"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Berita  

China Terancam Kehilangan Status Adidaya Akibat Penurunan Jumlah Pernikahan yang Signifikan

"China Berpotensi Kehilangan Gelar Adidaya karena Menurunnya Angka Pernikahan yang Mencolok"

marosdaily.com – BEIJING – China, yang telah mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk meningkatkan populasi yang menurun, mencatat penurunan pendaftaran pernikahan selama sembilan bulan pertama tahun 2024. Hal ini menjadi ancaman bagi China yang berusaha untuk menjadi negara adidaya, karena pernikahan menjadi faktor penentu dalam peningkatan populasi.

Data terbaru yang dirilis oleh pemerintah pada hari Jumat (1/11/2024) menunjukkan bahwa sebanyak 4,747 juta pasangan telah mendaftar secara nasional selama tiga kuartal pertama tahun ini. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 943.000 dari tahun sebelumnya, menurut perhitungan Reuters.

Penurunan ini disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi yang semakin meningkat dan biaya hidup yang terus naik di seluruh negeri, yang membuat banyak pasangan muda memutuskan untuk menunda pernikahan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para pembuat kebijakan yang berusaha untuk meningkatkan populasi yang terus menurun.

Untuk mengatasi masalah ini, China baru-baru ini merevisi rancangan undang-undang yang memudahkan pasangan untuk mendaftarkan pernikahan, sementara perceraian akan menjadi lebih sulit. Namun, data menunjukkan bahwa jumlah perceraian selama tiga kuartal pertama tahun 2024 juga mengalami penurunan, yaitu sebanyak 1,967 juta, turun 6.000 dari tahun sebelumnya.

Pada awal tahun ini, China juga melaporkan penurunan angka kelahiran nasional untuk tahun kedua berturut-turut. Hal ini mendorong pemerintah untuk meluncurkan proyek dan inisiatif di kota-kota besar guna mendorong kaum muda untuk menikah dan memiliki anak, serta menciptakan lingkungan yang ramah bagi mereka.

Perkawinan dan kelahiran anak telah menjadi topik hangat di kalangan kaum muda China dan menjadi tren di media sosial. Banyak dari mereka memilih untuk tetap melajang atau menunda pernikahan karena prospek pekerjaan yang buruk dan kekhawatiran tentang masa depan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Presiden China, Xi Jinping, juga telah memberikan komentar mengenai hal ini, dengan menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun “tren keluarga baru” di China. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah China sangat serius dalam mengatasi masalah populasi yang terus menurun.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *