"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Profil Bripda Muhammad Rio, Anggota Brimob Polda Aceh yang Viral Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia

Sorotan Terhadap Bripda Muhammad Rio

Bripda Muhammad Rio, seorang anggota Brimob Polda Aceh, menjadi sorotan setelah foto dan video dirinya bersama pasukan yang diduga merupakan tentara bayaran Rusia viral di media sosial. Kejadian ini memicu berbagai spekulasi dan perhatian dari masyarakat, termasuk di Indonesia.

Polda Aceh telah memberikan klarifikasi terkait kondisi Bripda Muhammad Rio. Menurut informasi yang diberikan, Bripda Muhammad Rio sudah tidak masuk dinas sejak 8 Desember 2025. Sebelumnya, ia menjalani sidang kode etik akibat kasus perselingkuhan dan nikah siri. Pada Mei 2025, Rio dihukum mutasi demosi selama dua tahun dan ditempatkan di Yanma Brimob, unit non-operasional yang menangani tugas administratif.

Perjalanan Karier Bripda Muhammad Rio

Sebelum mengalami sanksi, Bripda Muhammad Rio pernah bermasalah karena melanggar kode etik profesi Polri dengan melakukan hubungan perselingkuhan hingga menikah siri. Kasus tersebut mendapatkan putusan melalui Sidang KKEP pada 14 Mei 2025. Salah satu isi putusannya adalah sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun.

Setelah dijatuhi sanksi, Bripda Muhammad Rio ditugaskan di Yanma Brimob. Yanma Brimob merupakan unit pendukung non-operasional di Korps Brigade Mobil Polri yang biasanya menangani tugas administratif, logistik, keuangan, atau kesejahteraan personel di markas besar Brimob.

Penemuan Terkini dan Tindakan yang Dilakukan

Sejak dijatuhi sanksi, Bripda Muhammad Rio tidak masuk kantor dan tidak berdinas pada 8 Desember 2025. Personel Siprovos Satbrimob Polda Aceh melakukan upaya pencarian, baik ke rumah orang tua maupun ke rumah pribadi yang bersangkutan. Selain itu, juga telah dilayangkan surat panggilan sebanyak dua kali.

Terkait dengan absennya yang bersangkutan dalam dinas, upaya pencarian dan pemanggilan telah dilaporkan ke Bidpropam sebelum Satbrimob Polda Aceh menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Informasi Terbaru Mengenai Bripda Muhammad Rio

Pada Rabu, 7 Januari 2026, Bripda Muhammad Rio mengirimkan pesan WhatsApp kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin. Isi pesan WhatsApp tersebut berupa dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia, serta menggambarkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah.

Sat Brimob Polda Aceh langsung melakukan pelacakan terkait kebenaran informasi soal Bripda Muhammad Rio bergabung jadi tentara bayaran Rusia. Dari penelusuran Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio tercatat melakukan perjalanan dengan rute penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai (PVG) pada 18 Desember 2025. Ia kemudian melanjutkan perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Haikou Meilan (HAK) pada 19 Desember 2025.

Tindakan Hukum yang Diambil

Brimob Polda Aceh sejauh ini sudah mengantongi sejumlah bukti berupa foto dan video, data paspor, serta data penumpang pesawat. Setelah itu, proses penanganan pelanggaran kode etik profesi Polri serta permintaan pendapat dan saran hukum dilakukan pada 8 Januari 2026.

Dalam pelaksanaan Sidang KKEP pertama secara in absentia, serta Sidang KKEP kedua pada Jumat, 9 Januari 2026 di ruang Sidang Bidpropam Polda Aceh, diputuskan bahwa Bripda Muhammad Rio dikenakan Pasal 13 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 4 huruf a dan e serta Pasal 5 Ayat (1) huruf a, b, dan c, serta Pasal 8 huruf c angka 1 Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Polri, dengan putusan sidang berupa sanksi administratif Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH.

Profil Bripda Muhammad Rio

Bripda Muhammad Rio adalah anggota Sat Brimob Polda Aceh. Jika dilihat dari kepangkatannya, Bripda Muhammad Rio ini merupakan bintara pangkat rendah. Bripda merupakan singkatan dari Brigadir Polisi Dua, pangkat terendah dalam golongan Bintara Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pangkat ini setara dengan Sersan Dua (Serda) di TNI dan biasanya dipegang oleh polisi yang telah lulus pendidikan bintara dasar.

Untuk informasi detail alamat dan tanggal lahir Bripda Muhammad Rio, belum tersiar secara terbuka ke publik. Namun, ia terakhir kali bertugas di Yanma Brimob Polda Aceh. Yanma (Pelayanan Markas) adalah unit di dalam Polri (dan Polda) yang mengurus pelayanan umum dan urusan dalam seperti angkutan, perumahan, keamanan markas, protokoler, administrasi, serta pemeliharaan fasilitas di lingkungan markas besar (Mabes) Polri atau Polda, bertugas memastikan operasional internal berjalan lancar.

Meskipun tugas utamanya adalah pelayanan, Yanma juga seringkali menjadi tempat penempatan anggota Polri yang sedang dalam proses mutasi atau sanksi, menjadi alasan istilah ini sering muncul di media.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *