"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kapolres AKBP Resky: 2 Anak di Kotim Terpapar Ekstremisme

Dampak Teknologi Digital pada Generasi Muda



Penggunaan gadget dan game online tanpa pengawasan yang ketat kini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, terutama di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Masalah ini semakin memprihatinkan setelah ditemukan adanya indikasi anak-anak terpapar paham ekstremisme. Hal ini disampaikan oleh Damang Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Rusli.

Menurut H Rusli, kemajuan teknologi digital yang pesat justru membawa tantangan besar dalam menjaga nilai karakter generasi muda. Ia melihat bahwa kecanduan terhadap gadget dan game online dapat menyebabkan kemunduran perilaku pada anak-anak. Dari sudut pandang adat, ia menilai teknologi bisa menjadi pisau bermata dua jika tidak digunakan dengan bijak.

“Anak-anak kita bukannya semakin maju, tetapi justru banyak yang mengalami kemunduran karena kecanduan gadget dan game online,” ujarnya.

Bahaya Terpapar Ekstremisme di Ruang Digital



Dosen Psikologi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya, Jeffry S Supardi menyatakan bahwa anak-anak cenderung mudah terpapar dengan ekstremisme. Ia menekankan bahwa usia anak-anak masih dalam proses perkembangan cara berpikir, sehingga belum matang untuk berpikir kritis. Anak-anak lebih emosional dan cenderung berpikir secara hitam-putih, benar atau salah.

Jeffry juga menyoroti bahwa penyebaran paham ekstremisme di ruang digital sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak usia 11-18 tahun. Konten-konten yang bersifat kekerasan dan simbol pelaku kekerasan bisa memengaruhi cara berpikir anak, bahkan membuatnya kehilangan empati.

Pengawasan Ruang Digital yang Intens



Ketua Komisi III DPRD Kotim, Dadang Siswanto menegaskan pentingnya pengawasan intens terhadap penggunaan ruang digital oleh anak-anak. Hal ini menjadi perhatian setelah ditemukan kasus dua anak di Kotim diduga terpapar paham radikalisme setelah bermain gim daring Roblox.

Menurut Dadang, penggunaan gadget harus dilakukan dengan pengawasan rutin dari orang tua. Ia menilai bahwa pencegahan dampak negatif digitalisasi tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan harus melibatkan berbagai unsur secara terpadu.

Penjelasan Kapolres tentang Dugaan Paham Radikalisme



Polres Kotawaringin Timur (Kotim) angkat bicara terkait dugaan dua anak di wilayah Kotim yang disebut terpapar paham radikalisme akibat bermain gim daring Roblox. Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menegaskan bahwa kasus tersebut bukan mengarah pada paham radikal, melainkan lebih kepada proses brainwash atau pencucian pola pikir yang difasilitasi oleh konten digital.

AKBP Resky menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan satuan terkait yang menjadi leading sector, termasuk jajaran Satreskrim. Menurutnya, penanganan lanjutan terhadap anak-anak tersebut lebih tepat dilakukan melalui pendekatan pembinaan oleh pemerintah daerah, mengingat posisi anak sebagai korban.

Peran Orang Tua dalam Mengawasi Penggunaan Gadget

  • Orang tua harus aktif mengawasi penggunaan gadget dan game online oleh anak-anak.
  • Penting untuk memberikan edukasi tentang risiko penggunaan internet yang tidak terkontrol.
  • Orang tua juga perlu membatasi waktu penggunaan gadget agar anak tidak kecanduan.
  • Membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak agar bisa saling memahami dan menjaga kepercayaan.

Solusi untuk Mencegah Kemunduran Karakter Anak

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif gadget dan game online.
  • Melibatkan lembaga pendidikan dalam memberikan edukasi tentang penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
  • Mendorong penggunaan aplikasi dan game yang memiliki konten edukatif dan positif.
  • Memberikan alternatif aktivitas yang lebih sehat seperti olahraga, seni, dan kegiatan sosial.

Kesimpulan

Masalah penggunaan gadget dan game online tanpa pengawasan merupakan tantangan serius yang perlu segera diatasi. Dampaknya tidak hanya terhadap perilaku anak, tetapi juga bisa berujung pada terpaparnya paham ekstremisme. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara orang tua, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *