Penusukan yang Menggemparkan Warga Lubuklinggau
Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Seorang pemuda bernama Noval dilaporkan melakukan penusukan terhadap Sutrisno (60), seorang warga setempat. Dari informasi yang diperoleh, Noval disebut mengalami gangguan jiwa. Kejadian ini memicu perhatian masyarakat dan pihak berwajib.
Kehidupan Noval yang Mencurigakan
Diketahui bahwa Noval sering terlihat berjalan-jalan sendirian di jalanan kota. Hal ini membuat banyak orang khawatir akan kondisi mentalnya. Namun, selama ini tidak ada laporan resmi yang menyatakan bahwa ia memiliki masalah kesehatan jiwa.
Ternyata, ada fakta baru yang terungkap. Noval pernah ikut bermain kuda lumping bersama korban, Sutrisno. Namun, hal itu hanya terjadi saat kecil. Setelah itu, tidak ada lagi yang tahu keberadaannya. Bahkan, teman-teman seangkatannya juga tidak lagi terlibat dalam kesenian tersebut.
Noval diketahui tinggal di Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Warga setempat, seperti Jepri, mengatakan bahwa Noval pernah ikut kuda lumping, tetapi hanya sebentar. Ia juga tidak dikenal oleh warga lainnya.
Menurut cerita dari teman-temannya, Noval disebut mengalami gangguan jiwa. Ia sering berjalan mondar-mandir tanpa tujuan jelas. Meski begitu, Jepri sendiri tidak mengenal pelaku secara langsung.
Penangkapan Pelaku
Kanit Pidum Satreskrim Polres Lubuklinggau, Ipda Suwarno, mengonfirmasi bahwa pelaku sudah diamankan di Polres Lubuklinggau. Penangkapan terjadi setelah warga menangkapnya setelah melakukan aksi penusukan kepada korban.
Suwarno menjelaskan bahwa penyidikan sedang dilakukan terhadap pelaku. Sementara itu, korban masih dalam perawatan medis. Pihak rumah sakit akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah korban pulih.
Kronologi Penusukan
Kronologi kejadian bermula setelah salat subuh. Sutrisno pulang dari masjid dan kembali ke rumah. Saat itu, cucunya membuka pintu rumah karena mendengar suara ketukan. Tiba-tiba, seorang laki-laki tak dikenal masuk dan langsung menyerang korban.
Sutrisno yang masih dalam kamar sehabis salat subuh langsung keluar setelah mendengar teriakan cucunya. Saat melihat pelaku, ia mencoba melawan dengan menendang pelaku hingga terjatuh. Namun, pelaku kembali menyerang dengan pisau.
Dimas, cucu Sutrisno, mengatakan bahwa kakeknya diserang secara membabi buta. Ia melihat kakeknya terluka di kaki dan langsung meminta pertolongan warga sekitar. Akhirnya, pelaku berhasil diamankan oleh warga bersama senjata tajam miliknya.
Motif yang Masih Tidak Jelas
Meskipun pelaku dan korban tidak saling mengenal, motif penusukan masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian masih mencari informasi lebih lanjut untuk mengetahui alasan pelaku bertindak demikian.











