"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Cuaca Jakarta Cerah, Pramono: Akibat OMC

Gubernur DKI Jakarta Instruksikan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Tangani Banjir

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta untuk terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Hasil dari instruksi tersebut dirasakan oleh warga pada Sabtu (24/1/2026), di mana cuaca di sepanjang Jakarta terlihat cerah. Matahari bahkan tampak bersinar, meskipun berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jakarta sedang dalam status waspada dengan kemungkinan hujan yang turun dalam intensitas sedang hingga lebat.

“Kemarin sore saya menginstruksikan untuk menambah sorti OMC. Sehingga, itu sebabnya cuaca pada hari ini bisa terang benderang,” ujar Pramono saat berada di area Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Meski mendapat kritik dari kelompok masyarakat sipil karena lebih fokus pada modifikasi cuaca daripada menyediakan area serapan air, Pramono tidak mempermasalahkannya. Dalam pandangannya, OMC dianggap sebagai alternatif yang dapat ditempuh dalam jangka pendek dan memberikan dampak nyata.

“Kalau mau mengkritik, kritik saya aja gak apa-apa. Tapi, inilah yang bisa kami lakukan untuk bisa mengurangi curah hujan yang ada di Jakarta,” tutur dia.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga tetap dilakukan pada hari ini hingga Selasa (27/1/2026). Pramono menginstruksikan bahwa dalam satu hari dilakukan minimum dua sorti OMC, maksimal tiga sorti. Tujuannya adalah agar curah hujan tidak terlalu tinggi dan masyarakat yang mengungsi seperti yang ada di tempat ini bisa kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

Jakarta Barat Dilanda Banjir Akibat Kiriman Air dari Hulu

Saat ditanya mengapa area Jakarta Barat menjadi paling parah terdampak banjir pada pekan ini, Pramono menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kiriman air dari hulu, yaitu Tangerang dan Tangerang Selatan. “Jadi, kiriman air dari hulu baik itu dari Sungai Angke hingga Pesanggrahan, hulunya itu ada di Cengkareng drain kemarin,” kata pria yang pernah menjabat Menteri Sekretaris Kabinet tersebut.

Pramono telah meninjau Cengkareng drain pada Jumat kemarin, dan telah ada penurunan permukaan air. Berdasarkan laporan yang ia terima pada Sabtu pagi, permukaan air di Cengkareng drain sudah ada di angka 315 meter. Pada Jumat kemarin ketinggian air di angka 350 meter.

“Batas amannya itu 310 (meter). Saya sedang mengejar itu. Kalau sudah mencapai angka itu, pasti air di tempat ini dan lokasi lain pasti sudah surut,” tutur dia.

Ia menambahkan, area banjir di wilayah Daan Mogot tersisa satu titik di KM 13. Sementara, area di bawah flyover Pesing dan titik lain sudah bisa dilewati kendaraan.

Warga yang Mengungsi di Masjid Jami’ Baiturrahman Minta Tambahan Pompa

Sementara itu, Pramono berada di Rawa Buaya untuk meninjau warga korban banjir yang mengungsi di Masjid Jami’ Baiturrahman. Total saat ini sudah ada 45 kepala keluarga atau 177 jiwa yang mengungsi di sana. Mereka telah mengungsi di masjid sekitar dua hari.

“Alhamdulillah, mereka dalam keadaan baik dan sehat,” katanya.

Ia kemudian memberikan instruksi kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa guna menyedot air banjir. Di lokasi, kata Pramono, sudah ada tambahan tujuh pompa.

Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Pramono datang ke titik pengungsian banjir tidak dengan tangan kosong. Ia turut membawa sejumlah bantuan bagi warga di Rawa Buaya. “Ada beras, minyak, kasur lipat, matras, selimut, kids wear hingga family kit. Tadi juga ada bantuan dari PMI DKI Jakarta berupa minyak penghangat tubuh, karena itu yang dibutuhkan di tempat ini sekarang ini,” katanya sambil mengenakan jaket berwarna abu-abu.

Curah Hujan di Luar Dugaan, Bukan Hanya Jakarta

Pramono juga menyampaikan bahwa curah hujan yang terjadi di Jakarta saat ini melebihi perkiraan. Namun, ia menegaskan bahwa situasi ini bukan hanya terjadi di Jakarta, melainkan juga di daerah lain seperti Jabodetabek. Ia mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan upaya maksimal untuk mengurangi dampak banjir dengan menggunakan OMC.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *