marosdaily.com – JAKARTA – Pemerataan internet yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo selama satu dekade terakhir ini memberikan manfaat bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Salah satunya adalah produk susu sapi olahan dan es krim Sweet Sundae yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Akses internet yang mudah dan terjangkau telah membantu UMKM seperti Sweet Sundae dalam mengembangkan usahanya, terutama di tengah pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk banyak menghabiskan waktu di rumah. Dengan adanya internet, UMKM dapat lebih mudah menggalang pelanggan dan melakukan transaksi secara online.
Hal ini juga dirasakan oleh UMKM Sweet Sundae yang berasal dari desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Dengan adanya akses internet yang telah diberikan oleh pemerintah, Sweet Sundae berhasil membina ekonomi masyarakat sekitar desa tersebut.
“Setiap desa di Yogyakarta telah mendapatkan akses internet melalui dana desa sebesar tiga miliar rupiah. Hal ini sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha,” ungkap Owner dan CEO Sweet Sundae, Andromeda Sindoro.

Andro, sapaan akrab Andromeda Sindoro, menjelaskan bahwa akses internet sangat membantu UMKM-nya dalam bertahan dan berkembang, terutama di masa krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bisnis Sweet Sundae yang awalnya berbasis bussiness to bussiness, kini telah bertransformasi menjadi bussiness to consumer.
“Kami telah mendaftarkan merek dagang dan akun usaha di seluruh market place yang ada di Indonesia. Hal ini memudahkan kami dalam melakukan pemasaran produk,” jelasnya.
Dengan adanya upaya digitalisasi pemasaran, produk Sweet Sundae yang berupa es krim, susu, mentega, krim, dan yoghurt mendapatkan permintaan yang cukup besar. Namun, Andro juga mengalami kendala baru terkait biaya pengiriman produk.
“Kami mengalami kendala dalam biaya ongkos kirim yang cukup membebani modal usaha. Namun, beruntung Pemerintah Provinsi DIY telah membuat platform khusus untuk membantu kami dalam mengatasi masalah ini,” tuturnya.











