"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Pencarian 8 Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Dipercepat, Tim SAR Tidur di Hutan Ekstrem

Operasi Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Masuki Hari Kelima

Operasi pencarian terhadap delapan korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) memasuki hari kelima. Tim SAR gabungan masih berupaya keras untuk menemukan para korban yang hilang setelah pesawat tersebut jatuh dan meledak menabrak gunung pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 WITA.

Tim SAR dibagi dalam beberapa regu yang disebar ke sejumlah titik di hutan Gunung Bulusaraung. Meski cuaca ekstrem di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.353 meter dpl, operasi pencarian dilakukan hingga tengah malam. Dari 7 kru dan 3 penumpang yang menjadi korban, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan dua jasad laki-laki dan perempuan. Namun, kedua jasad tersebut masih dalam proses identifikasi.

Selain menemukan jasad, tim SAR juga menemukan banyak serpihan pesawat selama operasi pencarian. Fokus utama pencarian saat ini adalah bagian penting pesawat, termasuk ekor pesawat dan black box. Black box atau kotak hitam pesawat adalah perangkat vital yang berisi Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Perangkat ini merekam data teknis dan percakapan kokpit untuk investigasi kecelakaan. Meskipun disebut kotak hitam, warnanya oranye terang agar mudah ditemukan dan dirancang tahan banting serta suhu ekstrem.

Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengungkapkan bahwa tim gabungan masih menyisir area pegunungan demi menemukan komponen vital pesawat tersebut. Ia optimis delapan korban lainnya segera ditemukan meskipun medan yang sangat menantang dengan kontur pegunungan terjal dan hutan lebat.

Jejak Langkah Kaki dari Smartwatch Co-pilot Farhan Gunawan

Nasib co-pilot ATR 42-500, Farhan Gunawan, sempat menjadi perhatian karena ada indikasi bahwa ia mungkin masih hidup. Jejak langkah kaki diduga milik Farhan terdeteksi melalui smartwatch yang ia gunakan. Data dari smartwatch menunjukkan pergerakan langkah kaki selama 12 jam mulai Minggu (18/1/2026) pukul 18.00 WITA hingga Senin (19/1/2026) subuh pukul 05.33 WITA, mencapai 14.000 langkah.

Smartwatch adalah jam tangan cerdas yang dilengkapi dengan sistem operasi, layar digital, dan kemampuan terhubung ke smartphone atau perangkat lain. Melalui koneksi Bluetooth, Wi-Fi, atau jaringan seluler, smartwatch memungkinkan pengguna menerima notifikasi, memantau aktivitas kesehatan, hingga mengakses aplikasi langsung dari pergelangan tangan.

Farhan adalah satu dari 10 penumpang yang menumpangi pesawat ATR 42-500 dengan rute Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dipiloti Kapten Andy Dahananto itu membawa 7 kru dan 3 orang penumpang. Dua korban sudah berhasil ditemukan oleh tim SAR dalam kondisi meninggal dunia di jurang Gunung Bulusaraung.

Ponsel Pacar Farhan Dicek Tim Cyber

Terungkapnya pergerakan langkah kaki diduga Farhan Gunawan bermula ketika Tim SAR berhasil menemukan ponsel milik pria kelahiran Desa Malili, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan tersebut. HP tersebut kemudian diserahkan ke pacar Farhan.

Keterangan tersebut disampaikan wanita yang mengaku kenal dekat dengan Farhan. Menurutnya, smartwatch yang dipakai Farhan terkoneksi ke HP-nya. Saat menerima HP Farhan, Dian terus memantau smartwatch tersebut yang terdeteksi bergerak. Diduga Farhan masih bergerak sejauh empat ribu langkah selama empat jam pada hari Minggu (18/1) sore hingga malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.

Atas temuan tersebut, keluarga berharap Farhan masih hidup dan bisa segera diselamatkan. Mereka memohon kepada pihak berwenang untuk menurunkan tim SAR lebih banyak lagi dan menggunakan helikopter untuk mencari Farhan di hutan.

Penyelidikan Lebih Lanjut

Jejak langkah kaki diduga Farhan Gunawan terus bertambah hingga Senin (19/1/2026) terdapat sekitar 14.000 langkah berdasarkan data Smartwatch yang terhubung dengan HP pacar korban. Data terbaru jumlah langkah kaki tersebut diungkap Staf SMC (SAR Mission Coordinator) Basarnas Makassar, Arman Amiruddin.

Arman membenarkan adanya temuan ponsel korban dan menyerahkan ponsel tersebut ke pacar Farhan lantaran ponsel dalam kondisi terkunci. Penyerahan juga disertai surat tanda terima alat komunikasi tersebut. Selama tiga hari pencarian, Tim SAR belum mendengar adanya suara minta tolong dari korban. Namun, mereka tetap fokus pada proses pencarian korban sambil menunggu hasil pelacakan dari tim IT Cyber Polda Sulsel.

Kronologi Hilang Kontak

Pesawat ATR 42-500 PK-THT hilang kontak dan jatuh meledak menabrak Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026) siang sekitar pukul 13.17 Wita. Pukul 08.00 WIB Sabtu (17/1/2026), pesawat lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Saksi mata di sekitar bandara melihat proses take-off berjalan normal setelah didahului pesawat Citilink dan Hercules.

Pukul 11.23 WIB (12.23 WITA), pesawat melakukan kontak dengan Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center saat bersiap melakukan pendekatan ke landasan pacu Bandara Sultan Hasanuddin. ATC mendeteksi pesawat tidak berada di jalur pendekatan yang seharusnya dan memberikan instruksi koreksi posisi. Sesaat setelah instruksi terakhir diberikan, komunikasi suara dan pantauan radar terhadap pesawat tiba-tiba terputus di koordinat 4° 57′ 8″ LS dan 119° 42′ 54″ BT.

Posisi terakhir pesawat saat hilang kontak diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 WITA. Basarnas Makassar berhasil menemukan puing-puing badan pesawat yang diduga milik ATR 42-500 pada Minggu (18/1/2026) pagi mulai pukul 07.46 WITA.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *