"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Opini  

Tidak semua rekan kerja jadi saudara

Mengenal Tipe-Tipe Teman Kantor yang Sebaiknya Jangan Dianggap sebagai Saudara

Ada sebagian orang yang menganggap teman kerja adalah saudara jika mereka merasa cocok atau nyambung ketika bergaul dengan beberapa di antaranya. Saya juga pernah berpikir seperti itu, di mana hampir semua teman kantor dianggap seperti keluarga sendiri.

Apalagi jika suasana kantor sudah hampir seperti rumah sendiri, di mana kita betah berada di kantor bahkan saat jam pulang kerja. Kita masih berada di kantor meskipun tidak dalam kondisi bekerja melainkan hanya ngobrol-ngalor-ngidul bersama rekan kantor.

Namun nyatanya tidak semua teman kantor bisa kita anggap sebagai saudara, terlebih jika mereka termasuk yang problematik alias punya banyak masalah dalam kehidupannya. Bisa-bisa kebaikan kita akan disalah artikan oleh teman kerja yang problematik itu.

Tipe-Tipe Teman Kantor yang Sebaiknya Jangan Dianggap Sebagai Saudara

Beragam karakter manusia bisa kita lihat di dunia kerja, apalagi jika jumlah karyawan cukup banyak. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi saya sebagai pengamat di lingkungan sekitar, khususnya di lingkungan kerja sehingga hasilnya pasti berbeda dengan kalian.

Beberapa teman kantor yang sebaiknya tidak dianggap sebagai saudara antara lain:

  1. Teman Kantor yang Suka Memanfaatkan

    Nama beragam manusia di muka bumi ini tentu satu dengan lainnya punya sifat yang berbeda-beda. Jangankan kita dengan teman kerja, kalian dengan saudara saja pasti sifatnya berbeda juga donk.

    Saya sarankan sih jauhi teman kerja yang suka memanfaatkan kita di kantor. Tipe seperti itu tidak layak dijadikan saudara. Mendekati kita kalau ada butuhnya saja, misalnya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka yang malas dikerjakan sendiri. Namun ujung-ujungnya mereka yang dapat nama, yang dapat pujian.

    Ketika ada teman kerja yang mendekati kita di kantor lalu mengatakan kalau kita ini sudah seperti saudara mereka, jangan buru-buru senang dulu. Bukan berarti saya menyuruh kalian untuk negative thinking, namun lebih tepatnya antisipasi saja jika ternyata di kemudian hari ucapan mereka ternyata lain di bibir dan lain di hati.

    Sebab ada beberapa rekan kerja yang suka memberikan pujian berlebih bukan karena tulus melainkan karena ada maunya. Yang rugi kita juga kalau terlalu baik dengan rekan kerja hingga tak ada batasan dalam berinteraksi. Ada baiknya memang kita memberi batasan dengan teman kantor dan jangan serta merta menganggap mereka seperti saudara sendiri deh kalau ga mau kecewa ujungnya.

  2. Teman Kerja yang Suka Pinjam Uang

    Tipe rekan kerja yang suka pinjam uang ini yang patut diwaspadai juga. Terkadang mereka melakukan “aksinya” yaitu dengan melakukan praktik “sad-fishing” kepada rekan kerja lainnya. “Sad-fishing” sendiri merupakan praktik yang biasa dilakukan di media sosial berupa membagikan masalah pribadi yang biasanya berupa kesedihan.

    Namun bagi saya, teman kerja yang suka bercerita serta mengeluh mengenai masalah pribadinya yang terus menerus berisi kesedihan juga tindakan “sad-fishing”. Yang paling parah sih biasanya tindakan “sad-fishing” diakhiri dengan keinginan meminjam uang kepada teman-teman kantornya.

    Kalau punya teman kantor yang sering banget pinjam uang tapi balikinnya kapan-kapan, mending jauhin deh. Dan jangan lupa tolak secara halus permintaan mereka untuk pinjam uang.

    Rasanya juga kita bakal mikir dua kali mau menganggap mereka seperti saudara sendiri kalau saban bulan kerjaannya cuma minjam uang. Lah kita kan sama-sama kerja, dan tentu saja tiap individu punya masalah masing-masing. Kita saja yang berusaha untuk tidak menunjukkan kalau sedang punya masalah.

  3. Teman Kantor Yang Egois

    Namanya hidup seharusnya saling timbal balik donk. Meskipun sebisa mungkin ketika menolong orang lain tidak mengharapkan imbalan apapun kecuali berharap pahala dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

    Namun dalam urusan interaksi dengan rekan kerja, terkadang kita ingin ada hubungan timbal balik. Manusiawi banget kan kalau berharap seperti itu. Misalnya saja suatu ketika kita membantu tugas rekan kerja, maka boleh donk suatu saat kita berharap ketika load pekerjaan sedang menumpuk, maka teman kerja juga membantu kita agar hubungan sebagai rekan kerja jadi saling kooperatif.

    Nyatanya ada beberapa rekan kerja yang tidak punya kepekaan untuk membantu temannya di kantor dan hanya fokus pada dirinya sendiri. Artinya, kalau dia yang punya masalah seisi kantor harus membantunya namun kalau temannya yang punya kendala maka dia akan acuh tak acuh.

    Please deh, kalau ketemu teman kerja seperti ini, jangan pernah berpikiran untuk menganggap dia jadi saudara yak, hahaha. Karena jatuhnya sudah jadi rekan kerja toxic ini mah.

    Tidak hanya urusan kerja saja, teman kantor egois itu bentuknya bisa bermacam-macam. Misalnya teman kantor yang selalu titip minta dibelikan makan siang tapi kalau kita yang titip, dianya tidak mau dan beralasan macam-macam. Dih, engga banget kan!

Penutup

Menganggap teman kantor layaknya saudara sih boleh-boleh saja selama kamu nyaman. Namun perlu diingat dalam interaksi pertemanan di lingkungan kerja, terkadang tidak sama dengan pertemanan di luar kantor bersama circle kita sendiri. Terkadang ada kepentingan yang dibawa ketika rekan kerja ingin menjadi dekat dengan kita.

Oleh karena itu bijaklah dalam memilih teman kerja yang akan dianggap seperti saudara sendiri.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *