"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

6 fakta mengejutkan dari teman KKN Jokowi di sidang gugatan ijazah: panggilan Jack hingga nobar Suzana

Kesaksian Dua Teman KKN Jokowi di Sidang Gugatan Citizen Lawsuit

Dalam sidang gugatan citizen lawsuit yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Solo, pada Selasa (3/2/2026), dua teman Kuliah Kerja Nyata (KKN) Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan kesaksian mengenai pengalaman mereka selama menjalani program KKN. Kedua saksi tersebut adalah Ritje Dwijaja dan Yohana B Sudarwati. Mereka menceritakan berbagai fakta baru yang terungkap dalam persidangan.

Jokowi Tinggal di Kamar yang Berhadapan dengan Eko

Ritje Dwijaja mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengenal Jokowi sejak masa KKN. Ia menyebutkan bahwa selama menjalani program KKN di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jokowi tinggal bersama Eko Sosilo Adi Utomo dari Fakultas Teknik Geodesi. Ritje dan Yohana menempati satu kamar, sedangkan Jokowi dan Eko berada di kamar lain yang saling berhadapan.

Eko Sosilo Adi Utomo, salah satu anggota rombongan KKN, telah meninggal dunia pada 2018. Ritje mengungkapkan bahwa selama masa KKN, ia dan Yohana lebih fokus pada penyuluhan kesehatan, gizi, hukum, dan lainnya, sementara Jokowi dan Eko lebih fokus pada pembangunan sarana dan prasarana desa.

Pembekalan dan Kegiatan Selama KKN

Sebelum KKN dimulai, para mahasiswa mendapatkan pembekalan selama dua minggu oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UGM. Pembekalan ini mencakup topik seperti kesehatan masyarakat, sosial, dan prasarana. Saat tiba di lokasi KKN, rombongan mahasiswa dijemput oleh Kepala Desa Ketoyan, Jentu, dan sempat menginap di samping rumah kepala desa.

Menurut Ritje, selama menjalani KKN, keempat mahasiswa melakukan program kerja sesuai bidang masing-masing. Ia juga mengenalkan keluarga Kepala Desa Ketoyan, termasuk anak-anaknya yang bernama Yayuk, Sri, dan Arno. Istri Jentu masih hidup, sementara Jentu sendiri telah meninggal dunia.

Foto-foto KKN yang Masih Tersimpan

Setelah KKN berakhir, para mahasiswa saling berkirim foto dokumentasi kegiatan. Ritje mengaku mengirim foto-foto ukuran 3R tahun 1985. Namun, saat ini foto-foto tersebut sudah tidak ada karena rumahnya pernah kebanjiran. Meski demikian, ia masih menyimpan satu foto berukuran 10R yang memperlihatkan pertemuan mahasiswa Desa Gosonto, Boyolali, dengan dosen pembimbing KKN.

Pentas Perpisahan dan Aktivitas Hiburan

Selama masa KKN, Ritje mengungkapkan adanya pentas perpisahan menggunakan gitar listrik dengan bantuan genset milik kepala desa setempat. Meskipun akses listrik tidak dari PLN, kondisi ini tidak menjadi kendala karena kepala desa juga merupakan pengusaha penggilingan padi yang memiliki genset.

Yohana juga membenarkan bahwa di lokasi KKN saat itu kondisinya sudah ada penerangan listrik, namun pada pukul 00.00 akan mati. “Menggunakan genset, kita tambahan ada petromat, ada listrik tapi bukan PLN,” ujarnya.

Ritje juga mengungkapkan bahwa selama KKN, mereka sering melakukan kegiatan penyuluhan, seperti rapat rutin hingga setiap malam Minggu hingga nonton bareng film dari TVRI, misalnya film Suzana.

Panggilan Akrab Jokowi

Di sidang, Ritje juga mengungkap panggilan akrab Jokowi saat KKN. “Kalau di lingkungan kami memanggil Jokowi dengan Jack. Pada waktu KKN, saya memanggilnya sebagai Jack,” kata Ritje.

Foto di Ijazah Jokowi

Dalam persidangan, Ritje sempat menunjukkan dokumen foto KKN yang masih disimpannya. Di foto tersebut, Jokowi tidak menggunakan kacamata. Kuasa hukum penggugat membandingkannya dengan foto ijazah Jokowi yang menggunakan kacamata. Ritje memastikan bahwa kedua foto tersebut adalah orang yang sama.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *