"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kronologi Kucing Ditendang di Lapangan Kridosono Blora, Mintel Dikubur di Sawah

Keluarga Pemilik Kucing yang Ditendang di Lapangan Kridosono Akhirnya Buka Suara

Keluarga pemilik kucing yang ditendang di Lapangan Kridosono, Kabupaten Blora, akhirnya buka suara. Adik dari pemilik kucing, Firda Latifah Anwar (21), menceritakan kronologi kejadian tersebut.

Pada hari Minggu (25/1/2026) sekira pukul 08.30 WIB, Firda bersama kakaknya, Farida, pemilik kucing, berangkat dari rumah. Ia mampir ke pet shop membeli kalung harness untuk si Mintel, kucing yang ditendang.

Sekira pukul 09.00 WIB, mereka sampai di Lapangan Kridosono. Firda dan kakaknya memilih area yang sepi karena Mintel jarang ketemu orang. Sehingga ketika ketemu orang baru, Mintel cenderung takut.

“Di situ kita ganti-gantian buat nge-videoin. Yang pertama saya dulu yang di video megang Mintel, terus setelahnya kakak saya yang di video. Nah, kejadiannya itu waktu posisi saya yang nge-videoin kakak saya (Farida). Jadi videonya itu memang saya potong,” kata Firda.

“Awalnya itu videonya kita di jogging track itu, tapi Mintel posisi digendong. Jadi waktu Mintel mau turun, kita menepi ke arah di dekat Tribun. Jadi di situ Mintel jalan, Mbak saya pegang tali, terus saya nge-video posisi saya membelakangi si Bapak (terduga pelaku). Lalu si Bapak itu sempat tepuk tangan,” lanjut Firda.

“Kita memang mendengar ada suara tepuk tangan. Tapi karena lapangannya luas jadi kita tidak merasa kalau itu tuh ditunjukkan untuk kita. Jadi kita tetap jalan pelan-pelan,” jelasnya, saat ditemui di rumahnya, di Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora, Kamis (5/2/2026).

Setelah itu, saat jarak terduga pelaku PJ (69), dengan Mintel sudah dekat, PJ sempat mengucapkan sesuatu. Firda sempat menganggap bahwa ucapan PJ tersebut hanya bercanda saja.

“Jarak beberapa meter si Bapak (PJ) itu bilang ‘tak saduk’ gitu. Tapi karena kita di situ berpikir mungkin Bapaknya bercanda, jadi Mbak saya tuh cuma senyum aja gitu, senyum sambil megang si Mintel. Terus waktu di depan ternyata ditendang sama bapaknya. Kan di situ saya fokusnya ke kamera. Jadi saya juga kaget. ‘Loh piye makseude’ saya bilang gitu,” terangnya.

Akibat tendangan dari PJ itu, Mintel langsung kaget, melompat-lompat, dan lebih agresif. Lantaran sangat agresif usai kejadian itu, tali yang dipegang lepas. Firda langsung mematikan kamera videonya dan mengejar Mintel yang lari ke arah jalan raya.

“Di jalan raya, saya sama mbak saya kan panik. Jadi kita langsung kayak mengimbau orang-orang di situ kayak ‘Pak, Pak, ada kucing, Pak’. Terus ternyata Mintel itu dari jalan raya muter naik ke atas tribun. Jadi saya ngikut Mintel naik ke atas tribun, Mbak saya nunggu di bawah. Takutnya kalau nanti Mintel turun gitu, terjun ke bawah gitu kan. Terus saya pegang Mintel di atas tribun, posisi masih panik, Mintel juga panik. Saya masih gemetar, saya enggak megang HP,” terangnya.

Setelah itu, Firda menyebut, Farida kembali ke lapangan untuk menemui PJ, menanyakan maksud dan tujuan menendang si Mintel.

“Karena posisi awalnya mereka kan ngomongnya masih nada yang enggak teriak-teriak ya, jadi saya enggak terlalu dengar awal percakapannya itu apa. Tapi emang saya sempat lihat Bapaknya itu kayak gini-gini (mengepalkan tangan) gitu loh. Bapaknya itu kayak nantang.”

“Terus di situ Mbak saya sempat bertengkar. Ada omongan Bapaknya yang jelas, saya dengar itu bilang kucing, anjing, sapi, tanggung jawab pemilik. Di situ saya marah karena memang kan Mintel tanggung jawab kita dan kita sangat bertanggung jawab buat bawa Mintel ke situ gitu. Terus bapaknya masih lari, mbak saya itu ngejar, tapi enggak terkejar sama mbak saya,” jelasnya.

