Antusiasme Warga Pati dalam Bakti Kesehatan dan Sosial
Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, masyarakat Kabupaten Pati menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam gelaran Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial di TPI Unit 2 Juwana. Kegiatan ini menyediakan layanan medis gratis serta bantuan sembako yang menjadi oase bagi warga yang baru saja menghadapi bencana banjir selama belasan hari.
Kegiatan ini diinisiasi oleh TNI Angkatan Laut (AL) melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pati dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pati. Tujuan utamanya adalah untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir dalam memulihkan kondisi kesehatan mereka.
Salah satu warga, Nurtini, asal Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas layanan pengobatan yang diberikan. Dia menceritakan bahwa wilayah tempat tinggalnya sempat terendam banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa selama sekitar 17 hari. Akibat lingkungan yang buruk pasca-bencana, kondisi kesehatannya mulai menurun.
“Keluhannya darah tensi tinggi, terus mata rabun gitu lho. Tadi (sudah diperiksa) dikasih obat tensi darah tinggi,” kata Nurtini usai menjalani pemeriksaan. Ia sangat mengapresiasi langkah TNI AL yang turun langsung ke lapangan.
Senada dengan Nurtini, warga asal Kedungpancing, Kecamatan Juwana, Vina juga datang ke lokasi untuk memanfaatkan layanan kesehatan gigi. Dia mendapatkan informasi dari pengumuman desa setempat dan mengeluhkan rasa nyeri pada giginya yang tak kunjung sembuh. Menurutnya, program ini sangat membantu meringankan beban ekonomi warga, terutama bagi mereka yang kesulitan menjangkau layanan medis berbayar.
Untuk diketahui, kegiatan pengobatan gratis serta bantuan sosial ini digelar selama dua hari, 3-4 Februari, dalam rangka Hari Dharma Samudera Tahun 2026. Tujuannya adalah untuk memitigasi berbagai masalah kesehatan yang sering muncul setelah bencana banjir surut.
Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan kesehatan gigi, serta pelayanan door to door di sejumlah desa wilayah Juwana. Pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 250 warga telah menerima layanan kesehatan secara gratis.
Aster Dankodaeral V Surabaya, Kolonel Marinir Muharam Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral TNI AL untuk mendampingi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan pascabencana. Menurutnya, fase pascabanjir menyimpan risiko kesehatan yang cukup serius.
“Pascabanjir biasanya meninggalkan permasalahan kesehatan, mulai dari demam hingga diare. Namun yang paling rawan adalah bakteri Leptospira yang berasal dari air kencing tikus yang mengakibatkan penyakit Leptospirosis,” ujar Kolonel Fauzi saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, TNI AL menerjunkan sejumlah fasilitas medis canggih, termasuk kendaraan Mobile Medical Check-Up (MCU) untuk pemeriksaan jantung dan kesehatan umum. Selain itu, mereka juga mengerahkan Mobile Dental Clinic Unit (DCU) atau unit kesehatan gigi keliling.
Kolonel Fauzi menyebutkan, infeksi gigi sering kali diabaikan oleh masyarakat saat banjir, padahal rasa sakit yang ditimbulkan dapat sangat mengganggu produktivitas warga dalam memulihkan kondisi lingkungannya. “Pascabanjir biasanya masyarakat mengabaikan kesehatan gigi, padahal infeksi gigi ini sangat mempengaruhi aktivitas mereka,” tambahnya.
Selain layanan medis fisik, tim juga memberikan penyuluhan kesehatan agar masyarakat lebih waspada terhadap kebersihan lingkungan setelah genangan air surut. Lebih lanjut, Kolonel Fauzi menegaskan bahwa tugas TNI AL tidak hanya terbatas pada menjaga kedaulatan wilayah laut, melainkan juga hadir sebagai pelindung rakyat dalam situasi darurat di daratan.
“Kami adalah bagian dari rakyat Indonesia yang harus peduli. TNI AL harus hadir memberikan perlindungan, dukungan, dan pelayanan kesehatan di tengah kesulitan masyarakat,” tegasnya.
Pihaknya memastikan akan terus melakukan monitoring dan menjalin kerja sama erat dengan jajaran Forkopimda serta Pemerintah Kabupaten Pati guna memastikan pemulihan pasca banjir di wilayah tersebut dapat tuntas secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyambut positif langkah TNI Angkatan Laut yang menggelar pos pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak banjir. Kegiatan ini dinilai krusial sebagai langkah mitigasi kesehatan setelah wilayah Pati terendam banjir dalam waktu yang cukup lama.
Asisten 2 Sekda Pati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Nasikun, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AL, Baznas, serta Forkopimda yang telah berkolaborasi mewujudkan aksi kemanusiaan ini. Dia mewakili pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas kepedulian Kodaeral V Surabaya yang telah menempatkan pusat kegiatan bakti sosial ini di Juwana, salah satu titik terdampak banjir paling signifikan di Kabupaten Pati.
Layanan ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan warga agar kembali sehat dan dapat beraktivitas seperti sediakala. Nasikun menjelaskan bahwa fokus utama dari kegiatan ini adalah penanganan dampak kesehatan pascabanjir. Ia berharap dengan adanya pemeriksaan menyeluruh dan pengobatan gratis ini, warga Pati dapat terhindar dari berbagai serangan penyakit yang biasanya muncul setelah banjir surut.











