, Mochammad Farisi, mengungkapkan bahwa secara objektif, satu tahun pemerintahan ini menunjukkan capaian yang patut diapresiasi. Ia menyoroti kemajuan dalam pembangunan manusia, pelayanan publik, serta stabilitas ekonomi daerah.
“Data menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi mencapai sekitar 82 poin, tertinggi di Provinsi Jambi,” ujarnya. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, capaian Universal Health Coverage (UHC) hingga 100 persen dan dukungan pembiayaan premi BPJS menunjukkan komitmen kuat pemerintah kota dalam menjamin hak dasar kesehatan warga.
Program Kunci yang Dijalankan
Pemerintah Kota Jambi juga aktif dalam membangun infrastruktur, meningkatkan layanan publik, dan mendorong program berbasis masyarakat seperti program “Kampung Bahagia” sebagai upaya membangun kesejahteraan yang inklusif.
Namun, meskipun ada banyak capaian, Farisi menilai bahwa masih ada aspek yang perlu ditingkatkan. Pertama, konsistensi implementasi program agar tidak hanya bersifat simbolik tetapi berdampak nyata dan merata hingga tingkat masyarakat bawah. Kedua, penguatan tata kelola pemerintahan berbasis transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Ketiga, fokus pada persoalan mendasar perkotaan seperti pengentasan kemiskinan, pengelolaan tata kota, kualitas pelayanan publik, dan peningkatan daya saing ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, satu tahun pertama dapat dinilai sebagai fase konsolidasi yang menunjukkan arah yang cukup positif. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan bahwa capaian awal tersebut bertransformasi menjadi reformasi struktural jangka panjang yang mampu memperkuat kualitas pemerintahan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan Kota Jambi sebagai kota yang lebih maju, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Jargon dan Program Unggulan
Pemerintahan Maulana–Diza memiliki jargon “Kota Jambi Bahagia.” Dalam rangka membangun kota tersebut, terdapat 11 program unggulan, yaitu:
- Kartu Bahagia
- BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik)
- BANK HARKAT (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat)
- RUMEL (Ruang Milenial)
- Kampung Bahagia
- Lansia Bahagia
- Kota Tangguh
- Bahagia Berbudaya
- APEL KOTA
- BALAP (Bahagia Berintegritas Pelayanan Anti Pungli)
- Call Center Bahagia 112
Program-program ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Penjelasan Detail Program
Kartu Bahagia:
1. 49.212 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) telah terfasilitasi layanan Kesehatan gratis.
2. Memberikan Jaminan Sosial kepada 3.000 Pekerja Rentan, 1.650 Ketua RT, 1.114 PHL dan 1.316 Petugas Syara melalui Fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan.
3. Melakukan Pengecekan Kesehatan Gratis Terhadap 111.762 Warga Kota Jambi.
4. Beasiswa Kepada 2.070 Peserta Didik.
5. Pemasangan 13.235 Jaringan Gas Untuk Mengurangi Pengeluaran Rumah Target, dengan target 100.000 Sambungan Jaringan Gas Rumah Tangga.
6. Hadirnya Pembangunan Sekolah Rakyat Bagi Masyarakat Miskin Ekstrim Jenjang Pendidikan, SD, SMP dan SMA di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo yang mampu menampung 1.080 Peserta Didik.
Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat):
Menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Jambi berdaya saing dan terampil sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Telah memberikan kesempatan bekerja kepada lebih dari 2.000 orang di berbagai bidang industri pekerjaan, baik di daerah maupun program magang luar negeri.
BanHarkat (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat):
Sejalan dengan program Balikat, Pemerintah Kota Jambi bekerjasama bersama Perbankan telah menyiapkan bantuan modal usaha dengan suku bunga rendah 3 persen pertahun, sebesar Rp. 111,4 miliar bagi UMKM maupun Pengusaha pemula.
Ruang Milenial (Rumel):
Sebagai fasilitas produktivitas bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi dan bakat dengan berbagai fasilitas penunjang di Kawasan Terminal Rawasari, Pasar Jambi, dan Taman Banjuran Budayo dengan penyediaan internet gratis.
Kampung Bahagia atau 100 Juta per RT:
Upaya strategis Pemerintah Kota Jambi untuk pembangunan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang berlandaskan dengan semangat gotong royong ditingkat RT (Rukun Tetangga).
- Melantik dan melakukan retret serentak 1.650 Ketua RT terpilih.
- 67 RT Pilot Project Kampung Bahagia, dengan realisasi mencapai 125-200 persen.
- Capaian kegiatan, 212 Fisik dan 439 Non Fisik.
Lansia Bahagia:
Menjaga Lansia agar tetap produktif dimasa tua.
- Menghadirkan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang merupakan pendidikan non formal dengan berbagai rutinitas yang membuat Lansia lebih produktif dimasa tua.
- Memberikan bantuan terhadap Lansia yang tergolong kurang mampu, dan memberikan fasilitas kesehatan.
Kota Tangguh:
Melakukan pembangunan secara merata, khususnya dalam infrastruktur, penanggulangan banjir dan kebersihan. Sehingga menjadikan Kota Jambi sebagai kota tangguh terhadap bencana.
A. Infrastruktur dan pengendalian banjir:
1. Telah membenahi 459 infrastruktur jalan dan pembangunan 1 Jembatan.
2. Melakukan normalisasi sungai dan drainase.
3. Pembangunan Kolam Retensi seluas 9 hektar sebagai pusat pengendali banjir, yang juga akan dimanfaatkan sebagai tempat wisata.
B. Persampahan:
1. Telah menyalurkan Gerobak Motor pengangkut sampah disemua Kelurahan sebagai upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah tertutup yang melibatkan peran masyarakat (OPMB).
2. Melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk pembangunan industri briket di TPA Talang Gulo, sehingga sampah bernilai ekonomis dan mengurangi volume sampah di Kota Jambi.
3. Melakukan pengadaan mobil angkut sampah ramah lingkungan.
Dalam upaya mendukung mobilitas masyarakat, Pemerintah Kota Jambi juga telah melakukan kerja sama bersama pihak ketiga dengan melakukan pengadaan kendaraan bus listrik dan angkutan umum listrik, yang saat ini dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat.
Bahagia Berbudaya:
Pelestarian budaya yang mengangkat identitas lokal daerah.
- Melaksanakan kegiatan yang mengangkat nuansa Melayu sebagai identitas.
- Menggelar event dan festival yang mengangkat dari berbagai suku dan etnis, sebagai wujud Kota Jambi sebagai Kota yang harmonis dan toleran.
- Mendorong pelaksanaan Event secara rutin melalui Sport Tourism yang terhubung langsung ke situs dan Lokasi wisata potensial di Kota Jambi.
Apel Kota (Aparatur Pelayanan Kompeten dan Berintegritas) & Balap (Bahagia Berintegritas Pelayanan Anti Pungli):
1. Mengangkat 5.000 lebih tenaga honorer menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
2. Melakukan penguatan kapasitas ASN menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan bebas korupsi.
3. Sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Jambi.
Call Center Bahagia 112:
Pusat Layanan Gawat Darurat 24 Jam Gratis (Medis dan Non Medis).
- Merespon 6.152 keluhan dari Masyarakat sepanjang tahun 2025.
- Tingkat penyelesaian pengaduan 97,15 persen.