Usai kejadian itu, menurutnya, kakaknya sempat bertanya-tanya ke warga yang ada di sekitar Lapangan Kridosono, terkait identitas penendang Mintel. Sementara itu, Firda masih menggendong Mintel di atas Tribun.

“Saya di situ posisi masih nenangin Mintel di atas tribun. Terus sama sekali saya enggak megang HP karena posisinya Mintel itu masih agresif. Jadi kalau ditaruh sebentar aja dia langsung lompat-lompat lagi. Saya enggak berani naruh mental, jadi saya pegang terus gitu posisinya.”

“Di situ terus saya dibantuin sama warga sekitar sana. Di situ sempat dikasih air minum juga sama warga sekitar sana buat Mintel sama saya,” terangnya.

Setelah itu, sekira pukul 11:00 WIB, Firda, bersama kakaknya dan Mintel pulang ke rumah. “Di jam 11.00 WIB itu saya pulang ke rumah sama Mbak. Posisi saya di rumah sendirian, karena Mbak shift siang kerjanya. Bapak sama Ibu di luar kota. Karena si Mbak udah di Rembang, saya di rumah jaga Mintel. Di situ Mintel masih mau makan, tapi sedikit. Terus sedikit-sedikit rebahan gitu.”

“Jujur waktu itu saya agak trauma karena videonya kan di HP saya. Jadi saya sering putar-putar gitu loh. Saya sering buka videonya, saya putar ulang-ulang. Jadi saya agak takut lihat Mintel sebenarnya karena Mintel itu bukan kucing agresif, tapi tiba-tiba dia jadi agresif gitu kan. Jadi saya agak takut. Minggu malamnya masih tidur sama Mintel di kamar,” jelasnya.

Senin (26/1/2026) pagi, lanjut Firda, Mintel mau makan tapi hanya sedikit. Kemudian saat sore hari, ketika Mintel dijemur, kondisinya udah lemes, kepala disenderin, seperti tidak kuat membawa kepalanya.

“Terus karena posisi saya sendirian di rumah, mbak saya kerja di Rembang, jadi saya kan enggak bisa bawa ke dokter hewan. Karena saya enggak bisa ke sananya gitu. Jadi saya cuma beliin dia wet food. Itu aja dia udah enggak mau makan di Senin malam. Jadi saya suapin sedikit-sedikit,” jelasnya.

Senin malam, sekira pukul 22.30 WIB, kedua orang tua Firda sudah pulang dari luar kota. Mintel, terlihat masih ikut menyambut. Saat itu, Mintel memang tidak dimasukkan ke dalam rumah.

“Terus Selasa pagi, waktu Bapak mau ngasih makan Mintel, sudah enggak ada. Ternyata sampai siang itu masih nggak ada. Sampai malam juga dia nggak pulang,” jelasnya.

Kemudian, Firda bersama ayahnya berinisiatif untuk mencari Mintel di sekitar rumah. Namun tidak ketemu. Rabu (28/1/2026), Mintel juga belum pulang.

“Hari Rabu sore itu saya ke Rembang, karena Kamisnya ada acara sama Mbak. Terus di hari Jumat kita pulang sekitar jam 10.30 WIB, kita sampai rumah langsung cari Mintel. Carinya itu di tetangga-tetangga sekitar rumah. Jadi kita tanyain satu-satu sama tetangga. Terus ada tetangga yang bilang kalau kemarin nemuin kucing mati sekitar 2 hari yang lalu pakai kalung gitu.”

“Terus ibu sama Mbak ke sana buat konfirmasi itu emang bener Mintel apa enggak. Waktu itu saya enggak ikut karena saya jujur enggak tega ya buat ngelihat Mintel posisinya kayak gimana. Terus Ibu sama Mbak, pulang dari sana ngabarin ke saya kalau itu tuh emang beneran Mintel,” terangnya.

Firda berinisiatif untuk mengajak agar si Mintel dikubur. Kondisi Mintel saat ditemukan sudah membusuk. “Kondisinya udah membusuk dan berbelatung, badannya udah bolong, terus giginya juga udah copot, tulangnya udah kelihatan, terus kita ambil Mintel, kita kubur di area sawah,” jelasnya.

Sampai saat ini, kasus kucing ditendang tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Blora.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *