Kabar Duka Mencengkeram Sulawesi Barat
Kabar duka datang dari Sulawesi Barat. Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim Sayyid Mengga, wafat pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026, di RS Siloam Makassar dalam usia 74 tahun. Kabar tersebut disampaikan resmi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui akun Instagram @pemprov_sulbar.
Salim S. Mengga menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2025–2030, mendampingi Suhardi Duka, dan dilantik pada 20 Februari 2025. Kini, ia meninggalkan banyak kenangan bagi masyarakat Sulawesi Barat, terutama di Kabupaten Polewali Mandar.
Profil Singkat Wakil Gubernur Sulawesi Barat
Salim S. Mengga merupakan tokoh militer dan politik Indonesia yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Barat periode 2025–2030. Nama Salim S. Mengga tak asing bagi warga Sulawesi Barat, terutama di Kabupaten Polewali Mandar. Ia adalah anak dari Sayyid Mengga Alattas, Bupati Polewali Mamasa periode 1980-1990.
Salim S. Mengga lahir di Pambusuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada 24 September 1951. Setelah menyelesaikan pendidikan SD pada 1964, SMP pada 1967, dan SMA pada 1970, ia memilih melanjutkan pendidikan militer di AKABRI pada 1974. Berikut adalah rangkaian pendidikan dan pelatihan militer yang ia ikuti:
- Susarcab Kavaleri (1975)
- Sus Paharsat (1977)
- Sustar Danki (1979)
- Tarkor Bantem (1981)
- Suslapa Kavaleri (1984)
- Suagumil (1985)
- Seskoad (1981)
- Tarpers Gati (1991)
- Susdandim (1993)
- Susgati Sospol (1995)
- Suspaharsat (1997)
- Lemhanas (2001)
Karir militer Salim dimulai pada 1975, dengan menjabat sebagai Komandan Peleton Detasemen, Kavaleri Yonkav 10 Kodam XIV Hasanuddin ketika masih berpangkat Letnan Dua. Pangkat terakhir Salim adalah Mayor Jenderal TNI AD yang ia peroleh di tahun 2003.
Karier Militer yang Menginspirasi
Di tahun ini, Salim menjabat sebagai Kepala Staf Komando Militer (Kasdam) IV/Diponegoro setelah sebelumnya menjabat Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (2001-2003). Di tahun yang sama, Salim juga menjabat Wakil Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Wadankodiklat). Jabatan terakhir Salim di TNI ialah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XV/Pattimura yang diembannya dari 2005-2006.
Salim S Mengga ternyata teman satu angkatan Prabowo Subianto di Akademi Militer (dulu AKABRI) tahun 1974. Karier militernya mencakup:
- Memulai sebagai Komandan Peleton Detasemen Kavaleri (1975).
- Jabatan penting seperti Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro, Wakil Komandan Kodiklatad, hingga Panglima Komando Daerah Militer XV/Pattimura.
- Pangkat terakhir: Mayor Jenderal TNI AD.
Perjalanan Karier Politik
Setelah pensiun sebagai anggota TNI, Salim terjun ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Demokrat. Pada Pemilu 2009, Salim terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014. Ia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI pada pemilu 2014 setelah mengumpulkan 51.168 suara di daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Barat.
Pada tahun 2017, Salim ikut pada kontestasi Pilkada Sulbar dengan mendaftar sebagai calon gubernur berpasangan dengan Hasanuddin Mas’ud. Di Pilkada ini, Salim bertarung melawan Ali Baal Masdar yang berpasangan dengan Enny Angraeny Anwar, serta Suhardi Duka yang berpasangan dengan Kalma Katta.
Di Pilkada ini, suara yang diperoleh Salim kalah dari Ali Baal Masdar yang akhirnya terpilih sebagai Gubernur Sulbar periode 2017-2023.
Kiprah di Dunia Politik
Setelah pensiun dari militer, Salim beralih ke dunia politik:
- Anggota DPR RI (2009–2014, 2014–2019) mewakili Sulawesi Barat dari Partai Demokrat.
- Dalam DPR, ia dikenal aktif memberikan pandangan terutama terkait pertahanan dan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista).
Kepala Daerah Wakil Gubernur Sulawesi Barat
Pada Pilkada Sulawesi Barat 2024, Salim menjadi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) mendampingi Suhardi Duka dan diusung oleh beberapa partai politik. Terpilih sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2025–2030 dan dilantik di Istana Negara pada 20 Februari 2025 hingga kemudian tutup usia Sabtu 31 Januari 2026.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











