Penangkapan Pelaku Pembunuhan Anak Haji Maman
Pelaku pembunuhan anak dari Haji Maman, MAHM (9 tahun), yang berinisial HA akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian pada Jumat (2/1/2026). Kejadian ini terjadi setelah pelaku melakukan aksi pencurian di rumah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri. HA, yang merupakan warga asal Palembang, Sumatera Selatan, juga diketahui bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan ternama di wilayah Kota Cilegon.
Identitas dan Profesi Pelaku
HA dikenal sebagai warga asli Palembang, Sumatera Selatan. Selain itu, ia juga memiliki pekerjaan sebagai karyawan di sebuah perusahaan besar yang beroperasi di Kota Cilegon. Informasi ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan saat dikonfirmasi. Menurutnya, HA memang merupakan salah satu karyawan dari perusahaan tersebut. Pernyataan ini disampaikan melalui konfirmasi dengan wartawan Tribunbanten, Muhammad Uqel, yang dilansir dari tayangan Tribunnews.com, Sabtu (3/1/2026).
Aksi Pembunuhan dan Penangkapan
Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh MAHM, anak Haji Maman, yang terjadi pada Selasa (16/12/2025). Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Cilegon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Foto yang diunggah melalui status WhatsApp Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama menunjukkan HA duduk di lantai lobi Mapolres Cilegon dengan kaus hitam dan celana hitam, serta tangan terborgol menggunakan dua tali ties.
Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan. Ia menyebut bahwa pelaku ditangkap tanpa perlawanan. “Sudah ditangkap Jumat sore sebelum Maghrib,” ujar AKP Sigit saat dikonfirmasi, Jumat.
Penangkapan Saat Beraksi Mencuri
Aksi nekat HA tidak berhenti di rumah Haji Maman. Pelaku ditangkap tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan melalui pesan WhatsApp menyatakan bahwa HA ditangkap saat mencuri di sebuah rumah di Cilegon. Dalam aksinya, HA diketahui oleh pembantu rumah tangga yang kemudian meminta bantuan warga untuk melapor ke pihak kepolisian. Tim gabungan lantas datang ke lokasi dan berhasil mengamankan HA yang bersembunyi di dalam rumah.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan data yang dihimpun TribunBanten.com, peristiwa pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D, yang berteriak meminta pertolongan. D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung. Mendengar kabar tersebut, H. Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah.
Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Hasil Autopsi
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya. Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan menyebutkan bahwa ada 22 luka di tubuh bocah berusia 9 tahun tersebut. Dari total luka, 19 di antaranya merupakan luka akibat benda tajam. Sementara tiga luka lainnya diduga berasal dari benda tumpul. Namun, posisi luka berada di bagian yang fatal yakni leher dan dada.
Tangis Haji Maman
Mantan Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon, Maman Suherman, terisak menangis setelah mengetahui putra bungsunya yang masih duduk di bangku SD itu tewas diduga jadi korban pembunuhan disertai perampokan. Tragedi ini terjadi di kediamannya di perumahan mewah Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, pada Selasa, (16/12/2025) siang. Saat tragedi yang menewaskan anaknya itu, Haji Maman tengah berada di kantor dan mendapatkan telepon darurat dari anak keduanya.
Pantauan TribunBanten.com di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan di rumah korban. Dari video yang beredar, Maman Suherman yang menggenakan baju lengan pendek berwarna putih menangis terseduh-seduh ditenangkan kerabatnya saat itu puluhan warga setempat serta keluarga korban hadir di rumah duka. Ada seorang perempuan yang sampai jatuh pingsan saat baru tiba di rumah duka.
Kematian anaknya berinisial MAHM yang masih berusia 9 tahun secara tragis itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya, D (8), yang berteriak meminta pertolongan. D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.
Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati membenarkan informasi tersebut. “Ia betul (ada pembunuhan,-red), cuma saya belum bisa kasih statement banyak. Kita nunggu informasi dari pihak kepolisian dulu yah,” ungkapnya.
Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bethsaida, Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini kini ditangani oleh aparat kepolisian Polres Cilegon guna memastikan penyebab kejadian serta mengungkap pelaku yang bertanggung jawab.
“Seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang kami dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian,” kata Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, kepada wartawan, Selasa malam. Pihak Polres Cilegon memastikan bahwa kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif. Polisi belum mengungkap motif maupun terduga pelaku, dan masih mendalami seluruh fakta serta alat bukti yang ditemukan di lapangan.











