"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kisah Alfian Rauf: 4 Jam Tarik Jenazah Pramugari dari Jurang Bulusaraung

Proses Evakuasi Jenazah Pramugari dari Lereng Gunung Bulusaraung

Proses evakuasi jenazah pramugari pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono, dari lereng Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berlangsung dengan tantangan ekstrem. Tim SAR gabungan membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk menarik jenazah dari jurang sedalam 350-400 meter. Proses ini dilakukan dengan sistem rope rescue di tengah hujan lebat, kabut tebal, dan medan yang sangat sulit.

Jenazah akhirnya berhasil dibawa ke Pos DVI dan diterbangkan ke Jakarta. Berikut adalah rangkuman proses evakuasi yang terjadi:

Lokasi Penemuan Jenazah

Jenazah Florencia ditemukan di kawasan perbukitan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada koordinat 04°55’48” Lintang Selatan – 119°44’52” Bujur Timur. Area tersebut merupakan wilayah pegunungan dengan kontur lereng curam, vegetasi rumput dan semak, serta sering diselimuti kabut tebal. Secara geografis, lokasi kejadian berada sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Makassar dan sekitar 26 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, dengan arah utara dan timur laut dari bandara.

Proses Evakuasi

Evakuasi jenazah berlangsung selama dua hari. Di hari pertama penemuan, Tim SAR hanya mampu memasukkan jenazah ke dalam kantong mayat. Pada hari pertama, jenazah hanya bisa dievakuasi sejauh 25 meter dari lokasi awal ia ditemukan.

Pada hari ketiga pencarian, Selasa (20/1/2026), jenazah Florencia berhasil dievakuasi ke Pos DVI yang berlokasi di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Ada sembilan pos yang dilalui oleh tim SAR menggotong jenazah korban.

Tantangan Medan dan Cuaca

Medan yang curam dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat menjadi tantangan besar bagi tim SAR. Hujan lebat dan kabut tebal menyulitkan proses evakuasi. Namun, dengan kerja sama tim dan persiapan teknis, evakuasi tetap dapat dilakukan.

Salah satu anggota SAR yang terlibat dalam proses pengangkatan jenazah adalah Alfian Rauf (40) dari SAR Rescue PT Vale. Ia mengatakan bahwa cuaca sangat tidak bersahabat dan waktu cerah sedikit pun menjadi momen berharga yang harus dimanfaatkan segera untuk evakuasi.

Teknik Pengangkatan

Alfian menjelaskan bahwa proses pengangkatan jenazah dari bawah jurang ke puncak menggunakan sistem rope rescue. Terdapat tiga tali yang digunakan dalam proses ini. Untuk pengangkatan secara manual, sangat tidak mungkin karena medan yang sangat terjal. Oleh karena itu, tim menggunakan sistem 4 banding 1, yang memerlukan alat khusus seperti rope grab.

Rope grab adalah perangkat yang digunakan pada tali cadangan untuk memberikan perlindungan tambahan jika tali utama putus. Alat ini dipakai dalam pola 4 banding 1. Proses pengangkatan jenazah dari lereng ke puncak membutuhkan waktu sekitar 4 jam lebih.

Perjuangan Tim SAR

Meski hujan terus mengguyur, Alfian memotivasi petugas SAR lainnya untuk melanjutkan proses evakuasi hingga ke puncak. Menurutnya, jika menyerah dengan kondisi cuaca, Tim SAR akan kehilangan momen cerah di sore hari yang tak lama lagi gelap.

Dengan semangat dan kerja sama tim, jenazah akhirnya sampai di puncak pada pukul 17.00 Wita. Setelah itu, jenazah digotong ke Pos DVI Desa Tompobulu. Ada sembilan pos yang harus dilalui petugas SAR untuk sampai di desa tersebut. Proses ini memakan waktu hingga pukul 20.10 Wita.

Proses Identifikasi

Setelah tiba di Pos DVI, jenazah dilebel oleh personel Biddokkes Polda Sulsel. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara, Makassar, untuk proses pemeriksaan pos mortem dan ante mortem. Dalam proses tersebut, jenazah akhirnya teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *