Pengumuman Bantuan Sosial Tahun 2026
Pemerintah kembali menyalurkan berbagai bentuk bantuan sosial (bansos) pada tahun 2026, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi miskin atau rentan miskin, yang dikenal sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Untuk bisa menjadi penerima bansos tahun 2026, seseorang harus terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN adalah basis data tunggal yang mencakup informasi sosial dan ekonomi seluruh penduduk Indonesia. Data ini menjadi rujukan utama dalam pembagian bansos. Melalui DTSEN, pemerintah mengklasifikasikan KPM berdasarkan tingkat kesejahteraan, terutama pada desil 1 hingga 5.
Jika Anda termasuk dalam kategori penerima manfaat, penting untuk mengetahui cara mengecek status penerima bansos Januari 2026 menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP.
Jenis-Jenis Bansos yang Diberikan
1. Bansos PKH
Pemerintah tetap melanjutkan penyaluran bansos PKH pada tahun 2026. Penyaluran dilakukan dalam empat tahap:
- Tahap 1: Januari-Maret 2025
- Tahap 2: April-Juni 2025
- Tahap 3: Juli-September 2025
- Tahap 4: Oktober-Desember 2025
Bansos PKH akan dicairkan melalui kantor pos Indonesia dan Himpunan Bank Negara (Himbara), yaitu BNI, Mandiri, BRI, dan BTN.
2. Bansos BPNT
Bansos BPNT Januari 2025 diberikan dalam bentuk uang kepada KPM berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diberikan dalam bentuk uang yang disalurkan melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan kantor pos. Besaran bansos BPNT adalah Rp200.000 per bulan (dicairkan Rp400.000 setiap dua bulan) untuk penerima yang terdaftar dalam DTKS atau DTSE.
3. Program Indonesia Pintar (PIP)
Untuk menekan angka putus sekolah, bantuan PIP tetap tersedia bagi siswa dari keluarga prasejahtera. Besaran bantuan adalah maksimal Rp450.000 untuk jenjang SD, Rp750.000 untuk SMP, dan Rp1,8 juta untuk jenjang SMA/SMK per tahun.
Cara Mendaftar Jadi Penerima Bansos
Berikut beberapa cara untuk mendaftar menjadi penerima bansos baik secara offline maupun online:
1. Mendaftar Secara Offline
- Mendatangi RT/RW dan mengajukan usulan ke desa/kelurahan.
- Usulan tersebut akan dibawa ke musyawarah desa atau kelurahan.
- Selanjutnya, usulan akan diinput ke Aplikasi SIKS-NG.
- Dinas Sosial akan melakukan verifikasi dan validasi usulan desa/kelurahan.
- Hasil verifikasi akan difinalisasi oleh Dinas Sosial Kabupaten/Kota.
- Kepala daerah akan melakukan pengesahan.
2. Mendaftar Secara Online
- Unduh Aplikasi Cek Bansos Kemensos di Play Store.
- Buka aplikasi dan klik “Buat Akun Baru” untuk registrasi.
- Masukkan data diri sesuai kolom yang diminta, berupa Nomor KK, NIK, dan nama lengkap sesuai KK serta KTP.
- Unggah foto KTP dan swafoto yang tengah memegang KTP.
- Pastikan data diisi dengan benar, lalu klik “Buat Akun Baru”.
- Cek email verifikasi dan aktivasi dari Kemensos.
- Setelah proses registrasi berhasil, akses kembali layanan menu di aplikasi Cek Bansos Kemensos, lalu klik menu “Daftar Usulan”.
- Masukkan kembali data diri sesuai petunjuk yang tertulis di kolom.
- Usulan masyarakat akan masuk ke sistem SIKS-NG dan diverifikasi serta divalidasi oleh Dinas Sosial.
- Hasil verifikasi dan validasi tersebut akan masuk ke dalam pengesahan Kepala Daerah.
Cara Mengecek Status Penerima Bansos
Berikut langkah-langkah mengecek status penerima bansos tahun 2026 lewat laman website dan aplikasi:
1. Cek Bansos Kemensos via situs cekbansos.kemensos.go.id
- Buka link: cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih data wilayah: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan
- Masukkan nama sesuai KTP
- Isi kode captcha yang muncul
- Klik “Cari Data”
- Jika terdaftar, sistem akan menampilkan nama penerima, jenis bantuan, dan periode pencairan.
2. Cek Bansos Kemensos via aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store
- Login atau daftar akun
- Pilih menu “Cek Bansos”
- Masukkan data sesuai KTP
- Jawab pertanyaan verifikasi
- Klik “Cari Data”
- Jika nama Anda muncul sebagai penerima, sistem menampilkan nama lengkap, usia, jenis bantuan, status penerimaan, dan periode pencairan.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











