Wali Kota New York yang Baru Membuka Era Baru
Pada hari Jumat, 2 Januari 2026, kota New York mulai memasuki era baru dengan pelantikan Zohran Mamdani sebagai wali kota pertama yang beragama Muslim. Pria berusia 34 tahun ini dilantik dengan sumpah di atas Al Quran, oleh salah satu senator Bernie Sanders, yang juga menjadi idola politik Mamdani.
Dalam pidato pelantikannya, Mamdani menyampaikan harapan besar untuk kota yang penuh perbedaan dan keragaman. Berikut adalah kutipan penting dari pidatonya:
“Bersama-sama, kita akan menceritakan kisah baru tentang kota kita. Ini bukan kisah tentang satu kota, yang hanya dikuasai oleh satu persen yang kaya. Bukan pula kisah tentang dua kota, orang kaya melawan orang miskin. Ini akan menjadi kisah tentang delapan setengah juta orang, yang masing-masing adalah warga New York dengan harapan dan ketakutan, masing-masing satu alam semesta, masing-masing terjalin bersama.”
Para penulis dari kisah ini akan berbicara dengan bahasa Pashto dan Mandarin, Yiddish dan Kreol. Mereka akan berdoa di masjid, di sinagoge, di gereja, di Gurdwara dan Mandir dan kuil. Dan banyak juga yang tidak berdoa sama sekali. Mereka akan menjadi imigran Yahudi Rusia di Brighton Beach, orang Italia di Rossville, dan keluarga Irlandia di Woodhaven, banyak di antaranya datang ke kota New York tanpa apa pun, kecuali mimpi tentang kehidupan yang lebih baik, mimpi yang telah layu.
Mereka akan menjadi anak muda di apartemen sempit Marble Hill di mana dindingnya bergetar ketika kereta bawah tanah lewat. Mereka menjadi warga kulit Hitam pemilik rumah di St. Albans, yang menjadi bukti nyata kemenangan atas puluhan tahun kerja dengan upah rendah dan praktik diskriminasi perumahan. Mereka akan menjadi warga Palestina di Bay Ridge, yang tidak lagi harus berurusan soal politik yang berbicara tentang universalisme, tapi mereka jadi pengecualian …
Banyak dari orang-orang ini dikhianati oleh tatanan yang mapan. Tetapi di bawah pemerintahan kami, kebutuhan mereka akan terpenuhi. Harapan, impian, dan kepentingan mereka akan tercermin secara transparan dalam pemerintahan. Mereka akan membentuk masa depan kita.
Kebakaran di Resor Ski Swiss
Pihak berwenang mengatakan “sejumlah besar anak muda” termasuk di antara 40 orang yang tewas dan 115 orang terluka dalam kebakaran di resor ski Swiss, Crans-Montana. Kebakaran terjadi di bar Le Constellation selama pesta Malam Tahun Baru yang masih belum diketahui pasti penyebabnya.
Kepolisian setempat mengatakan banyak anak muda memadati tempat tersebut untuk perayaan Malam Tahun Baru dan laporan menunjukkan beberapa orang terjebak saat mencoba melarikan diri melalui tangga sempit. Presiden Federal Swiss Guy Parmelin mengatakan terkejut dengan bencana besar tersebut.
Unjuk Rasa di Iran
Para pengunjuk rasa memenuhi jalanan di kota-kota besar di Iran hampir sepanjang pekan ini. Mereka menyampaikan rasa kemarahan atas perekonomian negara dan dugaan korupsi di pemerintah. Protes dimulai ketika para pedagang di ibu kota, Teheran, menutup toko mereka sebagai respons terhadap anjloknya nilai mata uang, dengan rial Iran jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS pada 29 Desember.
Beberapa orang tewas dalam sejumlah unjuk rasa yang berakhir dengan kekerasan, termasuk tiga pengunjuk rasa dalam serangan terhadap kantor polisi di provinsi Lorestan, menurut kantor berita semi-resmi Fars. “Protes ini adalah revolusi kelaparan, ini benar-benar revolusi roti,” kata Farideh* (bukan nama aslinya), kepada ABC dari Teheran.
Serangan di Wilayah Ukraina
Otoritas Rusia mengatakan serangan pesawat tak berawak Ukraina menewaskan sedikitnya 20 orang di wilayah Kherson, Ukraina, yang dikuasai Rusia. Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh Ukraina melakukan “serangan teroris”, namun Ukraina belum memberikan komentar.
Serangan ini terjadi ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia membawa konflik “ke tahun baru” dengan serangkaian serangan pesawat tak berawak terhadap infrastruktur energi. Desa Khorly yang terkena serangan terletak di semenanjung di pantai Laut Hitam.











