OSAKA,
Perangkat inovatif yang dikenal sebagai “Mesin Cuci Manusia Mirai” mulai dipasarkan di Jepang dengan harga mencapai 60 juta yen atau sekitar Rp 6,4 miliar. Alat futuristik ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Osaka, Science, dan dirancang untuk membersihkan tubuh manusia secara otomatis. Mesin ini pertama kali diperkenalkan dalam ajang World Expo 2025 Osaka, dan kini mulai diproduksi secara terbatas untuk penggunaan komersial.
Mesin ini tidak hanya mencuci tubuh Anda, tetapi juga jiwa Anda. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Science, Sachiko Maekura, dalam wawancara dengan AFP, Jumat (28/11/2025). Cara kerja mesin cuci manusia ini berbeda dari mesin cuci pakaian. Perangkat ini berbentuk kapsul transparan tertutup yang membuat pengguna bisa rebahan di dalamnya. Proses pembersihan berlangsung selama 15 menit, tanpa perlu digosok atau dibilas secara manual.
Mesin memanfaatkan gelembung mikro ultra-halus yang dapat menembus pori-pori kulit untuk mengangkat kotoran, sebum, serta sel kulit mati. Selama proses berlangsung, musik dan video relaksasi diputar guna memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna. Selain itu, mesin juga dilengkapi dengan sensor untuk memantau detak jantung dan tanda-tanda vital lain, demi menjaga keamanan pengguna sepanjang sesi.
Terinspirasi dari tahun 1970
Presiden Science, Yasuaki Aoyama, menyampaikan bahwa ide pengembangan mesin ini berasal dari prototipe serupa yang pernah dipamerkan oleh Sanyo Electric (kini Panasonic) dalam Osaka Expo 1970. Saat itu, ia masih berusia 10 tahun dan terkesan dengan konsep revolusioner tersebut. Presiden kami terinspirasi saat melihat pameran mesin cuci manusia di Osaka World Expo 1970. Ia masih berusia sepuluh tahun saat itu.
Namun, proyek di masa lalu itu gagal dikomersialkan karena keterbatasan teknologi dan tingginya biaya produksi. Kini, dengan kemajuan teknologi dan minat pasar yang meningkat, Science berhasil mewujudkannya dalam versi modern. Science akan membatasi produksi Mesin Cuci Manusia Mirai hanya sebanyak 40-50 unit demi menjaga eksklusivitas produk. Target utamanya bukan pasar individu, melainkan fasilitas publik seperti hotel, spa, onsen (pemandian air panas), serta tempat rekreasi.
Karena salah satu nilai jual utama mesin ini adalah kelangkaannya, kami hanya akan memproduksi sekitar 50 unit saja. Unit pertama telah dibeli oleh hotel di Osaka, yang sedang menyiapkan fasilitas tersebut bagi para tamu. Sementara itu, perusahaan ritel elektronik Yamada Denki juga menjadi salah satu pelanggan. Menurut laporan Kyodo News, perusahaan Yamada Denki akan memajang mesin tersebut di LABI Ikebukuro Main Store, Tokyo, mulai 25 Desember 2025, dan pengunjung dapat mencoba langsung pengalaman menggunakan mesin ini.
Tingginya minat pengunjung
Selama enam bulan penyelenggaraan World Expo 2025 di Osaka yang berakhir Oktober lalu, mesin ini menjadi salah satu atraksi paling diminati. Tercatat lebih dari 40.000 orang mendaftar untuk mencoba perangkat tersebut. Berdasarkan data dari Science, total pengunjung Expo mencapai lebih dari 27 juta orang. Menyusul antusiasme besar itu, perusahaan memutuskan untuk memproduksi unit terbatas secara komersial.
Media teknologi Jepang, Slashgear, melaporkan bahwa hingga Oktober 2025 sudah ada 6 hingga 8 unit yang dipesan. Meski saat ini mesin belum dijual untuk penggunaan pribadi, Science membuka peluang untuk merancang versi rumahan dengan harga lebih terjangkau apabila teknologi dan sistem produksi massal telah memadai. Jika teknologi ini terus berkembang dan sistem produksi massal sudah terbentuk, kemungkinan akan ada model rumah tangga yang lebih terjangkau.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











