Kehadiran Bahtiar Baharuddin dalam Pemulihan Aceh Tamiang
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, hadir dalam acara pelepasan 1.138 praja IPDN dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri yang bertugas membantu pemulihan Aceh Tamiang pasca-bencana. Acara ini digelar di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar tampak mengenakan batik cokelat dan celana panjang hitam.
Selain itu, ia juga terlihat berbincang dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Meski demikian, ada informasi yang menyebutkan bahwa Bahtiar saat ini sedang dalam proses penyidikan terkait dugaan korupsi pengadaan bibit nanas saat menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan.
Kasus Dugaan Korupsi Bibit Nanas
Bahtiar Baharuddin dicegah bepergian ke luar negeri oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Hal ini dilakukan setelah ia menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama 10 jam pada Rabu (17/12/2025). Pencegahan ini dilakukan agar proses penyidikan dugaan korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp 60 miliar dapat berjalan lancar.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi, menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan para pihak mempersulit atau melarikan diri ke luar negeri. Selain Bahtiar, lima orang lainnya juga dicegah bepergian keluar negeri dalam kasus yang sama. Mereka antara lain HS, RR, UN, RM, dan RE.
Proses Penyidikan Kasus Bibit Nanas
Penyidik Kejaksaan mengungkap adanya indikasi mark up harga dan pengadaan fiktif dalam proyek pengadaan bibit nanas di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2024. Proyek ini menyerap anggaran sebesar Rp 60 miliar, padahal temuan sementara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hanya mencapai Rp 4,5 miliar.
Penyidik Pidsus Kejati Sulsel telah melakukan penggeledahan di beberapa tempat, termasuk Kantor Dinas TPHBun, BKAD, serta kantor rekanan. Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita ratusan dokumen kontrak dan bukti transaksi keuangan. Selain itu, lebih dari 20 orang saksi dari berbagai latar belakang, termasuk birokrasi, swasta, hingga kelompok tani, telah diperiksa.
Peran Bahtiar dalam Pemulihan Aceh Tamiang
Dalam acara pelepasan praja IPDN dan ASN Kemendagri, Bahtiar Baharuddin terlihat berdiri di antara para pejabat Kemendagri lainnya serta kerumunan penumpang dan pengunjung bandara. Setelah sesi konferensi pers selesai, Tito Karnavian kembali duduk di ruang pelepasan praja IPDN. Ia kemudian mencari Bahtiar dan keduanya berbicara selama sekitar 10-15 menit. Isi pembicaraan tidak diketahui secara pasti.
Setelah berbicara, Tito berjalan menuju luar ruangan pelepasan. Bahtiar dan pejabat Kemendagri lainnya mengikuti Tito dari belakang, lalu turun menuju suatu tempat di terminal bandara tersebut.
Tanggapan dari Pejabat Kemendagri
Salah satu pejabat Kemendagri mengaku tidak melihat Bahtiar dalam acara pelepasan tersebut. Ia juga menyebut bahwa Kemendagri kini sibuk mengurus pemulihan pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. “Kita ini keliling terus ke Sumut, Sumbar, Aceh. Memangnya tadi ada ya (Bahtiar)?” tanya pejabat tersebut saat dihubungi Tribunnews. Ia mengaku belum bisa memberikan jawaban pasti soal langkah Kemendagri terhadap Bahtiar.
Tantangan dan Langkah Berikutnya
Kasus dugaan korupsi bibit nanas ini menjadi tantangan besar bagi pihak kejaksaan dan pemerintah. Proses penyidikan akan terus berlangsung, dan semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban. Sementara itu, Kemendagri tetap fokus pada pemulihan daerah yang terkena bencana, seperti Aceh Tamiang.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











