3. Setelah itu, pesawat-pesawat Israel menyerang lokasi yang dipilih di Iran. Namun, tidak ada detail spesifik yang diberikan.
4. Menurut sumber-sumber Israel, serangan ini bertujuan untuk menghancurkan fasilitas produksi rudal jarak jauh Iran. Namun, tidak ada konfirmasi dari pihak Iran soal serangan ini.
5. Menurut sumber-sumber Iran yang dikutip New York Times, sistem pertahanan rudal Iran menembakkan rudal pertahanan udara yang gagal mencapai target.
6. Serangan yang dilakukan Israel ini tidak menyebabkan korban jiwa maupun kerusakan yang berarti.
7. Serangan ini dianggap sebagai eskalasi baru di antara kedua negara yang sudah lama bermusuhan.
8. Israel mengancam akan terus menyerang Iran jika serangan-serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap Israel berlanjut.
9. Namun, Iran yang sudah lama berseteru dengan Israel mengatakan bahwa mereka tahu persis bagaimana cara menghadapi serangan Israel.
10. Pihak Iran menyebutkan bahwa mereka tidak akan mundur dalam menghadapi serangan Israel dan siap untuk melawan jika serangan terus berlanjut.
11. Pada saat yang sama, Iran juga mengecam serangan Israel sebagai bentuk agresi yang tidak dapat diterima dan menuntut Israel untuk menghentikan serangan-serangan tersebut.
12. Namun, Israel tidak menanggapi tuntutan tersebut dan tetap melanjutkan serangan-serangan mereka.
marosdaily.com – TEHERAN – Rincian kronologi serangan udara Israel terhadap Iran pada Sabtu pekan lalu telah muncul. Serangan ini melibatkan sekitar 100 pesawat, termasuk jet tempur siluman F-35, di mana sistem pertahanan rudal pelindung situs minyak dan nuklir menjadi target utama.
Citra satelit dari lokasi yang terkena dampak di Iran dan rincian yang dilaporkan oleh New York Times menunjukkan bahwa pemimpin Israel mengindahkan saran sekutunya, tetapi lokasi serangan tetap mengisyaratkan bahwa Israel mampu menyerang target bernilai tinggi jika eskalasi terus berlanjut.
Operasi tersebut, dengan nama sandi Days of Repentance, tampaknya ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang Israel, serta membuat negara Islam tersebut lebih rentan terhadap serangan udara di masa mendatang.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa mereka berfokus pada pertahanan udara, lokasi radar, dan fasilitas produksi rudal jarak jauh.
Kronologi 100 Pesawat Israel Serang Iran
1. Operasi tersebut melibatkan lebih dari 100 jet dan pesawat nirawak, dan dilakukan dalam dua gelombang.
Versi militer Iran, pesawat-pesawat Zionis menyerang dari wilayah udara Irak yang dikendalikan Amerika Serikat (AS), tanpa memasuki wilayah udara Iran.
Namun, laporan Iran International menyebut beberapa jet tempur siluman F-35 Israel memasuki wilayah udara Iransebelum akhirnya mengebom target di dekat Teheran.
Laporan CNN juga mengatakan beberapa pesawat Israel memasuki wilayah udara Iran dan kembali dengan selamat setelah misi serangan rampung.
2. Jet-jet tempur Zionis menyerang sistem pertahanan rudal di Suriah dan Irak lebih dahulu, mencegah sekutu Teheran mencegat pesawat-pesawat Israel saat dalam perjalanan. Itu diungkap tiga pejabat Israel dan tiga pejabat Iran yang dikutip New York Times.
3. Setelah itu, pesawat-pesawat Israel menyerang lokasi yang dipilih di Iran. Namun, tidak ada detail spesifik yang diberikan.
4. Menurut sumber-sumber Israel, serangan ini bertujuan untuk menghancurkan fasilitas produksi rudal jarak jauh Iran. Namun, tidak ada konfirmasi dari pihak Iran soal serangan ini.
5. Menurut sumber-sumber Iran yang dikutip New York Times, sistem pertahanan rudal Iran menembakkan rudal pertahanan udara yang gagal mencapai target.
6. Serangan yang dilakukan Israel ini tidak menyebabkan korban jiwa maupun kerusakan yang berarti.
7. Serangan ini dianggap sebagai eskalasi baru di antara kedua negara yang sudah lama bermusuhan.
8. Israel mengancam akan terus menyerang Iran jika serangan-serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap Israel berlanjut.
9. Namun, Iran yang sudah lama berseteru dengan Israel mengatakan bahwa mereka tahu persis bagaimana cara menghadapi serangan Israel.
10. Pihak Iran menyebutkan bahwa mereka tidak akan mundur dalam menghadapi serangan Israel dan siap untuk melawan jika serangan terus berlanjut.
11. Pada saat yang sama, Iran juga mengecam serangan Israel sebagai bentuk agresi yang tidak dapat diterima dan menuntut Israel untuk menghentikan serangan-serangan tersebut.
12. Namun, Israel tidak menanggapi tuntutan tersebut dan tetap melanjutkan serangan-serangan mereka.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”





