"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Dari bolu lapis hingga asinan, 5 oleh-oleh khas Bogor terbaik untuk Anda

Oleh-Oleh Khas Bogor yang Wajib Dibawa Pulang Saat Liburan

Bogor, kota yang dikenal dengan julukan Kota Hujan, tidak hanya menawarkan keindahan alam dan sejarah yang kaya akan nilai. Selain itu, kota ini juga memiliki beragam pilihan oleh-oleh yang bisa menjadi kenangan manis setelah berkunjung. Mulai dari camilan tradisional hingga kreasi modern, Bogor menyediakan banyak opsi yang mudah ditemukan di pusat jajanan maupun toko khusus. Harga yang terjangkau pun menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh.

Jika Anda merencanakan liburan ke Bogor, terutama pada momen liburan Natal dan Tahun Baru 2026, berikut beberapa rekomendasi oleh-oleh khas Bogor yang populer dan layak dibawa pulang.

1. Roti Unyil

Salah satu kudapan yang selalu diminati oleh wisatawan adalah roti unyil. Roti kecil ini memiliki berbagai pilihan isi, mulai dari cokelat, keju, sosis, hingga rasa gurih lainnya. Teksturnya lembut dan cocok untuk disantap dalam sekali gigit.

Di Bogor, Toko Roti Unyil Venus yang berada di Jalan Pajajaran No. 1 menjadi tempat paling terkenal. Harga per buah sekitar Rp1.500, sehingga wisatawan sering membeli dalam jumlah banyak agar bisa mencoba berbagai varian. Selain roti unyil, toko ini juga menjual Roti Keset Manis seharga Rp18.000, donat dengan harga sekitar Rp5.000, serta aneka pie yang dibanderol Rp3.500–Rp4.000 per buah.

2. Makaroni Panggang

Makaroni panggang khas Bogor juga menjadi salah satu pilihan oleh-oleh yang populer. Hidangan ini terdiri dari makaroni yang dicampur dengan saus dan keju, lalu dipanggang hingga menghasilkan rasa creamy dan lezat.

Toko Macaroni Panggang Bogor yang berada di Jalan Salak No. 24, Babakan, menjadi destinasi favorit. Toko ini buka dari pukul 07.00 hingga 22.00. Harganya bervariasi, mulai dari Rp23.000 sampai Rp145.000 tergantung ukuran. Varian spesial dijual dari Rp35.000 hingga Rp210.000. Selain itu, tersedia juga Cinnamon Cake dan Ontbijtkoek dengan empat pilihan rasa—canary, rum kismis, cokelat, dan keju—yang masing-masing dibanderol sekitar Rp55.000, serta biskuit kayu manis seharga Rp45.000.

3. Asinan Bogor

Bagi pecinta rasa segar, asinan Bogor pasti sudah tidak asing lagi. Olahan buah segar ini disiram kuah bercita rasa asam, manis, dan pedas yang menyegarkan. Salah satu tempat legendaris yang menyediakan asinan adalah Asinan Sedap Gedung Dalam di Jalan Siliwangi No. 27, Bogor Timur. Toko ini buka dari pukul 09.00 hingga 21.00. Di sini tersedia aneka asinan dan manisan berbahan buah segar. Harga seporsi asinan berkisar Rp18.000–Rp28.000, sedangkan manisan dijual sekitar Rp50.000. Asinan buah seharga Rp25.000 dan manisan gandaria sering menjadi pilihan favorit pembeli.

4. Bolu Lapis Talas

Bolu lapis talas adalah oleh-oleh yang identik dengan Bogor karena menggunakan talas sebagai bahan utama. Kue ini memiliki tampilan dua warna khas, ungu dan kuning, dengan tekstur lembut. Varian rasanya cukup beragam, seperti keju, talas, cocopandan, hingga kopi susu.

Lapis Bogor Sangkuriang di Jalan Pajajaran No. 20i, Komplek Ruko Perkantoran, serta cabangnya di dekat Stasiun Bogor, menjadi lokasi utama pembelian. Harga satu kotak bolu mulai dari Rp34.000, sedangkan ukuran kecil dijual sekitar Rp18.000.

5. Strudel

Pilihan lain yang tak kalah menarik adalah strudel ala Bogor. Kue asal Austria ini diadaptasi dengan sentuhan lokal, bahkan memiliki isian unik seperti asinan dan bakso. Jumbo Bakery di Jalan Pajajaran No. 3F menjual berbagai varian strudel dan buka setiap hari pukul 08.00–21.00. Harga strudel standar sekitar Rp45.000 per kotak, sementara varian favorit seperti Strudel Bogor Asinan dan Strudel Bakso dibanderol Rp50.000.

Dengan beragam pilihan tersebut, wisatawan bisa menyesuaikan oleh-oleh sesuai selera dan kebutuhan. Bogor tidak hanya memanjakan mata dan perut saat liburan, tetapi juga menghadirkan kenangan manis yang bisa dibagikan lewat kuliner khasnya.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *