"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Sindiran Prabowo: Bupati Aceh Selatan Umroh Saat Banjir, Itu Desersi

Prabowo Tegur Bupati Aceh Selatan yang Pergi Umroh Saat Wilayah Dilanda Banjir

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tinggal diam setelah mengetahui bahwa Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, pergi melakukan ibadah umrah saat wilayahnya sedang dilanda banjir. Dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang dihadiri oleh berbagai kementerian dan lembaga di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, pada Minggu (7/12/2025), Prabowo memberikan teguran keras terhadap Bupati Aceh Selatan.

Kepala Daerah Harus Menemani Rakyat

Prabowo menegaskan bahwa kepala daerah harus selalu berada di sisi rakyat, terutama dalam masa-masa sulit seperti bencana alam. Ia menyampaikan hal tersebut dengan nada menyindir, mengingat keberangkatan Bupati Mirwan MS ke Mekkah.

“Kalian harus terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan. Kalau yang mau lari lari aja enggak apa-apa ya,” ujar Prabowo, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Teguran Keras dan Permintaan Pencopotan

Tidak hanya menyindir, Prabowo secara tegas meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian untuk mencopot Bupati Mirwan MS dari jabatannya. Ia bertanya kepada Tito apakah proses pencopotan bisa dilakukan segera.

“Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses?” tanya Prabowo ke Tito.

Tito menjawab bahwa proses pencopotan akan memakan waktu sekitar 3 bulan. Namun, Prabowo tetap menegaskan bahwa tindakan tegas diperlukan.

Ia juga menyebut Bupati Mirwan MS seperti seorang tentara yang desersi. Desersi dalam istilah militer adalah tindakan meninggalkan tugas tanpa izin resmi, yang biasanya dikenai sanksi berat.

“Itu kalau tentara itu namanya desersi itu ya dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah,” tegas Prabowo.

Klarifikasi dari Bupati Aceh Selatan

Dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Jumat (5/12/2025), Bupati Mirwan MS menyatakan bahwa ia telah turun langsung mengecek kondisi banjir sebelum berangkat ke Mekkah. Ia menyebut telah meninjau pengungsian dan memimpin rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai alur komando. Dari hasil koordinasi, situasi saat itu terkendali sehingga saya dapat menunaikan nazar saya untuk melaksanakan ibadah umrah,” ungkap Mirwan.

Ia juga menegaskan bahwa keberangkatannya ke Mekkah merupakan nazar pribadi yang telah lama direncanakan. Meskipun surat izin pergi dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) ditolak, Mirwan menyatakan bahwa surat tersebut baru diterima ketika ia sudah berada di Tanah Suci.

“Surat dari Gubernur Aceh saya ketahui setelah saya berada di Tanah Suci. Informasi dari daerah juga terlambat diterima karena jaringan telekomunikasi dan listrik di Aceh Selatan sempat padam akibat gangguan listrik di Aceh. Inilah yang menyebabkan adanya miskomunikasi,” jelas Mirwan.

Penanganan Banjir Tetap Efektif

Mirwan memastikan bahwa penanganan banjir tetap berlangsung efektif melalui komando posko utama dan OPD terkait. Ia menyatakan akan segera kembali ke tanah air pada 6 Desember 2025, dan insya Allah pada hari Minggu sudah tiba kembali di Aceh.

Pemkab Aceh Selatan Beri Penjelasan

Pemkab Aceh Selatan akhirnya buka suara melalui Kabag Prokopim Pemkab Aceh Selatan, Denny Herry Safputra. Ia mengatakan bahwa keberangkatan Bupati beserta istri ke Tanah Suci setelah melihat kondisi wilayah Aceh Selatan yang dinilai sudah stabil.

“Tentunya setelah melihat situasi dan kondisi wilayah Aceh Selatan umumnya yang sudah stabil, terutama debit air yang sudah surut di permukiman warga pada wilayah Bakongan Raya dan Trumon Raya,” kata Denny saat dikonfirmasi awak media, Jumat (5/12/2025).

Denny menyebutkan bahwa tidak benar Bupati meninggalkan Aceh Selatan saat banjir masih melanda. Ia menegaskan bahwa Bupati dan istri sebelum berangkat telah beberapa kali mengunjungi dan menyambangi beberapa lokasi terdampak, seperti wilayah Trumon Raya dan Bakongan Raya.

Bahkan, kata dia, Bupati turun langsung dengan mengantarkan logistik ke wilayah terdampak dan memastikan masyarakat mendapatkan perhatian. “Bantuan dari pemerintah langsung tanpa kurang suatu apa pun,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, beberapa titik pengungsian di Aceh Selatan dalam beberapa hari ini masyarakat juga sudah kembali ke rumah masing-masing. “Terutama wilayah terdampak Kecamatan Trumon Tengah dan Trumon Timur sehingga tidak ada lagi masyarakat wilayah Aceh Selatan yang berada di lokasi pengungsian, demikian kami sampaikan,” tuturnya.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *