Sinergi KP2MI dan Umsura dalam Membangun Ekosistem Pekerja Migran Berkualitas
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) untuk membangun ekosistem pekerja migran yang terampil dan berkualitas. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di pasar internasional.
Menurut Menteri P2MI Mukhtarudin, pemerintah sedang menyiapkan ekosistem pekerja migran secara menyeluruh, mulai dari penyiapan SDM hingga pemberdayaan. Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak SDM yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global. KP2MI sebagai regulator dan fasilitator akan menjembatani kebutuhan global, kompetensi, hingga kemampuan bahasa dengan perguruan tinggi.
“KP2MI tidak memiliki instrumen untuk mencetak tenaga kerja. Perguruan tinggi-lah yang memiliki peran tersebut,” jelasnya. Menurut Mukhtarudin, kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari implementasi sinergi KP2MI dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam meningkatkan kualitas SDM.
Saat ini, sudah lebih dari 20 perguruan tinggi yang menjalin MoU dengan KP2MI. Dalam hal ini, Umsura menjadi salah satu mitra strategis yang berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang siap berkiprah di tingkat global.
Peran Strategis Umsura dalam Kolaborasi
Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi Umsura, Radius Setiyawan, menilai kampus memiliki posisi strategis dalam mendukung kolaborasi tersebut. Ia menyebut Umsura memiliki sejumlah program studi yang selaras dengan kebutuhan pasar global, terutama di sektor pekerja migran, seperti keperawatan, kebidanan, serta bidang kesehatan lainnya.
Selain itu, pengembangan di Fakultas Teknik juga mulai diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri internasional. “Hal ini yang menjadikan Umsura relevan untuk membangun kolaborasi dengan negara, dalam konteks ini bersama KP2MI,” ujarnya.
Radius menambahkan, diaspora alumni Umsura telah tersebar di berbagai negara. Melalui inisiasi Migrant Center, kampus berupaya menyiapkan lulusan secara lebih matang sejak awal, sehingga tidak hanya meningkatkan kuantitas, tetapi juga kualitas tenaga kerja migran.
Visi Global Umsura yang Selaras dengan Inisiatif KP2MI
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa visi global yang diusung Umsura sejalan dengan inisiatif KP2MI. Internasionalisasi tidak hanya dimaknai sebagai mobilitas mahasiswa, tetapi juga komitmen perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing di tingkat global.
“Baik di bidang kesehatan, pendidikan, teknik, maupun sektor lainnya, Umsura berkomitmen mencetak lulusan yang siap berkiprah secara profesional di kancah internasional,” pungkasnya.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri P2MI, Mukhtarudin, dengan Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi Umsura, Radius Setiyawan. Upaya memperkuat ekosistem pekerja migran terampil dan berdaya saing global, Kamis (16/4/2026).
Program Studi yang Sesuai dengan Kebutuhan Pasar Global
Beberapa program studi di Umsura yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar global antara lain:
- Keperawatan dan kebidanan, yang sangat dibutuhkan di sektor kesehatan internasional.
- Teknik, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri global.
- Pendidikan, yang fokus pada pengembangan kualitas pendidik dan tenaga pendidikan.
Program-program ini dirancang agar lulusan dapat bersaing di pasar kerja internasional tanpa harus menghadapi kesulitan besar.
Migrant Center: Inisiatif untuk Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja Migran
Dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kerja migran, Umsura meluncurkan inisiatif Migrant Center. Tujuan dari Migrant Center adalah untuk mempersiapkan lulusan secara lebih matang sejak awal, baik dalam hal keterampilan, kompetensi, maupun pemahaman budaya.
Migrant Center juga berperan dalam memfasilitasi hubungan antara Umsura dan KP2MI, sehingga bisa saling mendukung dalam menciptakan ekosistem pekerja migran yang unggul.
Kesimpulan
Kolaborasi antara KP2MI dan Umsura menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas SDM yang siap bersaing di pasar internasional. Dengan adanya MoU dan kerja sama yang kuat, diharapkan dapat membentuk ekosistem pekerja migran yang terampil, profesional, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.











