"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Integritas menjaga netralitas

Latar Belakang dan Perjalanan Pendidikan Yusuf Riadi Lazuardi

Yusuf Riadi Lazuardi, seorang pustakawan pelaksana di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar, memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang pengelolaan informasi. Awal perjalanan karier dan minatnya terhadap dunia perpustakaan dimulai dari keyakinannya bahwa literasi adalah pondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Sejak masa sekolah, ia melihat perpustakaan bukan hanya sebagai gudang buku, tetapi sebagai jantung dari peradaban dan pusat informasi yang dinamis.

Secara akademis, ia menempuh jalur pendidikan yang memfokuskan diri pada pengelolaan informasi. Ketertarikannya pada bidang ini tumbuh ketika ia menyadari bahwa di era banjir informasi seperti sekarang, masyarakat sangat membutuhkan sosok yang mampu mengurusi, mengelola, dan mendiseminasikan ilmu pengetahuan secara akurat. Hal ini memantapkan langkahnya untuk mengambil spesialisasi di bidang Ilmu Perpustakaan.

Motivasi Memilih Profesi Pustakawan

Memilih jalur sebagai pustakawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar merupakan wujud pengabdian Yusuf. Ia melihat posisi ASN Pustakawan bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan sebuah panggilan untuk menjadi jembatan antara sumber ilmu dengan masyarakat luas, terutama dalam mendukung kecerdasan bangsa di tingkat daerah.

Pengalaman Awal Bekerja di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar

Saat mulai bekerja di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar, Yusuf merasa sangat beruntung karena diterima di lingkungan kerja yang sangat suportif. Para senior dan rekan sejawat membimbingnya untuk memahami bahwa seorang pustakawan harus mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu berkomunikasi dengan santun namun tetap progresif dalam bekerja.

Tantangan Terbesar di Awal Karier

Tantangan terbesar yang dihadapi di awal karier sebagai pustakawan adalah stigma atau pandangan stereotip mengenai profesi pustakawan. Kala itu, masih banyak masyarakat, bahkan sebagian rekan di lingkungan birokrasi, yang memandang pustakawan hanya sebagai ‘penjaga buku’ yang duduk di belakang meja dalam suasana yang sunyi dan statis. Mengubah persepsi tersebut menjadi sosok yang dinamis, informatif, dan melek teknologi adalah tantangan intelektual sekaligus sosial yang cukup besar.

Peran Pustakawan dalam Mendukung Literasi dan Pelayanan Publik

Menurut Yusuf, di era ledakan informasi atau information overload seperti saat ini, peran pustakawan telah bertransformasi dari sekadar pengelola koleksi menjadi navigator intelektual dan fasilitator pembelajaran sepanjang hayat.

Kontribusi yang Paling Dibanggakan

Salah satu kontribusi yang paling dibanggakan oleh Yusuf selama menjadi Pustakawan Pelaksana adalah peran dalam pengembangan dan sosialisasi ekosistem literasi di Kabupaten Banjar, khususnya melalui Komunitas Korpri Membaca.

Menjaga Semangat dan Konsistensi dalam Tugas Harian

Menjaga semangat dan konsistensi bagi Yusuf adalah tentang menghayati setiap tugas sebagai bentuk ibadah dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat serta negara.

Perasaan Saat Dipercaya Menjadi Duta Korpri Kalimantan Selatan 2025-2026

Perasaan Yusuf tentu campur aduk antara rasa syukur yang mendalam, kerendahan hati, sekaligus tanggung jawab yang besar. Dipercaya mengemban amanah sebagai Duta Korpri Kalsel periode 2025-2026 merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa baginya maupun bagi instansi.

Nilai atau Prinsip yang Dipegang

Prinsip utama yang senantiasa Yusuf pegang teguh adalah perpaduan antara integritas, totalitas dalam pengabdian, dan semangat pembelajar sepanjang hayat.

Makna Menjadi Duta Korpri bagi Seorang ASN

Bagi Yusuf, menjadi Duta Korpri bukan sekadar tentang gelar seremonial atau atribut yang melekat, melainkan sebuah manifestasi dari tanggung jawab moral untuk menjadi Wajah dan Jantung bagi organisasi profesi ASN.

Sosok yang Paling Berpengaruh dalam Perjalanan Karier

Dalam perjalanan karier Yusuf, sosok yang paling berpengaruh adalah kedua orangtuanya. Mereka adalah guru pertama yang menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan pentingnya pendidikan. Dari keteladanan merekalah ia belajar bahwa pekerjaan apa pun yang dipilih harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan niat untuk memberi manfaat bagi orang banyak.

Pengalaman Sulit yang Memberi Pelajaran Paling Berharga

Pengalaman sulit yang paling membekas bagi Yusuf adalah saat di awal karier, ia pernah mencoba menginisiasi sebuah program literasi baru yang ia anggap sangat ideal, namun ternyata kurang mendapatkan respons dan partisipasi dari masyarakat.

Menyeimbangkan Pekerjaan, Keluarga, dan Pengembangan Diri

Menyeimbangkan ketiga pilar tersebut adalah sebuah seni pengelolaan prioritas yang memerlukan disiplin serta kesadaran penuh. Bagi Yusuf, kuncinya terletak pada kualitas, bukan sekadar kuantitas.

Harapan terhadap Pengembangan Perpustakaan dan Kearsipan di Kabupaten Banjar

Harapan besar Yusuf adalah melihat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar bertransformasi menjadi pusat peradaban digital dan inklusi sosial yang inklusif.

Program atau Gagasan yang Ingin Didorong sebagai Duta Korpri

Gagasan utama yang ingin Yusuf dorong adalah Korpri Membaca. Ia ingin menginisiasi sebuah gerakan, literasi tidak lagi dipandang sebagai tugas pustakawan semata, melainkan menjadi nafas bagi setiap ASN dalam bekerja.

Pesan untuk Generasi Muda

Pesan Yusuf untuk generasi muda yang ingin berkarier sebagai pustakawan atau ASN adalah jangan pernah memandang profesi pustakawan atau ASN sebagai sekadar zona nyaman atau pekerjaan administratif statis, melainkan sebagai ladang pengabdian yang dinamis untuk menjadi agen perubahan bagi bangsa.

Biodata

Nama: Yusuf Riadi Lazuardi

Lahir: Kuala Kapuas, 4 April 1992

Usia: 33 tahun

Alamat: Kompleks Antero Kelapa Gading II, Sungai Besar, Banjarbaru.

Agama: Islam

Status: Menikah

Pekerjaan: PNS Pemkab Banjar

Unit Kerja: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Jabatan: Pustakawan Pelaksana (2021-sekarang)

Pendidikan Terakhir:

– D3 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (2009) UIN Antasari Banjarmasin

Prestasi:

– Duta Korpri Kabupaten Banjar 2025

– Duta Korpri Kalsel 2025-2026

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *