"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Berita  

Netizen Pintar Yuk Pelajari Cara Melindungi Diri dari Penipuan Online

Belajarlah untuk Menjaga Diri dari Penipuan Online, Netizen Cerdas!

marosdaily.com – JAKARTA – Media sosial telah menjadi salah satu sarana yang digunakan oleh banyak orang untuk bersosialisasi dan mencari teman baru. Namun, di balik keasyikan tersebut, terdapat banyak modus penipuan yang harus diwaspadai, termasuk melalui fitur friend request atau permintaan pertemanan. Untuk itu, Jubun, seorang detektif swasta asal Indonesia, memberikan beberapa tips untuk menghindari modus penipuan tersebut.

Menurut Jubun, permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal di media sosial perlu diwaspadai dan diteliti terlebih dahulu. Banyak orang yang menggunakan akun palsu untuk melakukan penipuan yang merugikan. Jubun sendiri pernah mengalami hal serupa, dimana ada orang yang meminta dirinya atau kliennya untuk menerima friend request dari orang tak dikenal dengan menggunakan profil perempuan cantik.

“Saya sempat heran dan penasaran ketika banyak akun cewek cantik yang mengajak saya kenalan di media sosial. Mereka tidak hanya mengirimkan permintaan pertemanan, tetapi juga mengirim pesan melalui kotak masuk. Saya merasa curiga dengan hal tersebut. Bagaimana mungkin cewek cantik mau kenalan dengan saya?” ujar Jubun dalam pernyataan tertulis kepada marosdaily.com.

Berdasarkan pengalaman Jubun, terdapat beragam modus dan motif yang digunakan oleh pelaku penipuan ini. Beberapa di antaranya adalah mengajak investasi, memberikan pekerjaan, dan bahkan melakukan love scamming dengan memanfaatkan kata-kata indah untuk memikat korban. Setelah korban terjebak, pelaku akan meminta uang dengan berbagai alasan, seperti untuk membeli tiket kendaraan, biaya sekolah, atau keperluan bisnis. Begitu mendapatkan uang dari korban, pelaku akan menghilang. Hal ini juga dapat terjadi dalam kasus video sex cam, dimana pelaku akan memeras korban setelah memperdaya mereka dengan kata-kata cinta.

“Korban yang terjebak dalam modus ini akan memenuhi permintaan pelaku tanpa sadar bahwa mereka sedang ditipu. Banyak klien saya yang mengalami kasus serupa,” tambah Jubun. Untuk itu, Jubun mengingatkan bahwa pengguna media sosial harus selalu waspada dan tidak mudah terbawa emosi atau kata-kata manis yang ditawarkan oleh orang yang tidak dikenal. Sebab, modus penipuan tersebut bisa berdampak buruk dan bahkan dapat membuat korban terjerat hukum. Oleh karena itu, Jubun menyarankan agar kita selalu berhati-hati dalam berselancar di dunia maya dan tidak mudah percaya pada orang yang tidak dikenal.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *