"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Anak Menkeu Purbaya Berbeda Pendapat dengan ESDM-BMKG soal Penyebab Banjir Sumatera

Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra: Penyebab dan Tanggapan Berbagai Pihak

Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada 26–29 November 2025 kembali memicu perdebatan mengenai penyebab utama bencana tersebut. Dampaknya sangat besar, dengan data awal menunjukkan 303 orang meninggal, 279 hilang, serta lebih dari 50.000 penduduk terpaksa mengungsi. Infrastruktur di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat rusak berat, termasuk jembatan, jalan, permukiman, hingga jaringan listrik dan komunikasi. Peristiwa ini dinilai sebagai salah satu bencana hidrometeorologi terbesar di Sumatra dalam beberapa tahun terakhir.

Yudo Sadewa, anak Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa kerusakan ekosistem akibat aktivitas manusia berperan besar dalam memperparah dampak bencana. Menurutnya, kejadian itu tidak bisa disebut sebagai fenomena alam murni. Ia menegaskan bahwa badai tropis memang memukul Sumatra, namun efek destruktifnya menjadi sangat besar karena hutan yang seharusnya menjadi penahan air dan pem stabil lereng telah hilang drastis.

“Bencana yang terjadi di Sumatera itu bukan merupakan bencana alam, itu hanya lah badai tropis dia nerjang Sumatera, tapi karena enggak ada hutan, enggak ada penahan akhirnya terjadi tanah longsor dan banjir bandang,” ujarnya dalam unggahan TikTok, Sabtu (29/11/2025).

Yudo juga menyoroti konversi hutan secara masif untuk tambang, permukiman, pertanian, dan ekspansi perkebunan sawit. Menurutnya, pemanasan global turut menjadi faktor pemicu terbentuknya siklon di dekat garis khatulistiwa. “Ini disebabkan karena pohonnya itu hutan itu ditebangin… Makanya kita tidak punya penahannya… Siklon ini terbentuk di Pulau Sumatera which is deket khatulistiwa,” tambahnya.

Pandangan Kementerian ESDM

Pandangan berbeda disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Melalui Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, pemerintah menegaskan bahwa curah hujan ekstrem dan kondisi geologi yang rentan merupakan penyebab utama. “Prioritas utama pemerintah saat ini adalah penanganan warga terdampak dan pemulihan wilayah,” ujar Lana dalam keterangan resmi, Minggu (30/11/2025).

Menurut ESDM, bencana di lima kabupaten (Humbang Hasundutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara) dipicu oleh tiga faktor:

  • Curah hujan lebat hingga ekstrem
  • Topografi curam
  • Litologi yang mudah tergerus

Lana menambahkan bahwa pengendalian tata guna lahan di lereng curam, perbaikan drainase, serta peningkatan kapasitas mitigasi masyarakat menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko bencana. Terkait longsor di kawasan Sibolga, ia menjelaskan bahwa wilayah tersebut berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi.

Analisis BMKG

BMKG memberikan analisis sejalan dengan ESDM. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 95B yang muncul sejak 21 November 2025 di timur Aceh menjadi pemicu hujan ekstrem di berbagai wilayah Sumatra. “Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akibat dampak dari Bibit Siklon 95B,” katanya.

BMKG juga mendeteksi Mesoscale Convective Complex (MCC) di Samudra Hindia barat Sumatra, yang dapat memunculkan bencana susulan berupa hujan sangat lebat, angin kencang, hingga hujan es. Wilayah yang perlu waspada antara lain Mandailing Natal, Sumatra Utara, dan sebagian besar Sumatra Barat.

Profil Yudo Sadewa

Yudo Sadewa dikenal luas di komunitas aset kripto. Ia adalah seorang trader muda yang mulai menekuni dunia investasi sejak masih duduk di bangku SMA. Strateginya mengandalkan metode scalping, teknik transaksi dalam waktu singkat untuk meraih keuntungan kecil namun konsisten. Nama Yudo pertama kali mencuat pada tahun 2022. Saat masih kelas 11 SMA, ia mengklaim berhasil meraih keuntungan ratusan juta rupiah dari investasi aset kripto Shiba Inu.

Tidak hanya fokus pada kripto, Yudo juga menaruh minat pada berbagai instrumen keuangan lainnya. Ia pernah mencoba berinvestasi di saham, obligasi, hingga forex. Bahkan ia nekat menanamkan modal Rp100 juta pada Binary Option, platform trading dengan risiko tinggi. Langkah berani itu sempat menuai perhatian, meski dunia investasi tersebut dikenal penuh kontroversi.

Ketertarikan Yudo pada aset digital membuatnya beberapa kali disebut-sebut terkait dengan Akademi Crypto, sebuah platform edukasi yang didirikan oleh influencer investasi Timothy Ronald. Konten yang ia bagikan di media sosial juga kerap mengusung tema trading dan investasi. Hal itu memperkuat citranya sebagai sosok yang lekat dengan dunia finansial digital sejak usia muda.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *