Obat Biduran yang Bisa Ditemukan di Apotek
Biduran atau urtikaria sering muncul tiba-tiba dan menyebabkan kulit terasa panas, gatal, serta muncul bentol merah yang melebar. Kondisi ini biasanya dipicu oleh alergi makanan, udara dingin, stres, atau reaksi tertentu pada tubuh. Untuk mengatasinya, beberapa obat yang umum dijual bebas di apotek bisa digunakan tanpa resep dokter, namun tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan apoteker agar aman.
Obat-obatan tersebut bekerja dengan menekan pelepasan histamin, yaitu zat dalam tubuh yang memicu rasa gatal dan bentol saat alergi muncul. Meskipun banyak obat yang efektif dalam meredakan gejala, setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memilih obat yang tepat sesuai kebutuhan.
Berikut adalah lima obat biduran yang sering digunakan di apotek:
-
CTM Kimia Farma
CTM Kimia Farma merupakan obat alergi klasik yang masih banyak digunakan untuk mengatasi biduran, terutama bila rasa gatal terasa cukup hebat. Obat ini bekerja cepat dalam menekan reaksi alergi, namun memiliki efek samping mengantuk yang cukup kuat. Karena efek sedatifnya, CTM lebih disarankan diminum saat malam hari atau ketika tidak melakukan aktivitas berat. -
Komposisi/Kandungan: Chlorpheniramine maleate
- Manfaat: Mengurangi gatal akibat alergi, membantu meredakan bentol biduran
- Dosis & Cara Pakai: 1 tablet 2–3 kali sehari sesuai kebutuhan
- Efek Samping: Mengantuk, mulut kering, pusing
-
Harga: Sekitar Rp5.000–Rp10.000 per strip
-
Caladine Lotion

Caladine lotion adalah produk yang sangat dikenal untuk mengatasi gatal-gatal pada kulit, termasuk biduran. Kandungannya memberikan efek sejuk dan menenangkan, sehingga membantu mengurangi keinginan untuk menggaruk kulit. Caladine sering digunakan sebagai perawatan tambahan bersama obat minum. -
Komposisi/Kandungan: Calamine, Zinc oxide
- Manfaat: Menenangkan kulit gatal, mengurangi kemerahan, memberi sensasi sejuk
- Dosis & Cara Pakai: Oleskan tipis 2–3 kali sehari pada area yang gatal
- Efek Samping: Kulit kering bila digunakan berlebihan
-
Harga: Sekitar Rp10.000–Rp20.000
-
Hydrocortisone Cream Kimia Farma

Hydrocortisone cream Kimia Farma adalah obat oles yang digunakan sebagai terapi pendamping untuk biduran. Salep ini bekerja langsung pada kulit dengan mengurangi peradangan, kemerahan, dan rasa gatal yang mengganggu. Obat ini sebaiknya digunakan dalam waktu singkat dan dioleskan tipis sesuai aturan. -
Komposisi/Kandungan: Hydrocortisone
- Manfaat: Mengurangi peradangan kulit, meredakan gatal dan kemerahan
- Dosis & Cara Pakai: Oleskan tipis 1–2 kali sehari pada area biduran
- Efek Samping: Irritasi ringan, penipisan kulit jika digunakan jangka panjang
-
Harga: Sekitar Rp10.000–Rp25.000 per tube
-
Incidal OD

Incidal OD merupakan salah satu obat biduran yang paling sering digunakan dan diresepkan di Indonesia. Obat ini bekerja dengan menghambat histamin, yaitu zat yang memicu munculnya gatal dan bentol pada kulit saat reaksi alergi terjadi. Karena efek kantuknya relatif ringan, Incidal OD cocok digunakan oleh penderita biduran yang tetap ingin beraktivitas. -
Komposisi/Kandungan: Cetirizine dihydrochloride
- Manfaat: Meredakan gatal akibat biduran, mengurangi bentol dan kemerahan, membantu mengontrol reaksi alergi
- Dosis & Cara Pakai: 1 tablet sekali sehari, sebaiknya diminum malam hari
- Efek Samping: Kantuk ringan, mulut kering, pusing ringan
-
Harga: Sekitar Rp20.000–Rp35.000 per strip
-
Loratadine Hexpharm

Loratadine Hexpharm sering menjadi pilihan bagi penderita biduran yang ingin menghindari rasa kantuk. Obat ini bekerja menekan reaksi alergi tanpa banyak mempengaruhi sistem saraf pusat, sehingga relatif aman digunakan pada siang hari. Loratadine cocok untuk biduran ringan hingga sedang yang tidak disertai gatal berat. -
Komposisi/Kandungan: Loratadine
- Manfaat: Mengurangi gatal dan kemerahan, meredakan biduran tanpa mengantuk
- Dosis & Cara Pakai: 1 tablet sekali sehari
- Efek Samping: Sakit kepala ringan, mulut kering
- Harga: Sekitar Rp15.000–Rp30.000 per strip
Obat biduran di apotek dapat membantu meredakan gatal dan bentol yang mengganggu aktivitas. Meski demikian, penting untuk mengenali dan menghindari pemicu biduran agar keluhan tidak mudah kambuh. Mengetahui 5 obat biduran di apotek tentu sangat penting sebagai pertolongan pertama. Namun, jika biduran berlangsung lama, sering muncul kembali, atau disertai pembengkakan hebat dan sesak napas, segera cari pertolongan medis.











