Dugaan Pemotongan Dana BLT Kesra di Garut
Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan video pengakuan seorang warga di Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, terkait pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra. Kejadian ini menimpa Mimin Maidah, warga Kampung Cicalobak, Desa Karangwangi, yang sempat viral setelah mengaku uang BLT Kesra miliknya sebesar Rp 900.000 dipotong sebesar Rp 500.000 oleh oknum pegawai desa.
Kronologi Pengakuan Awal: Dipotong Oknum Pegawai Desa
Dalam video pertama yang tersebar, Mimin mengaku hanya membawa pulang uang sebesar Rp 400.000 dari total bantuan Rp 900.000 yang seharusnya ia terima di kantor pos. Ia menceritakan bahwa setelah difoto sebagai bukti penerimaan, uang tersebut diminta kembali oleh oknum pegawai desa yang mendampinginya.
“Uang dipegang dulu Rp 900 ribu untuk difoto, lalu diberikan ke pegawai desa. Di situ dipotong Rp 500 ribu, saya hanya dikasih Rp 400 ribu,” ungkap Mimin dalam bahasa Sunda.
Ia juga menyebutkan bahwa saat kejadian, pegawai kantor pos dan pegawai desa duduk berdekatan, namun ia tidak diminta menandatangani dokumen apa pun setelah uangnya dipotong.
Mendadak Klarifikasi: Sebut Uang Diberikan Secara Sukarela
Setelah video pengakuannya memicu kegaduhan, Mimin kembali muncul dalam video terbaru pada Sabtu (17/1/2026). Dengan ekspresi yang tampak kaku dan diarahkan, Mimin menyampaikan permohonan maaf serta mengklarifikasi bahwa tidak ada pemotongan uang bantuan.
“Mengenai uang tersebut, bukan potongan, tapi saya memberikan dengan sadar dan ikhlas untuk mereka yang tidak kebagian,” tuturnya dalam video klarifikasi tersebut.
Ia juga berdalih bahwa saat video pertama dibuat, dirinya tidak tahu jika sedang direkam untuk konten.
Reaksi Warganet: Curiga Adanya Intimidasi
Video klarifikasi ini justru memicu reaksi lebih keras dari netizen. Banyak warganet meragukan aspek “keikhlasan” Mimin mengingat jumlah yang diberikan (Rp 500.000) jauh lebih besar daripada sisa uang yang ia bawa pulang (Rp 400.000).
“Logikanya saja, masa ikhlas 500 ribu tapi sisa buat diri sendiri cuma 400 ribu? Curiga diintimidasi aparat desa,” tulis salah satu komentar warganet yang viral.
Hingga saat ini, pihak Pemerintah Desa Karangwangi maupun instansi terkait di Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan pungli maupun dugaan intimidasi terhadap penerima manfaat tersebut.
Beragam Reaksi Warganet
Beberapa komentar warganet antara lain:
- “Hmm curiga di intimidasi, sing sabar nya bu”
- “500rb / org di X berapa banyak, gede pasti jumlahnya. Trs kenapa harus di pegang sama perangkat desa uangnya ya ? Masa masih lebih besar ngasih iklas dibanding uang yg dibawa sama penerima BLT”
- “Logikana we ath, piraku we saiklasna 500k. Mun karek 50k wajar saiklasna”
- “Di intimidasi ya bu?”
- “Usut tah perangkat desa na.. mun bisa penjarakeun mun terbukti aya indikasi intimadasi dan pengancaman..”
- “Asa teu mungkin….jadi Kitu akhirna…..? Curiga yeuh, Aya aparat desa nah nga intimidasi..”
Hingga artikel ini dimuat belum ada keterangan resmi dari pihak pegawai desa yang bersangkutan.
Apa Itu BLT Kesra?
BLT Kesra atau singkatan dari Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat ini merupakan program bantuan sosial dalam bentuk uang tunai yang diberikan oleh pemerintah kepada keluarga atau masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi.
Pemberian BLT Kesra ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat miskin, membantu memenuhi kebutuhan pokok (pangan dan kesehatan), serta menekan angka kemiskinan di tingkat daerah.
Berbeda dengan BLT pusat seperti BLT BBM atau PKH, anggaran BLT Kesra bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) masing-masing kabupaten atau kota.
Secara mekanisme pencairan BLT Kesra disalurkan melalui bank daerah masing-masing (seperti Bank BJB untuk wilayah Jawa Barat, Bank DKI untuk Jakarta, dll) atau melalui Kantor Pos.
Nilai dari BLT Kesra ini adalah Rp 300.000 per bulannya yang dibayarkan sekaligus selama 3 bulan sehingga nominalnya menjadi Rp 900.000.
Cara Dapatkan BLT Kesra Rp 900 Ribu
Untuk mendapatkan BLT Kesra Rp 900 ribu tersebut, pastikan terlebih dahulu bahwa kamu termasuk dalam kategori sebagai kelompok masyarakat penerima manfaat. Ini artinya, pastikan data kamu terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau data Kementerian Sosial (Kemensos).
Kini, pendaftaran BLT dapat dilakukan secara online melalui HP tanpa harus datang ke kantor Dinas Sosial.
Berikut langkah-langkah cara daftar menjadi penerima pansos:
- Download Aplikasi Cek Bansos di Google Play Store atau App Store.
- Buat akun baru dengan mengisi data sesuai KTP, seperti NIK, nomor KK, nama lengkap, alamat, nomor HP, dan email aktif.
- Unggah foto KTP dan swafoto sambil memegang KTP agar proses verifikasi lebih cepat.
- Setelah akun aktif, masuk ke menu “Daftar Usulan”, lalu pilih “Tambah Usulan” untuk mendaftarkan diri atau anggota keluarga sebagai calon penerima BLT.
- Pastikan semua data diisi dengan benar dan sesuai dokumen resmi.
- Tunggu proses verifikasi dari Kementerian Sosial. Proses ini biasanya membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.
- Cek status pendaftaran secara berkala di aplikasi atau situs resmi Cek Bansos.











